Wednesday, February 14, 2018

Budidaya Kerapu








Ikan Kerapu (Epinephelus) merupakan salah satu komoditas perikanan yang mempunyai peluang pasar cukup menjanjikan baik domestik maupun pasar internasional. Hargannya cukup mahal dan permintaan cukup tinggi, sehingga banyak pebinis mulai banyak yang melirik bisnis budidaya ikan kerapu. Ikan kerapu merupakan jenis ikan yang hidup di air laut. Namun, beberapa pembudidaya dapat berhasil membudidayakannya di darat dengan teknologi bagaimana menjadikan air tawar menjadi seperti air laut. Ikan kerapu memiliki pertumbuhan cepat dan dapat di produksi masal untuk melayani permintaan pasar ikan kerapu dalam keadaan hidup. Cara membudidayakan ikan kerapu merupakan teknik yang harus dipelajari terlebih dahulu sebelum terjun ki bisnis ini.
Sebelum kita mulai membudidayakn ikan kerapu harus kita ketahui dahulu metode yang digunakan dalam budidaya ini adalah manipulasi lingkungan untuk merangsang terjadinya perkawinan antara jantan dengan induk betina matang kelamin digunakan metode manipulasi lingkungan di bak yang terkontrol. Teknik pemijahan dengan manipulasi lingkunan ini telah dikembangkan berdasarkan pemijahan ikan kerapu di alam, yaitu dengan rangsangan atau kejutan faktor lingkungan seperti; suhu, kadar garam, kedalaman air dan masih banyak faktor yang mendukung. dalam pemijahan ikan kerapu ini mengikuti fase perederan bulan pada saat bulan terang atau bulan gelap.

1. Pemilihan Induk Ikan kerapu
Induk ikan kerapu yang di pijahkan dipelihara di laut dalam kurungan apung dengan padat penebaran induk 7,5 - 10 kg/m 3. pakan yang diberikan berupa ikan rucah segar berkadar lemak rendah. diluar pemijahan ikan, takaran pakan yang diberikan sebesar 3-5% dari total berat badan ikan per hari. sedangkan pada musim pemijahan diturunkan menjadi 1% disamping itu diberikan pula vitamin E dengan dosis 10-15 mg per ekor dalam seminggu.
2. Pemijahan Ikan Kerapu
Induk kerapu matang kelamin dipindahkan ke bak pemijahan yang sebelumnya telah diisi air laut bersih dengan ketingian 1,5 m dan salinitas + 32 . Manipulasi lingkungan dilakukan menjelang bulan gelap yaitu dengan cara menaikkan dan menurunkan permukaan/tinggi air setiap hari. Mulai jam 09.00 sampai jam 14.00 permukaan air diturunkan sampai kedalaman 40 cm dari dasar bak. Setelah jam 14.00 permukaan air dikembangkan ke posisi semula (tinggi air 1,5 m). Perlakuan ini dilakukan terus menerus sampai induk memijah secara alami. Rangsangan hormonal induk kerapu matang kelamin di suntik dengan hormon Human Chorionic Gonadotropin (HGG) dan Puberogen untuk merangsang terjadinya pemijahan. Takaran hormon yang diberikan adalah : HGG 1.000 - 2.000 IU/kg induk  Puberogen 150 - 225 RU/kg induk Pengamatan pemijahan ikan dilakukan setiap hari setelah senja sampai malam hari. Pemijahan umumnya terjadi pada malam hari antara jam 22.00 - 24.00 WIB. Diduga musim pemijahannya terjadi 2 kali bulan Juni -September dan bulan Nopember - Januari. Bila diketahui telah terjadi pemijahan, telur segera dipanen dan dipindahkan ke bak penetasan.bak pemeliharaan larva.

