Tuesday, January 15, 2019

Probiotik Untuk Budidaya Udang




Jual Aneka Culture Mikroba
087731375234

Probiotik sangat diperlukan dalam usaha budidaya udang. Probiotik merupakan mikroba yang menguntungkan bagi mahluk hidup lain. Probiotik berperan penting dalam pencegahan penyakit, meningkatkan produktifitas, menjaga kualitas air sehingga mencegah tingkat kematian yang tinggi. Di bawah ini beberapa jenis bakteri yang dapat diaplikasikan pada usaha budidaya tambak udang:

1. Bacillus subtilis : Menghasilkan enzim protease untuk menguraikan limbah protein sisa pakan dan kotoran.
2. Bacillus licheniformis : Menghasilkan senyawa yang menghambat perkembangan bakteri merugikan (Vibrio spp.)
3. Bacillus pumilus : Membantu proses nitrifikasi pada proses detoksifikasi ammonia
4. Bacillus polymixa : Menghasilkan senyawa polymixin yang berperan untuk  keseimbangan populasi plankton
5. Bacillus coagulans : Membentuk bio koagulan dan menstabilkan system bioflok dalam perairan tambak
6. Bacillus cereus : Menghasilkan metabolt sekunder cerein yang mampu mencegah blooming plankton Blue Green Algae (BGA) dan Dinoflagellate
7. Bacillus megaterium : Menghasilkan senyawa antibakteri megacin yang menghambat pertumbuhan mikroba pathogen
8. Bacillus alvei : Membentuk biofilm untuk menstabilkan system heterotrof pada kolam budidaya
9. Bacillus amyloliquefaciens : Menghasilkan enzim amylase dan lipase untuk menguraikan sisa karbohidrat dan lemak dari pakan
10. Bacillus brevis : Menghasilkan enzim hidrolitik untuk menghidrolisis neurotoxin Vibrio spp.
11. Bacillus circulans : Menyerap ammonia dan memperlancar siklus penguraian limbah protein dasar lumpur
12. Bacillus firmus: Menghasilkan enzim hidrolitik untuk menghidrolisis racun geosmin dari BGA
13. Bacillus pumilus: Menghasilkan enzim proteolityc peptidase yang memutuskan ikatan peptida selubung virus, sehingga menghambat perkembangan virus
13. Lactobacillus bulgaricus : Menghasilkan  enzim ekstra seluler seperti,endo amilase, mananase, selulase dan ?-glaktosidase yang dapat memperbaiki proses pencernaan
14. Lactobacillus lactis: Membantu proses pencernaan, membentuk biofilm PHA, sebagai bioremediasi dan biokontrol terhadap pathogen.
15. Lactobacillus plantarum : Menghasilkan asam laktat dan katalase untuk memperbaiki system pencernaan udang, memperbaiki dasar tambak secara anaerob, mencegah konsumsi oksigen  berlebihan didasar kolam
16. Lactobacillus casei : Membentuk koloni-koloni bakteri menguntungkan pada dinding saluran pencernaan sehingga menghalangi infeksi penyakit
17. Lactobacillus acidophilus : Menghasilkan senyawa asam-asam organic yang mampu menghambat perkembangan bibit penyakit di saluran pencernaan
18. Lactobacillus rhamnosus : Menfermentasi bahan organik didasar tambak secara anaerob, sehingga mengurangi produksi gas-gas beracun dari dasar tambak
19. Lactobacillus brevis : Menghasilkan senyawa-senyawa adjuvant polisakarida yang mampu memicu system kekebalan tubuh udang.

Saturday, January 12, 2019

Peluang Bisnis Gula Singkong



Jual Enzim alfa amylase, gluco amylase
087731375234

Indonesia adalah salah satu negara penghasil singkong yang cukup besar di dunia. Indonesia memiliki berbagai macam varietas jenis singkong dengan kualitas yang cukup bagus. Singkong telah banyak diolah menjadi berbagai macam produk diantaranya adalah; tapioka, mocaf, nata de cassava, bioetanol, gula cair (glukosa), pakan ternak, aneka makanan camilan. Produksi singkong hampir tersebar di seluruh Indonesia. Potensi komoditas singkong sebagai bahan baku industri harus terus dikembangkan. Penemuan teknologi proses mengolah singkong menjadi gula cair berupa glukosa merupakan peluang bisnis yang menjanjikan, serta akan mengurangi ketergantungan gula impor. Gula merupakan salah satu kebutuhan mendasar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan industri yang terus berkembang. Permintaan gula semakin meningkat dari tahun ke tahun, sedangkan produksi gula yang umumnya didominasi gula tebu, produktifitasnya semakin menurun. Sehingga perlu dicarikan alternatif gula subtitusi yang ketersediaan bahan baku nya melimpah dan efesien.
Glukosa, suatu gula monosakarida, adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan. Glukosa merupakan salah satu hasil utama fotosintesis dan awal bagi respirasi. Bentuk alami (D-glukosa) disebut jugadekstrosa, terutama pada industri pangan. Glukosa (C6H12O6, berat molekul 180.18) adalah heksosa—monosakarida yang mengandung enam atom karbon. Glukosa merupakan aldehida (mengandung gugus -CHO).

Secara umum, proses pembuatan gula cair  terdiri atas dua tahap yaitu: tahap likuifikasi dan sakarifikasi dengan menggunakan enzim. Likuifikasi merupakan pemecahan pati menjadi dekstrin dengan bantuan enzim alfa-amilase.Sedangkan sakarifikasi berupa penguraian dekstrin menjadi glukosa dengan enzim amiloglukosidase.Pada tahap likuifikasi, tapioka dicampur air dengan perbandingantiga liter air 1 Kg tapioka, sambil diaduk rata tambahkan1 ml enzim alfa-amilase per kg pati tapioka, panaskan pada suhu 95-105 oC. Tingkat keasaman larutan juga dipertahankan pada pH 6,0-6,5.

Proses selanjutnya adalah sakarifikasi yang berlangsung selama 76 jam yaitu dengan mendinginkan media larutan hingga suhu 60oC, kemudian tambahkan 1 ml enzim amiloglukosidase per kg pati. Arang aktif mampu mengikat, menggumpalkan, dan mengendapkan kotoran-kotoran yang terdapat dalam gula cair.Selain itu arang aktif berfungsi menghentikan aktivitas enzim.Setelah itu lakukan penyaringan untuk memisahkan gula cair dengan karbon aktif dan endapan kotoran. Penyaringan bertujuan menghasilkan gula cair dengan tingkat kejernihan 93%.Bila belum tercapai, ulangi kembali penyaringan.

Tahap terakhir adalah evaporasi.Produsen memasukkan gula cair yang telah melewati tabung penukar ion itu ke dalam evaporator untuk meningkatkan kemurnian gula. Proses evaporasi berlangsung pada suhu 50-60oC. Indikasi evaporasi selesai ketika gula cair berhenti menetes dari pipa evaporator. Dengan pemurnian itu kadar kemanisan gula cair meningkat, semula 30-36o briks menjadi 60-80o briks.
Tahapan Proses Membuat Gula Cair Bahan Baku Singkong
Larutkan tepung tapioka dalam air dengan perbandingan 1 : 3.
Panaskan pada suhu 95-105oC dan tambahkan 0,8 ml enzim alfa-amilase per kg pati sembari diaduk rata.
Setelah mendidih, turunkansuhu larutan hingga bersuhu 60oC. Kemudian tambahkan 1 ml enzim amiloglukosidase per kg pati. Diamkan larutan selama 76 jam hingga menjadi cairan gula.
Tambahkan 0,5-1% arang aktif per kg pati ke dalam gula cair untuk mengikat, menggumpalkan, dan mengendapkan pati, serta menghentikan aktivitas enzim.
Lakukan penyaringan larutan untuk memisahkan gula cair dari karbon aktif dan kotoran sehingga tingkat kejernihan gula 93%. Bila belum tercapai, ulangi kembali pemucatan dan penyaringan.
Alirkan gula cair melalui tabung berisi penukar ion untuk mengikat dan memisahkan ion-ion logam dan kotoran dalam gula cair. Tabung penukar ion terdiri atas 3 tabung masing-masing berisi resin kation, kation, dan campuran anion dan kation.
Evaporasi gula ke dalam evaporator untuk meningkatkan kadar gula. Proses evaporasi berlangsung pada suhu 50-60oC.