3. Penetasan Telur Ikan Kerapu
Bak yang dipergunakan untuk penetasan telur sekaligus juga merupakan bak pemeliharaan larva, terbuat dari beton, berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran 4 x 1 x 1 m . Tiga hari sebelum bak penetasan/bak pemeliharaan larva digunakan, perlu dipersiapkan dahulu dengan cara dibersihkan dan dicuci hamakan memakai larutan chlorine (Na OCI) 50 - 100 ppm. Setelah itu dinetralkan dengan penambahan larutan Natrium thiosulfat sampai bau yang ditimbulkan oleh chlorine hilang. Air laut dengan kadar garam 32 dimasukkan ke dalam bak, satu hari sebelum larva dimasukkan dengan maksud agar suhu badan stabil berkisar antara 27 - 28C. Telur hasil pemijahan dikumpulkan dengan sistim air mengalir. Telur yang dibuahi akan mengapung dipermukaan air dan berwarna jernih (transparan). Sebelum telur ditetaskan perlu direndam dalam larutan 1 - 5 ppm acriflavin untuk mencegah serang bakteri. Padat penebaran telur di Bak Penetasan berkisar 20 - 60 butir/liter air media. Ke dalam bak penetasan perlu ditambahkan Chlorella sp sebanyak 50.000 -100.000 sel/ml untuk menjaga kualitas air. Telur akan menetas dalam waktu 18 - 22 jam setelah pemijahan pada suhu 27 - 28C dan kadar garam 30 - 32 .
 4. Pemeliharaan Larva Ikan Kerapu
Larva kerapu yang baru menetas mempunyai cadangan makanan berupa kuning telur. Pakan ini akan dimanfaatkan sampai hari ke 2 (D2) setelah menetas dan selama kurun waktu tersebut larva tidak memerlukan dari luar. Umur 3 hari (D3) kuning telur mulai terserap habis, perlu segera diberi pakan dari luar berupa Rotifera Brachionus Plicatilis dengan kepadatan 1 - 3 ekor/ml. Disamping itu ditambahkan pula Phytoplankton chlorella sp dengan kepadatan antara 5.10 - 10 sel/ml. Pemberian pakan ini sampai larva berumur 16 hari (D16) dengan penambahan secara bertahap hingga mencapai kepadatan 5 - 10 ekor/ml plytoplankton 10 - 2.10 sel/ml media. Pada hari kesembilan (D9) mulai diberi pakan naupli artemia yang baru menetas dengan kepadatan 0,25 - 0,75 ekor/ml media. Pemberian pakan naupli artemia ini dilakukan sampai larva berumur 25 hari (D25) dengan peningkatan kepadatan hingga mencapai 2 - 5 ekor/ml media. Disamping itu pada hari ke tujuh belas (D17) larva mulai diberi pakan Artemia yang telah berumur 1 hari, kemudian secara bertahap pakan yang diberikan diubah dari Artemia umur 1 hari ke Artemia setengah dewasa dan akhirnya dewasa sampai larva berumur 50 hari. Skema jenis dan pemberian pakan larve kerapu dapat dilihat pada Gambar 3. Pemberian pakan dengan cincangan daging ikan mulai dicoba pada saat metamorfosa larva sempurna menjadi benih ikan kerapu.
5. Perkembangan Larva Ikan Kerapu
Larva yang baru menetas terlihat transparan, melayang-melayang dan gerakannya tidak aktif serta tampak kuning telur dan oil globulenya. Larva akan berubah bentuk menyerupai kerapu dewasa setelah berumur 31 hari.
Masa kritis kedua dijumpai pada waktu larva berumur 8 hari (D8) memasuki umur 9 hari (D9), dimana pada saat itu mulai terjadi perubahan bentuk tubuh yang sangat panjang dan spesifik, sampai pada hari ke 20 (D20) larva berkembang dengan baik dan belum menunjukkan adanya tanda-tanda kematian, akan tetapi memasuki hari ke 22 (D22), 23 (D23) sebagian dari larva baik yan masih kecil maupun yang sudah besar mulai nampak adanya kematian. Diawali dengan adanya gerakan memutar (whirling) yang tidak terkendali kemudian terbalik lalu mati. Pada kasus tersebut diupayakan dengan cara merubah pakan Artemia dengan kandungan W3 HUFA yang lebih tingi. Dari kasus ini tentunya dapat diajukan suatu hepotesa sementara bahwa kurannya unsur tertentu pada larva kerapu dalam waktu yang cukup lama akan mempengaruhi kondisi fisik dan kelangsungan hidup larva.
6. Pengolahan Kualitas Air
Bak penetasan telur yang sekaligus merupakan bak pemeliharaan larva perlu dijaga kualitas airnya dengan penambahan phytoplankton Chlorella, dengan kepadatan 5.10 3 - 10 4 sel/ml. Phytoplankton akan meminimalisir pembusukkan yang ditimbulkan oleh telur yang tidak menetas dan sisa cangkang telur yang ditinggalkan. Pembersihan dasar bak dengan cara penyiponan dilakukan pada hari pertama dengan maksud untuk membuang sisa-sisa telur yang tidak menetas dan cangkang telur. Penggantian air dilaksanakan pertama kali pada saat larva berumur 6 hari (D6) yaitu sebanyak 5 - 10%. Penggantian air dilakukan setiap hari dan dengan bertambahnya umur larva, maka volume air yang perlu diganti juga semakin banyak. Pada saat larva telah berumur 30 hari (D30) pengganti air dilakukan sebanyak 20% dan bila larva telah berumur 40 hari (D40) air yang diganti sebanyak 40.