Peluang Bisnis Bioetanol





Jual Enzim alfa amylase, gluco amylase
087731375234

Bioetanol adalah merupakan etanol (etil alkohol) yang proses produksinya menggunakan bahan baku alami dan proses biologis. Sedangkan etanol sintetik diperoleh dari sintesis kimiawi senyawa hidrokarbon. Etanol yang digunakan sebagai bahan bakar kendaraan memiliki struktur kimia yang persis sama dengan etanol yang ditemukan pada minuman keras. Etanol yang digunakan untuk bahan bakar disebut dengan Fuel Grade Ethanol (FGE) dengan tingkat kemurnian 99.5%.
Rumus molekul etanol adalah C2H5OH atau rumus empiris C2H6O atau rumus bangunnya CH3-CH2-OH. (Bio)Etanol merupakan bagian dari kelompok metil (CH3-) yang terangkai pada kelompok metilen (-CH2-) dan terangkai dengan kelompok hidroksil (-OH). Secara umum akronim dari (Bio)Etanol adalah EtOH (Ethyl-(OH)). (Bio)Etanol tidak berwarna dan tidak berasa tapi memilki bau yang khas. Bahan ini dapat memabukkan jika diminum. Karena sifatnya yang tidak beracun bahan ini banyak dipakai sebagai pelarut dalam dunia farmasi dan industri makanan dan minuman.
Saat ini (Bio)Etanol dipakai secara luas di Brazil dan Amerika Serikat. Semua kendaraan bermotor di Brazil, saat ini menggunakan bahan bakar yang mengandung paling sedikit kadar ethanol sebesar 20 %. Pertengahan 1980, lebih dari 90 % dari mobil baru, dirancang untuk memakai (Bio)Etanol murni. Di Amerika Serikat, lebih dari 1 trilyun mil telah ditempuh oleh kendaraan bermotor yang menggunakan BBM dengan kandungan (Bio)Etanol sebesar 10 % dan kendaraan FFV (Flexible Fuel Vehicle) yang menggunakan BBM dengan kandungan 85 % (Bio)Etanol. Penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar, sebenarnya telah lama dikenal. Seperti telah disebutkan diatas bahwa pada tahun 1880-an Henry Ford membuat mobil quadrycycle dan sejak tahun 1908 mobil Ford model T telah dapat menggunakan (Bio)etanol sebagai bahan bakarnya. Namun penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar nabati kurang ditanggapi pada waktu tersebut, karena keberadaan bahan bakar minyak yang murah dan melimpah. Saat ini pasokan bahan bakar minyak semakin menyusut ditambah lagi dengan harga minyak dunia yang melambung membuat (Bio)Etanol semakin diperhitungkan.
(Bio)Etanol dapat digunakan pada kendaraan bermotor, tanpa mengubah mekanisme kerja mesin jika dicampur dengan bensin dengan kadar (Bio)Etanol lebih dari 99,5%. Perbandingan (Bio)Etanol pada umumnya di Indonesia baru penambahan 10% dari total bahan bakar. Pencampuran (Bio)Etanol absolut sebanyak 10 % dengan bensin (90%), sering disebut Gasohol E-10. Gasohol singkatan dari gasoline (bensin) dan (Bio)Etanol. (Bio)Etanol absolut memiliki angka oktan (ON) 117, sedangkan Premium hanya 87-88. Gasohol E-10 secara proporsional memiliki ON 92 atau setara Pertamax. Pada komposisi ini bioetanol dikenal sebagai octan enhancer (aditif) yang paling ramah lingkungan dan di negara-negara maju telah menggeser penggunaan Tetra Ethyl Lead (TEL) maupun Methyl Tertiary Buthyl Ether (MTBE).
Bahan baku yang digunakan untuk produksi bioetanol dapat menggunakan glukosa. Gula (glukosa) merupakan bentuk bahan baku yang paling sederhana dengan rumus kimia C6H12O6 , berbeda dengan pengertian gula sehari-hari yang mengandung sukrosa, laktosa dan fruktosa. Gula dapat diperoleh dari tebu (sugar cane) melalui hasil sampingan produksinya berupa tetes (molases). Sebagai bahan baku bioetanol, glukosa dapat langsung digunakan dalam proses pembuatan bioetanol.
Glukosa dapat dihasilkan dari bahan yang mengandung pati tinggi seperti jagung,  singkong, sagu dan umbi-umbian lainnya yang mengandung karbohidrat. Rumus kimia dari pati adalah (C6H10O5)n dengan jumlah n antara 40 – 3.000. Sebagai bahan baku bioetanol, pati membutuhkan proses untuk memecah ikatan kimianya menjadi glukosa. untuk memecah pati menjadi glukosa digunakan enzim alfa amylase dan gluco amylase. Enzim alfa amylase berperan untuk proses likuifikasi yaitu memecah pati menjadi dekstrin, sedangkan gluco amylase berfungsi memecah dekstrin menjadi glukosa (sakarifikasi) yang memiliki rasa manis. Penggunaan bahan pati sebagai bahan baku bioetanol secara umum akan bersaing dengan cadangan pangan bagi manusia, yang pada akhirnya akan meningkatkan harga bahan pangan.
Bahan baku pembuatan bioetanol juga bisa dengan memanfaatkan biomasa berasal dari selulosa. Selulosa merupakan polisakarida dengan rumus kimia (C6H10O5)n, dengan jumlah n ribuan hingga lebih dari puluhan ribu, yang membentuk dinding tanaman dan kayu. Selulosa merupakan senyawa organik yang paling banyak jumlahnya di muka bumi. Sekitar 1/3 komposisi tanaman adalah selulosa yang tidak tercerna oleh manusia. Karena tidak bersaing dengan bahan pangan, maka selulosa diperkirakan akan mendominasi bahan baku bioetanol di masa mendatang. Sebagai bahan baku bioetanol, selulosa membutuhkan pengolahan awal yang lebih intensif dibandingkan dengan bahan baku lain. Bahan mengandung selolase diantaranya jerami padi, kulit kacang, tongkol jagung, dan lain-lain. Bahan-bahan tersebut ketersediaannya cukup melimpah yang masih belum dimanfaatkan secara baik untuk menghasilkan produk bernilai ekonomis tinggi. Bahan tersebu sebelum diproses sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu, kemudian digiling menjadi tepung.
Untuk melakukan proses hydrolysis (merubah struktur selulosa menjadi glukosa) dapat ditempuh menggunakan penambahan asam yang dilarutkan pada suhu dan tekanan tinggi. Proses tersebut membutuhkan energi yang cukup besar sehingga net energy gain yang dihasilkan menurun. Selain itu kondisi yang asam akan menggangu proses fermentasi lanjutan, sehingga dibutuhkan proses perantara untuk menetralkan keasaman. Selain cara tersebut, juga dapat dilakukan dengan menggunakan enzim celulose, melalui proses pemanasan maka bahan selulosa tersebut dengan penambahan enzim celelose dan air, maka dihasilkan glukosa yang selanjutnya difermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae.
Bahan baku harus melalui proses pre-treatment dengan tujuan untuk meningkatkan kandungan glukosa bahan semaksimal mungkin sebelum memasuki tahap fermentasi. Kandungan glukosa ditingkatkan dengan merubah bentuk gula kompleks (polisakarida) menjadi gula sederhana. Proses pre-treatment sangat bergantung dari tipe bahan baku yang digunakan. Proses produksi bioetanol dilakukan melalui proses fermentasi yang menghasilkan alkohol dengan kadar rendah. Proses fermentasi merubah bahan baku glukosa menjadi alkohol dan residu karbon dioksida. Pada proses tersebut dibutuhkan bantuan ragi saccharomyces cerevisae dengan persamaan kimia sebagai berikut:
C6H12O6 → 2 CH3CH2OH + 2 CO2
Proses fermentasi menghasilkan alkohol dengan kadar maksimal hanya 7 – 9% ( 15% jika menggunakan strain ragi yang paling tahan alkohol). Untuk meningkatkan kadar etanol hingga mencapai Fuel Grade Ethanol (FGE) 99.5% dibutuhkan proses penyulingan (distillation) dan dehidrasi (dehydration). Proses penyulingan akan menghasilkan etanol dengan kadar maksimum 95.6% dan tidak bisa ditingkatkan lagi karena sifat azeotrope larutan etanol-air.
Untuk meningkatkan konsentrasi etanol hingga mencapai FGE dilakukan proses dehidrasi dengan beberapa metode antara lain:
1. Azeotropic Distillation
Penambahan benzene pada larutan alkohol-air untuk menghilangkan sifat larutan azeotrope. Dibutuhkan proses tambahan untuk memisahkan benzene dari larutan alkohol.
2. Molecular Sieve
Penambahan zat adsorbent untuk memerangkap air dari larutan etanol-air. Zat adsorbent yang jamak digunakan antara lain zeolite. Dalam proses yang lebih sederhana dapat digunakan kapur gamping (CaO) bubuk yang dilarutkan dalam larutan etanol-air.
3. Membrane Pervaporation
Proses pervaporation menggunakan membran porous atau non-porous untuk memfilter fase gas dari larutan azeotrope alkohol-air. Proses ini diklaim mengonsumsi energi relatif rendah karena memanfaatkan tekanan dan suhu rendah.