Demikianlah sekilas ulasan tentang cara budidaya ikan kerapu. Semoga bermanfaat.

Peluang Bisnis Tempe Kedele







Jual Ragi Tempe
Telp.
087731375234

Tempe adalah salah satu produk olahan kedele yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Tempe sudah menjadi produk makanan  dikenal hingga manca Negara. Di Indonesia, tempe sudah menjadi kebutuhan pokok karena menjadi sumber pemenuhan gizi yang murah terjangkau. Selain cita rasa-nya yang nikmat, tempe memiliki kandungan gizi yang tinggi terutama kadar proteinnya sehingga tempe dapat menjadi menu alternatif untuk mengganti kebutuhan protein berasal dari daging yang harganya lebih mahal. Potensi pasar produk tempe dalam negeri cukup besar dan luas, bahkan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Salah satu faktor penyebab tingginya konsumsi tempe di Indonesia antara lain adalah karena produksi daging dalam negeri yang masih rendah sehingga masih harus mengimpor dari negara lain.
Di Indonesia, selain menggunakan kedelai, tempe juga dapat diproduksi dengan menggunakan bahan baku seperti ampas tahu, jagung, benguk, dan lain-lain. Namun tempe lebih umum dan lebih disukai dari bahan baku kedelai. Tempe dengan menggunakan bahan baku kedelai memiliki cita rasa yang lebih nikmat dan gizi yang tinggi. Di Indonesia, produksi tempe umumnya masih menggunakan bahan baku kedelai transgenik dan sistem pertanian yang masih menggunakan bahan-bahan kimia. Kedelai transgenik lebih disukai oleh para pengrajin tempe karena memiliki ukuran yang lebih besar dan lebih seragam sehingga kualitas tempe yang dihasilkan lebih bagus dan lebih ekonomis dibandingkan kedelai lokal. Produksi bahan baku kedelai dalam negeri yang masih rendah dan kualitasnya juga kurang baik, menyebabkan sebagian besar bahan baku kedelai masih impor dari negara lain. Oleh karena itu, kita perlu meningkatkan produksi kedelai dan meningkatkan kualitas kedelai dengan mengembangkan rekayasa genetika dan sistem pertanian organik sehingga mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dan mampu menembus pasar internasional yang lebih luas.
Industri tempe adalah jenis usaha yang umumnya merupakan industri rumahan dengan investasi tidak terlalu besar dan jumlah karyawan sedikit. Namun, industri tempe telah banyak menjadi sumber penghidupan bagi rakyat kecil dan memenuhi kebutuhan produk pangan bergizi tinggi dan terjangkau bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk nasional yang terus meningkat, menunjukan bahwa potensi pasar produk tempe semakin besar dan merupakan peluang untuk mengembangankan bisnis tempe.
            Untuk memproduksi tempe dibutuhakn alat dan bahan sebagai berikut:

a. Bahan Pembuatan Tempe:
1. Kedelai Putih 10 Kg
2. Bibit tempe/Ragi Tempe 10gr
3. Air bersih

b. Alat-alat Pembuatan Tempe:
1. Panci
2. Kompor
3. Tampah 2 buah
4. Ember Plastik
5. Plastik Pembungkus
6. Kertas dan daun pisang

c. Proses Pembuatan Tempe Kedelai :
1. Sortasi kedelai dari bahan-bahan yang tidak berguna seperti daun, batang, pasir dan lain-lain.
2.Rendam kedelai 5-8 jam, dan buang airnya.
3.Rebus kedelai hingga mendidih, buang airnya.
4. diremas-remas untuk menghilangkan kulitnya dan agar kedelai terbelah, namun tidak hancur., sambil dicuci dengan air yang mengalir untuk menghilangkan lendirnya. Proses ini dapat dilakuakan dengan menggunakan mesin atau secara manual.
5. Kedelai yang telah dicuci bersih tersebut, kemudian dikukus hingga tanak.
6. Tiriskan, setelah dingin lakukan inokulasi dengan ragi tempe (Rhyzopus oryzae), aduk hingga rata.
7. Pengemasan dengan menggunakan plastik, atau daun pisang. Jika menggunakan kemasan plastik, berikan rongga udara dengan mencoblosi  permukaan kemasan plastik secara merata dengan menggunakan batang bambu ukuran o, 1 cm yang diruncingkan
8. Pemeraman dengan menggunakan rak selama kurang lebih 2 hari.
9. Pemanenan


Tuesday, February 13, 2018

Peluang Bisnis Mengolah Singkong Menjadi Nata De Cassava








Jual Starter Nata (Acetobacter xylinum)
Telp. 087731375234


Nata de cassava adalah salah satu produk nata berbahan baku singkong. Nata de cassava secara tampilan mirip dengan nata de coco yaitu berbentuk jel, warna putih, kenyal, berserat tinggi. Nata de cassava lebih lunak tidak alot, dan aroma nya tidak terlalu menyengat dibanding dengan nata de coco-nata berbahan baku air kelapa. Nata merupakan bahan baku produk minuman kemasan yang sudah sangat popular dan banyak disukai kalangan. Saat ini kebutuhan air kelapa untuk industi nata de coco semakin bersaing, seiring dengan tingginya permintaan nata de coco. Ketersediaa bahan baku singkong yang melimpah menjadi keunggulan tersendiri pengembangan industry nata de cassava sebagai subtitusi nata de coco. Urutan proses pembutan nata de cassava adalah sebagai berikut:
1. Pengupasan
Singkong yang telah ditimbang, kemudian dikupas dengan menggunakan pisau. Kemudian singkong yang telah dikupas ditampung dalam ember yang berisi air agar tidak terjadi penambahan asam sianida yang menyebabkan warna singkong menjadi biru dan berasa pahit.
2. Pencucian
Singkong yang telah dikupas, kemudian dicuci hingga bersih dengan menggunakan air yang mengalir.
3. Pemarutan
Proses pemarutan dilakukan dengan menggunakan mesin pemarut. Proses pemarutan dengan menggunakan mesin pemarut lebih efesien dan lebih cepat.
4.Pengenceran
Singkong yang telah diparut kemudian diencerkan dengan penambahan air bersih kurang lebih 50 liter per 5 Kg umbi singkong yang telah dikupas. Air yang digunakan untuk pengenceran harus dengan menggunakan air yang bebas dari bahan kimia seperti kaporit atau tercemar bahan kimia lainnya.
5. Perebusan I
Tambahkan enzim ╬▒lfa-amilasi sebanyak 10-15 ml. Kemudian lakukan pengadukan sampai merata. Setelah mendidih, larutan diangkat kemudian pada saat proses pendinginan mencapai suhu kurang lebih 60-65˚C ditambahkan enzim gluco-amylase sebanyak 10-15 ml, biarkan sampai dingin kurang lebih 2-3 hari.
6.Penyaringan
Setelah larutan menjadi dingin lakukan penyaringan dan pemerasan/pengepresan dengan menggunakan kain atau menggunakan alat pengepres mekanik.
7.Perebusan II
Larutan sebanyak 50 liter yang telah disaring dan dipisahkan ampasnya, kemudian direbus lagi. Kemudian tambahkan asam asetat sebanyak 200 ml. Setelah mendidih tambahkan ZA (ammonium sulfat) sebanyak 150 gram.
8.Fermentasi / inkubasi
Siapkan nampan bersih, tutup koran dengan diikat karet ban secara melingkar pada bagian tepi nampan, lalu susun pada rak. Jika media larutan singkong telah mendidih, kemudian buka salah satu bagian ujung nampan, tuangkan larutan dalam keadaan mendidih ke dalam nampan kemudian ditutup kembali dan diikat dengan tali karet ban, disusun tumpuk bersilangan hingga 6-8 nampan di rak. Setelah dingin, kemudian diinokulasi dengan penambahan bibit Acetobacter xylinum sebanyak 10 % atau kurang lebih 100-120 ml, biarkan hingga 8-10 hari.


Monday, February 5, 2018

Jual Formula Bio-Mocaf








Telp. 087731375234

Spesifikasi:
Volume 1 liter per botol
Kemasan botol plastik
Bahan organik berupa cairan
Mengandung culture mikroba probiotik
Penyimpanan di suhu kamar

Cara pembuatan tepung mocaf:
1. Kupas singkong
2. Cuci singkong
3. Potong-potong singkong menjadi bentuk chips dengan mesin atau manual
4. Rendam dalam air, tambahkan formula Bio-Mocaf
5. Inkubasi selama 2-3 hari
6. Pencucian, dan penirisan
7. Pengeringan dengan mesin atau dijemur matahari
8. Penepungan
9. Pengemasan





Wednesday, January 3, 2018

Mengolah Singkong Menjadi Glukosa



Jual Enzim Alfa Amylase, Gluco Amylase
Telp. 087731375234 


Indonesia adalah salah satu negara penghasil singkong yang cukup besar di dunia. Indonesia memiliki berbagai macam varietas jenis singkong dengan kualitas yang cukup bagus. Singkong telah banyak diolah menjadi berbagai macam produk diantaranya adalah; tapioka, mocaf, nata de cassava, bioetanol, gula cair (glukosa), pakan ternak, aneka makanan camilan. Produksi singkong hampir tersebar di seluruh Indonesia. Potensi komoditas singkong sebagai bahan baku industri harus terus dikembangkan. Penemuan teknologi proses mengolah singkong menjadi gula cair berupa glukosa merupakan peluang bisnis yang menjanjikan, serta akan mengurangi ketergantungan gula impor. Gula merupakan salah satu kebutuhan mendasar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan industri yang terus berkembang. Permintaan gula semakin meningkat dari tahun ke tahun, sedangkan produksi gula yang umumnya didominasi gula tebu, produktifitasnya semakin menurun. Sehingga perlu dicarikan alternatif gula subtitusi yang ketersediaan bahan baku nya melimpah dan efesien.
Glukosa, suatu gula monosakarida, adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan. Glukosa merupakan salah satu hasil utama fotosintesis dan awal bagi respirasi. Bentuk alami (D-glukosa) disebut jugadekstrosa, terutama pada industri pangan. Glukosa (C6H12O6, berat molekul 180.18) adalah heksosa—monosakarida yang mengandung enam atom karbon. Glukosa merupakan aldehida (mengandung gugus -CHO).
Secara umum, proses pembuatan gula cair  terdiri atas dua tahap yaitu: tahap likuifikasi dan sakarifikasi dengan menggunakan enzim. Likuifikasi merupakan pemecahan pati menjadi dekstrin dengan bantuan enzim alfa-amilase.Sedangkan sakarifikasi berupa penguraian dekstrin menjadi glukosa dengan enzim amiloglukosidase.Pada tahap likuifikasi, tapioka dicampur air dengan perbandingantiga liter air 1 Kg tapioka, sambil diaduk rata tambahkan1 ml enzim alfa-amilase per kg pati tapioka, panaskan pada suhu 95-105 oC. Tingkat keasaman larutan juga dipertahankan pada pH 6,0-6,5.