Sunday, December 2, 2018

Prospek Berbisnis Kopi





Kopi adalah salah satu komoditas pertanian yang sangat digemari di seluruh dunia. Selain cita rasa nya yang nikmat dan mengusir rasa kantuk, minum kopi telah menjadi tradisi yang kuat bagi banyak kalangan merekatkan nilai-nilai kekeluargaan, kebersama antara teman bisnis, keluarga, teman ngobrol, dan lain-lain. Oleh karena itu, kopi telah menjadi komoditas unggulan semenjak dahulu hingga sekarang. Oleh karena itu, kopi merupakan bisnis yang sangat menjanjikan karena memiliki nilai ekonomis tinggi dan diminati banyak kalangan. Selain itu, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi yang cukup besar sehingga ketersediaannya cukup melimpah. Wilayah subtropis dan tropis merupakan lokasi yang baik untuk budidaya kopi.

Jenis kopi yang paling banyak digunakan adalah jenis kopi arabika dan robusta, masing-masing biji kopi memiliki cita rasa tersendiri dari daerah asalnya masing-masing. Kopi arabika hanya dapat tumbuh pada negara-negara yang beriklim tropis dan sub-tropis di ketinggian 600 – 2000 m diatas permukaan laut dengan suhu rata-rata  yang berkisar antara 18°C-26°C. Kopi Robusta memiliki cita rasa yang lebih pahit dan memiliki rasa asam. Selain itu kopi robusta lebih tahan terhadap hama dan penyakit tanaman lainnya. Kopi robusta relatif lebih bisa tumbuh diberbagai daerah dibandingkan dengan arabika. Kopi arabika juga memiliki rasa yang lebih ringan dan tidak asam seperti robusta. Dengan rasa yang lebih ringan ini membuat kopi arabika lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat.