Proses selanjutnya adalah sakarifikasi yang berlangsung selama 76 jam yaitu dengan mendinginkan media larutan hingga suhu 60oC, kemudian tambahkan 1 ml enzim amiloglukosidase per kg pati. Arang aktif mampu mengikat, menggumpalkan, dan mengendapkan kotoran-kotoran yang terdapat dalam gula cair.Selain itu arang aktif berfungsi menghentikan aktivitas enzim.Setelah itu lakukan penyaringan untuk memisahkan gula cair dengan karbon aktif dan endapan kotoran. Penyaringan bertujuan menghasilkan gula cair dengan tingkat kejernihan 93%.Bila belum tercapai, ulangi kembali penyaringan.
Tahap terakhir adalah evaporasi.Produsen memasukkan gula cair yang telah melewati tabung penukar ion itu ke dalam evaporator untuk meningkatkan kemurnian gula. Proses evaporasi berlangsung pada suhu 50-60oC. Indikasi evaporasi selesai ketika gula cair berhenti menetes dari pipa evaporator. Dengan pemurnian itu kadar kemanisan gula cair meningkat, semula 30-36o briks menjadi 60-80o briks.
Tahapan Proses Membuat Gula Cair Bahan Baku Singkong
1.      Larutkan tepung tapioka dalam air dengan perbandingan 1 : 3.
2.      Panaskan pada suhu 95-105oC dan tambahkan 0,8 ml enzim alfa-amilase per kg pati sembari diaduk rata.
3.      Setelah mendidih, turunkansuhu larutan hingga bersuhu 60oC. Kemudian tambahkan 1 ml enzim amiloglukosidase per kg pati. Diamkan larutan selama 76 jam hingga menjadi cairan gula.
4.      Tambahkan 0,5-1% arang aktif per kg pati ke dalam gula cair untuk mengikat, menggumpalkan, dan mengendapkan pati, serta menghentikan aktivitas enzim.
5.      Lakukan penyaringan larutan untuk memisahkan gula cair dari karbon aktif dan kotoran sehingga tingkat kejernihan gula 93%. Bila belum tercapai, ulangi kembali pemucatan dan penyaringan.
6.      Alirkan gula cair melalui tabung berisi penukar ion untuk mengikat dan memisahkan ion-ion logam dan kotoran dalam gula cair. Tabung penukar ion terdiri atas 3 tabung masing-masing berisi resin kation, kation, dan campuran anion dan kation.
7.      Evaporasi gula ke dalam evaporator untuk meningkatkan kadar gula. Proses evaporasi berlangsung pada suhu 50-60oC.

 



Sunday, December 3, 2017

Peluang Menjanjikan Bisnis Kecap Kedelai



https://i2.wp.com/www.infopeluangusaharumahan.com/wp-content/uploads/2017/11/Cara-Membuat-Kecapp.jpg?resize=510%2C584