Jika kita ingin berbisnis mengolah kopi, sebaiknya kita belajar dahulu bagaimana mengolah kopi yang baik dan benar. Ada beberapa cara dalam mengolah minuman kopi, dari cara yang tradisional sampai ke cara yang lebih modern dengan menggunakan teknologi. Pada awal jaman ditemukannya kopi pertama kali, kopi dikonsumsi dengan cara dimakan bersama lemak hewan dan anggur. Nah, setelah kopi sampai di daratan Arab pengolahan kopi mulai berubah, pada saat itu orang-orang Arab mengkonsumsinya dengan cara merebusnya terlebih dahulu lalu diminum. Ada dua cara penyajian kopi yang umum dilakukan yaitu sebagai berikut:
1.) Kopi Seduh atau yang kita lebih kenal dengan kopi tubruk merupakan jenis pengolahan yang paling umum digunakan dalam mengolah minuman kopi. Cara membuat kopi tubruk sangatlah mudah dan semua orang dapat melakukannya, hanya dengan menuangkan bubuk kopi kedalam gelas lalu diseduh dengan air panas. Sisi negatif dalam membuat kopi tubruk adalah dengan ampasnya, dimana setelah kita olah tidak dapat langsung dikonsumsi dan harus menunggu sampai ampasnya turun. Tapi kopi tubruk juga dapat disajikan dengan gelas presser yang berguna untuk menyaring ampas kopi tersebut.
2.) Mungkin yang satu ini agak kedengaran asing, yaitu Espresso Brewing. Cara ini merupakan sebuah jenis pengolahan kopi menggunakan mesin bertekanan tinggi yang mengekstraksi kopi yang menghasilkan intisari kopi dan crema. Jenis pengolahan ini sering kita jumpai apabila kita datang ke sebuah cafe ataupun coffee shop dimana pengolahannya menggunakan mesin espresso. Espresso juga memiliki cita rasa serta kualitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan kopi tubruk dan tidak memiliki ampas. Tidak semua orang dapat mengoperasikan serta mengolah kopi dengan mesin espresso, harus memiliki keahlian jika ingin teknik pengolahan ini. Orang yang dapat mengoperasikan mesin espresso disebut sebagai Barista, tidak hanya sebagai sebutan Barista juga telah menjadi deskripsi pekerjaan pada zaman ini.
Pengolahan Kopi Biji menjadi Kopi Bubuk Arabika
1. Pengupasan Kulit Ari (Kulit Tanduk)
Pemisahan ini bertujuan untuk memisahkan biji kopi yang sudah kering dari kulit tanduk dan kulit ari. Proses ini bisa kita kerjakan dengan manual atau agar hasil yang didapat lebih optimal bisa dengan menggunakan mesin pengupas biji kopi.
Sortasi Biji Cacat
Tahap ini dilakukan dengan tujuan untuk membersihkan kopi dari kopi berkulit tanduk dan juga dari kotoran seperti pasir, kerikil, ataupun kotoran lainnya yang masih menempel.
Penyangraian
Kunci dari pengolahan kopi bubuk itu terletak pada proses penyangraiannya. Pernyangraian ini bertujuan untuk mendapatkan biji kopi yang berwarna cokelat kehitaman. Proses penyangraian ini bisa dilakukan dengan cara yang cukup sederhana, yaitu dengan menggunakan wajan penggoreng dengan api sedang. Selanjutnya kopi didinginkan dan dihamparkan pada sebuah tampi dan dibiarkan sampai kopi benar-benar dingin.
Penggilingan Pertama
Setelah biji kopi sudah menjadi dingin, langkah selanjutnya yaitu penggilingan, proses penggilingan ini bertujuan untuk mendapatkan bubuk kopi, bisa dilakukan dengan menggunakan mesin penggiling biji kopi.
Penggilingan Kedua
Penggilingan biji kopi yang kedua ini bertujuan agar bubuk kopi yang dihasilkan bisa menjadi lebih halus secara sempurna. Penggilingan yang kedua ini bisa dilakukan dengan menggunakan mesin yang sama.
Pengayakan
Pengayakan kopi dilakukan untuk menyaring kopi bubuk yang telah digiling oleh mesin. Pengayakan dilakukan menggunakan ayakan manual terbuat dari plastik. Untuk mendapat hasil pengolahan yang optimal. Proses pengolahan kopi bubuk sebaiknya dilakukan secara kelompok. Unit produksinya diharapkan menjadi salah satu bagian integral dari kegiatan pengolahan produk primernya sehingga pasakon bahan baku terjamin.
Semoga Sukses…

Mengenal Bakteri Pembuatan Yogurt


Jual Aneka Mikroba Untuk Riset dan Industri
087731375234



Yogurt merupakan produk yang dihasilkan dari fermentasi susu. Selain kaya akan energi, yogurt juga mengandung karbohidrat, gula, protein, vitamin A, vitamin B2, serta kalsium. Banyak manfaat kesehatan yang bisa didapat dari yogurt, diantaranya mengatasi infeksi saluran pencernaan, membantu program penurunan berat badan, serta menjaga kesehatan gusi. Yogurt mengandung bakteri baik yang bermanfaat untuk kesehatan saluran pencernaan.  Berikut adalah beberapa jenis bakteri yang ada dalam yogurt:
1. Streptococcus Thermophilus
Streptococcus thermophilus atau Streptococcus thermophilus subsp salivarius merupakan bakteri streptococcus non-sporous, non-patogenik, dan non-motile. Jenis bakteri ini sering ditemukan pada produk fermentasi susu. Streptococcus thermophilus biasanya digunakan untuk memproduksi yogurt, keju, susu, maupun produk susu lainnya. Bakteri streptococcus bermanfaat untuk meredakan gejala intoleransi laktosa, menurunkan asam lambung, dan gangguan pencernaan lainnya. Streptococcus thermophilus menghasilkan ATP (adenosin trifosfat) dari respirasi serta menghasilkan senyawa nitrogen dari hidrolisis protein susu.
2. Lactobacillus Delbrueckii Subspecies Bulgaricus
Lactobacillus delbrueckii subspesies bulgaricus (kadang-kadang disebut sebagai Lactobacillus bulgaricus) adalah bakteri yogurt yang memfermentasi laktosa untuk menghasilkan asam laktat. Bakteri ini memfermentasi susu untuk menghasilkan asetaldehida, yang memberikan aroma khas yoghurt. Kultur bakteri Lactobacillus delbrueckii subspesies bulgaricus yang masih hidup biasanya digunakan untuk memproduksi berbagai jenis yoghurt, termasuk yogurt reguler, yogurt organik, yogurt kefir, yogurt Yunani, dan yogurt Bulgaria. Mikroorganisme menguntungkan ini membantu memecah laktosa, membantu perkembangan bakteri baik lainnya, mempertahankan kekebalan terhadap penyakit, mengelola kadar kolesterol, serta efektif dalam proses metabolisme lipid.  Lactobacillus bulgaricus juga menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen berbahaya pada saluran pencernaan.
3. Lactobacillus Acidophilus
Lactobacillus acidophilus adalah bakteri menguntungkan yang ada secara alami di dalam mulut serta saluran pencernaan hewan dan manusia. Bakteri ini digunakan secara komersial untuk memproduksi yogurt acidophilus.  Acidophilus adalah jenis bakteri yogurt yang bermanfaat menurunkan perut kembung, bau mulut, memperbaiki kerusakan pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh antibiotik, serta menjaga kesehatan dan kebersihan usus. Lactobacillus acidophilus juga digunakan untuk memproduksi susu acidophilus manis, yang diresepkan untuk pasien intoleransi laktosa. Bakteri ini juga bisa ditambahkan ke dalam susu untuk mengurangi tingkat pH.
4. Bifidobacterium
Bifidobacterium adalah bakteri probiotik yang bersifat non-motil dan anaerob yang sering ditambahkan dalam yogurt, makanan penutup beku (frozen dessert), susu bubuk, dan buttermilk. Bifidobacterium merupakan jenis bakteri asam laktat dan secara alami terdapat di saluran pencernaan manusia. Bifidobacterium membantu mengurangi efek samping dan kerusakan yang disebabkan oleh antibiotik, melancarkan buang air besar, pengobatan diare yang disebabkan oleh antibiotik, mempertahankan keseimbangan pH usus, menghambat pertumbuhan bakteri penghasil nitrat di usus besar, serta mensintesis vitamin B-kompleks.

Monday, November 12, 2018

Peluang Bisnis Mengolah Singkong Menjadi Glukosa




Jual Enzim alfa amylase, gluko amylase
087731375234

Glukosa adalah salah satu gula monosakarida merupakan sumber karbohidrat yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan. Glukosa merupakan salah satu hasil utama fotosintesis dan awal bagi respirasi. Bentuk alami (D-glukosa) disebut jugadekstrosa, terutama pada industri pangan. Glukosa (C6H12O6, berat molekul 180.18) adalah heksosa monosakarida yang mengandung enam atom karbon. Glukosa merupakan aldehida (mengandung gugus -CHO).

Proses pembuatan gula cair  terdiri atas dua tahap yaitu: tahap likuifikasi dan sakarifikasi dengan menggunakan enzim. Likuifikasi merupakan pemecahan pati menjadi dekstrin dengan bantuan enzim alfa-amilase.Sedangkan sakarifikasi berupa penguraian dekstrin menjadi glukosa dengan enzim amiloglukosidase.Pada tahap likuifikasi, tapioka dicampur air dengan perbandingantiga liter air 1 Kg tapioka, sambil diaduk rata tambahkan1 ml enzim alfa-amilase per kg pati tapioka, panaskan pada suhu 95-105 oC. Tingkat keasaman larutan juga dipertahankan pada pH 6,0-6,5.

Proses selanjutnya adalah sakarifikasi yang berlangsung selama 76 jam yaitu dengan mendinginkan media larutan hingga suhu 60oC, kemudian tambahkan 1 ml enzim amiloglukosidase per kg pati. Arang aktif mampu mengikat, menggumpalkan, dan mengendapkan kotoran-kotoran yang terdapat dalam gula cair.Selain itu arang aktif berfungsi menghentikan aktivitas enzim.Setelah itu lakukan penyaringan untuk memisahkan gula cair dengan karbon aktif dan endapan kotoran. Penyaringan bertujuan menghasilkan gula cair dengan tingkat kejernihan 93%.Bila belum tercapai, ulangi kembali penyaringan.