Jual Starter Aspergillus sojae, Aspergillus oryzae
Telp. 087731375234




Kecap adalah salah satu bumbu masakan yang sangat disukai oleh masyarakat Indonesia dan seluruh dunia. Kecap merupakan produk olahan kedelai baik kedelai kuning atau hitam dengan proses fermentasi sehingga dihasilkan produk kecap dengan cita rasa yang nikmat. Produk kecap sudah sangat populer di seluruh dunia sebagai pelengkap bumbu masakan semenjak dahulu. Tanpa kecap, masakan menjadi terasa kurang sedap. Oleh karena itu kecap banyak dicari oleh konsumen rumah tangga, kuliner, atau industri makanan. Diantara kuliner yang umum menggunakan produk kecap antara lain sate, ayam bakar, ikan bakar, jejamuran, soto, bakso, dan lain-lain.  
Potensi pasar produk kecap sangat besar, sehingga banyak produk-produk kecap impor berdatangan dari luar negeri melihat pasar di Indonesia begitu besar, hal ini bias kita lihat beragamnya produk kecap yang ada di pasaran dari produk lokal hingga produk impor. Saat ini, produk kecap yang beredar di pasaran Indonesia masih di dominasi oleh produk perusahaan besar seperti kecap cap Bango (PT Unilever), kecap ABC (PT Heinz ABC), Kecap Nasional (PD Sari Sedap Indonesia), PT Indofood Sukses Makmur dengan label Kecap Indofood. Persaingan produk kecap di Indonesia cukup ketat, terutama pemain-pemain besar.
            Bisnis kecap masih memiliki prospek yang cukup bagus. Peluang untuk memulai bisnis kecap sangat terbuka lebar baik skala home industri atau industri besar. Untuk memulai bisnis kecap maka hal terpenting yang harus dikuasai adalah aspek pemasaran dan aspek teknik produksi. Untuk memulai bisnis kecap harus menentukan terlebih dahulu segmen pasar, stategi pemasarannya, serta kompetitor-nya. Teknik produksi membuat kecap dengan kualitas yang bagus adalah sangat penting. Berbagai produk kecap kedelai dengan kualitas bagus mampu merebut pasar yang luas meskipun harganya cukup mahal. Beberapa jenis produk kecap yang banyak beredar di pasaran dengan harga relatif murah umumnya menggunakan bahan baku molases (tetes tebu) atau sari kedelai. Untuk membuat produk kecap kedelai caranya cukup sederhana adalah sebagai berikut:
a. Bahan Untuk Membuat Kecap Kedelai


1. 1 Kg kedelai (bisa kedelai hitam ataupun putih)
2. 800 gram garam dilarutkan dengan 4 liter air
3. 3 gram ragi kecap (Aspergillus oryzae, Aspergillus sojae)
4. 1 1/2 liter air bersih
5. 6 Kg gula merah
6. 2 lembar daun salam
7. 1 lembar daun jeruk
8. 1 batang serai
9. 1 sdt pokak yang telah dihaluskan
10. 1/4 potong laos yang telah dihaluskan

b. Cara Membuat Kecap Kedelai


1. Siapkanlah 1 kg kedelai untuk membuat kecap dan pilihlah kedelai dengan kualitas terbaik untuk menghasilkan kecap dengan kualitas terbaik juga.


2. Cucilah kedelai yang telah anda siapkan sampai bersih, selanjutnya rendamlah selama 1x24 jam. Hal ini bertujuan agar kedelai menjadi lunak dan kulit arinya mudah terlepas.


3. Selanjutnya rebuslah kedelai hingga mendidih. Hal ini juga bertujuan agar kulit ari kedelai mudah terlepas.


4. Lalu bilaslah kedelai dengan air bersih sambil diremas-remas dan pastikan semua kulit kedelai telah terlepas.


5. Selanjutnya tiriskanlah di tempat yang berpenampang lebar hingga kedelai benar-benar dingin. Dan pastikan kedelai telah benar-benar dingin sempurna agar setiap jamur tempe yang kita tebarkan tidak mati.


6. Berikutnya taburkan jamur tempe ke kedelai yang sedang ditiriskan sambil diaduk agar jamur tempe tercampur rata ke seluruh kedelai.


7. Selanjutnya simpanlah kedelai yang telah di campur jamur tempe ke ruangan yang bersuhu 25-30 derajat Celcius. Lakukan penyimpanan ini selama 3 hingga 5 hari.


8. Setelah kedelai yang telah kita simpan ditumbuhi jamur tempe, anda bisa menambahkan larutan garam sebanyak 800 gram yang dicampur dengan 4 liter air bersih. Lalu diamkanlah adonan kecap ini selama 3-4 minggu pada suhu ruangan.

9. Setelah didiamkan selama 3-4 minggu (maksimal 2 bulan), lalu tuangkanlah air bersih. Rebuslah campuran ini hingga mendidih kemudian saringlah dengan kain penyaring.

10. Rebuslah kembali hasil saringan adonan kecap tadi kemudian tambahkan bumbu dari nomor 5 sampai nomor sepuluh. Lakukan adukan perlahan agar gula merah mencair dan bahan-bahan lain juga tercampur merata.