Tahap terakhir adalah evaporasi.Produsen memasukkan gula cair yang telah melewati tabung penukar ion itu ke dalam evaporator untuk meningkatkan kemurnian gula. Proses evaporasi berlangsung pada suhu 50-60oC. Indikasi evaporasi selesai ketika gula cair berhenti menetes dari pipa evaporator. Dengan pemurnian itu kadar kemanisan gula cair meningkat, semula 30-36o briks menjadi 60-80o briks.
Tahapan Proses Membuat Gula Cair Bahan Baku Singkong
1.      Larutkan tepung tapioka dalam air dengan perbandingan 1 : 3.
2.      Panaskan pada suhu 95-105oC dan tambahkan 0,8 ml enzim alfa-amilase per kg pati sembari diaduk rata.
3.      Setelah mendidih, turunkansuhu larutan hingga bersuhu 60oC. Kemudian tambahkan 1 ml enzim amiloglukosidase per kg pati. Diamkan larutan selama 76 jam hingga menjadi cairan gula.
4.      Tambahkan 0,5-1% arang aktif per kg pati ke dalam gula cair untuk mengikat, menggumpalkan, dan mengendapkan pati, serta menghentikan aktivitas enzim.
5.      Lakukan penyaringan larutan untuk memisahkan gula cair dari karbon aktif dan kotoran sehingga tingkat kejernihan gula 93%. Bila belum tercapai, ulangi kembali pemucatan dan penyaringan.
6.      Alirkan gula cair melalui tabung berisi penukar ion untuk mengikat dan memisahkan ion-ion logam dan kotoran dalam gula cair. Tabung penukar ion terdiri atas 3 tabung masing-masing berisi resin kation, kation, dan campuran anion dan kation.
7.      Evaporasi gula ke dalam evaporator untuk meningkatkan kadar gula. Proses evaporasi berlangsung pada suhu 50-60oC.

Wednesday, October 24, 2018

Peluang Bisnis Kecap







Jual Ragi Kecap (Aspergillus sojae, Aspergillus oryzae)
087731375234


Kecap merupakan bumbu masakan penambah cita rasa yang sangat digemari banyak kalangan.  Kecap dapat diolah dari berbagai macam jenis bahan, antara lain adalah; kedelai hitam, kedelai kuning, kacang benguk, air kelapa dan lain-lain. Namun, kecap dengan bahan baku kedelai hitam memiliki cita rasa yang lebih nikmat dan tampilan lebih menarik. Proses pembuatan kecap melibatkan pemanfaatan bioteknologi, dengan memanfaatkan kapang Aspergillus oryzae, Aspergillus sojae, Aspergillus wenti, Rhizophus olygosporus. Proses pembuatan kecap cukup lama, proses fermentasi dengan kapan kurang lebih berlangsung 2-3 hari, sedangkan proses fermentasi selanjutnya dalam larutan garam 25% kurang lebih 3-6 bulanan. Proses fermentasi yang cukup lama bertujuan untuk menghasilkan cita rasa yang nikmat dan aroma yang lebih menarik.

Produk kecap memiliki pangsa pasar dan permintaan yang sangat besar baik dalam negeri maupun luar negeri. Di Indonesia terdapat banyak produk kecap dengan berbagai cita rasa dan kemasan yang diproduksi oleh produsen besar atau home industri. Produk kecap di Indonesia masih didominasi oleh produsen besar. Cita rasa, harga, dan kemasan sangat mempengaruhi dalam persaingan produk kecap. Oleh karena itu produsen kecap harus memiliki inovasi untuk menghasil cita rasa kecap yang disukai konsumen, tampilan yang menarik serta harga yang bersaing. Produsen besar atau produsen skala home industri memiliki peluang yang sama untuk menghasilkan produk kecap yang disukai konsumen, karena proses pembuatan kecap mudah dan tidak memerlukan teknologi yang terlalu tinggi, hanya saja diperlukan inovasi yang terus menerus.



Bagi yang tertarik untuk berwirausaha produk kecap maka penting sekali mengetahui cara membuat kecap yang nikmat, dan analisa kelayakan usaha baik asperk pasar dan ekonominya. Berikuti ini adalah Proses pembuatan kecap adala sebagai berikut:
sortasi kedelai
perendaman kedelai 3-5 jam
perebusan atau pengukusana
penirisan
inokulasi dengan Kapang
fermentasi 2-3 hari
Fermentasi dengan larutan garam 25% selama 3 bulanan
Pemasakan dengan bumbu-bumbu yang dihaluskan (garam, bawang putih, lengkuas, salam, sereh, dll) dan tambahkan gula merah dengan kualitas baik, diaduk hingga mengental.
penyaringan dan pengemasan.

Demikian proses pembuatan kecap manis secara sederhana, semoga bermanfaat.

Thursday, October 18, 2018

Peluang Bisnis Menjanjikan: Mengolah Air Kelapa Menjadi Nata De Coco








Jual Bibit Nata De Coco (Acetobacter xylinum)
087731375234

Peluang bisnis nata de coco cukup menjajikan, saat ini berbagai aneka produk nata de coco di pasaran  cukup banyak dengan berbagai variasi cita rasa, baik diproduksi produsen skala besar atau home industri. Hal ini menunjukan bahwa pangsa pasar produk nata de coco cukup besar. Beberapa produk nata de coco telah menembus pasar manca negara. Permintaan nata de coco meningkat umumnya pada musim panas, bulan puasa dan lebaran. Nata de coco dapat diolah menjadi minuman kemasan siap saji yang lezat dan nikmat. Pemasaran relatif mudah dengan kerjasama dengan warung, took, atau supermarket. Selain itu, kita juga dapat menjadi pemasok nata de coco setengah jadi berupa lembaran atau potongan yang disuplai ke pabrik minuman kemasan skala besar seperti Garuda Food, Wong Coco, Inaco, dan lain-lain.