11. Untuk penambahan gula merah tergantung dari kebutuhan kita. Jika anda ingin membuat kecap manis maka anda membutuhkan 2 kg gula merah untuk setiap liter sari adonan kecap yang direbus kembali pada langkah nomor 10. Jadi jika anda merebus 2 liter sari adonan kecap berarti anda membutuhkan 4 kg gula merah dan berlaku kelipatannya.

12. Sedangkan jika anda ingin membuat kecap asin maka anda hanya membutuhkan 2,5 ons gula merah untuk setiap liter sari adonan kecap yang direbus kembali. Berlaku untuk kelipatannya.


13. Proses perebusan adonan kecap dihentikan  bila adonan kecap sudah mendidih dan tidak ada buih lagi. Lalu saringlah menggunakan kain saringan.


14. Kecap pun sudah siap untuk di konsumsi dan di jadikan bumbu penyedap dalam setiap masakan anda.

Saturday, November 18, 2017

Bioteknologi Pakan Ternak








Jual Aspergillus niger
Telp. 087731375234

Aspergilus niger adalah fungi dari filum ascomycetes yang berfilamen, mempunyai hifa, spora berwarna hitam. Aspergilus niger biasanya diisolasi dari tanah, sisa tumbuhan, atau udara di dalam ruangan. Koloninya berwarna putih pada Supaya Dekstrosa Kentang (PDA) 25 °C dan berubah berubah hitam saat/ketika konidia dibentuk. Kepala konidia dari Aspergillus niger berwarna hitam, bulat, cenderung memisah berubah bagian-bagian yang lebih longgar seiring dengan bertambahnya umur (wkipedia). Jamur Aspergillus niger tak sedikit digunalan sebagai model fermetasi dalam industri makanan, farmasi, produksi pakan ternak dan lain sebagainya.
Manfaat penggunaan Aspergillus niger dalam fermentasi produksi pakan ternak adalah menambah penyerapan fosfor (P), menambah kecernaan protein, menambah penyerapan unsur Ca, Fe dan Zn. Tidakhanya itu Aspergillus niger juga bisa menambah kandungan protein dan menurunkan kadar serat kasar yang terdapat pada limbah agroindustri bagai onggok, kleci, dedak dan sebagainya.

Cara Fermentasi Pakan Ternak Menggunakan_dengan Aspergillus niger :
a). Alat dan bahan :
1)      Ember berkapasitas besar
2)      Jagung 40 kg
3)      Menir kedelai 30 kg
4)      Onggok 15 kg
5)      Kleci 15 kg
6)      Urea 1 kg
7)      100 gram Aspergillus niger
8)      Air hangat 8 liter
b). Petunjuk membikin :
1)      Campurkan semua bahan dan aduk sampai-pada tercampur rata
2)      Apabila telah tercampur rata, masukkan bahan-bahan tersebut kedalam ember besar
3)      Masukkan 8 liter air hangat yang telah disediakan, aduk hinggarata dan biarkan beberapa menit
4)      Sehabis dingin masukkan 100 gram Aspergillus niger dan 1 kg urea
5)      Selanjutnya aduk hinggatercampur rata dan ember ditutup rapat
6)      Simpan ditempat teduh dalamwaktu 3 hari
7)      Fermentasi berakhir dan pakan siap untuk diberikan pada ternak sapi

Dengan fermentasi menggunakan_dengan Aspergillus niger ini, kandungan protein meningkat dari 13,88% berubah 18,08%. Kandungan serat kasar menurun dari 12,35% berubah 9,96%.

Posting Lama ►

Total Pageviews

Jual Aneka Media Mikroba Dan Jasa Uji Lab

AGROTEKNO-LAB

AGROTEKNO-LAB
Jual Aneka Jenis Mikrobia Untuk Industri Dan Penelitian

Aspergillus niger

Aspergillus niger
Untuk fermentasi pakan ternak

agrotekno77@gmail.com

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
There was an error in this gadget
There was an error in this gadget
 

Copyright © 2012. MITRA AGROBISNIS DAN AGROINDUSTRI. Telp. 087731375234 - All Rights Reserved Template IdTester by Blog Bamz