Jika anda tertarik untuk berwirausaha nata de coco, maka penting sekali untuk menguasai teknik produksi membuat nata de coco. Membuat nata de coco tidak lah sulit. Usaha nata de coco dapat dikerjakan dalam skala rumah tangga dan modal yang tidak terlalu besar. Proses produksi nata de coco adalah meliputi dari penerimaan bahan baku air kelapa sampai menjadi produk setengah jadi atau menjadi produk siap saji. Proses Produksi nata de coco dapat dilakukan setelah bibit Acetobacter xylinum diperbanyak sesuai kebutuhan rencana produksi. Proses produksi nata de coco adalah sebagai berikut:

a). Bahan Baku Dan Bahan Pembantu
1. Air kelapa 50 liter
2. Gula pasir 200 gr 
 3. Asam asetat 200 ml



b). Peralatan
Nampan ukuran 34 x 27 x 5 cm, 2000 nampan.
Timbangan kapasitas 1000 gr untuk menimbang bahan di bawah 1000 gr.
Tungku berbahan bakar kayu.
Corong plastik  untuk memasukkan air kelapa dan minyak tanah.
Saringan plastik diameter 30 cm, untuk memisahkan kotoran.
Panci stainless kapasitas 50 liter, 4 buah untuk merebus media air kelapa.
Bak plastik kapasitas 30 liter  6 buah untuk  penampung nata.
Kertas koran ukuran 36 x 28 cm 50 Digunakan menutup nampan selama fermentasi.
Gelas ukur plastik kapasitas 1 liter sebagai alat ukur volume untuk  menuang cairan ke dalam nampan.
Kain lap untuk membersihkan nampan.
Karet ban sesuai ukuran nampan untuk mengikat koran pada loyang
Karet gelang untuk mengikat loyang agar koran tidak menempel di media.
Pengaduk kayu  untuk mengaduk air kelapa pada  saat perebusan.

c). Prosedur Kerja  
Siapkan nampan yang akan digunakan dan telah disterilkan terlebih dulu dengan dijemur hingga kering. Kemudian nampan tersebut ditutup koran dan diikat dengan tali karet ban dan disusun pada rak-rak, bisa ditumpuk 5 sampai 7 nampan.
Air kelapa yang akan digunakan disaring dengan menggunakan saringan untuk memisahkan kontaminan berupa material fisik. Air kelapa yang baik pH 3-4.
Masukan  air kelapa sebanyak 50 liter ke dalam panci.
Rebus air kelapa sampai mendidih. Buang busa yang terbentuk selama pemanasan.
Setelah mendidih tambahkan bahan-bahan pembantu gula pasir, dan  terakhir asam cuka pekat sampai larutan mencapai keasaman pH 3-4.
Kemudian larutan tersebut dalam keadaan panas dituangkan ke dalam nampan yang telah disterilkan dan telah ditutup koran diikat tali karet ban.
Setelah media air kelapa dingin (suhu kamar) kira-kira 7 jam, ditambahkan stater Acetobacter xylinum sebanyak 120 ml untuk tiap nampan yang berisi 1,2 liter larutan dan wadah ditutup kembali dengan koran. Inkubasi dilakukan selama 7-8 hari dalam ruangan yang telah dikondisikan suhu, kelembaban dan kebersihan lingkungannya. Ruang fermentasi diusahakan tertutup, kering dan tidak ada aktivitas orang lalu lalang. Pada saat inkubasi inilah terjadi proses fermentasi, yaitu terbentuknya lapisan nata dipermukaan media larutan.

Setelah proses inkubasi selama 7-8 hari, kemudian dilakukan pemanenan. Ketebalan nata dapat mencapai 1-1,5 cm. Dalam kondisi normal fermentasi selama 8 hari sudah mencapai ketebalan yang dimaksud. Nata lempeng dipisahkan dari nampan ditampung sementara dengan menggunakan ember. Media yang tidak jadi atau atau berjamur dipisahkan langsung dengan menggunakan wadah yang berbeda. Cairan nata yang tidak jadi dan tercemar jamur segera dibuang jauh dari ruang fermentasi. Kriteria keberhasilan dalam pembuatan nata yaitu terbentuknya nata berwarna putih kekuningan, tidak terdapat jamur dan noda dengan ketebalan 1-1.5 cm, permukaan sempurna/ tidak cacat, cairan dalam nampan hampir tidak ada.

Sortasi atau pemisahan nata berdasarkan kualitas. Sortasi dilakukan sebelum lembaran nata tersebut dimasukan dalam wadah penampungan. Jangan mencampurkan nata yang bagus dengan yang jelek. Nata yang terkontaminsasi dengan jamur, berlubang, tipis dipisahkan sendiri. Nata yang terkontaminasi jamur dapat menjalar mengkontaminasi lebih luas. Lapisan tipis yang terdapat di lembaran nata selanjutnya dibersihkan dengan cara mengerok dengan pisau.
Penyimpanan nata dalam bak atau drum plastik dengan menambahkan air kurang lebih 20% volume bak atau drum plastik tersebut.  Selama penyimpanan hindari terkena cahaya matahari secara langsung, terkontaminasi dengan bahan kimia berbahaya, kekurangan air. Nata yang tidak terendam selama penyimpanan, pada permukaannya ditumbuhi jamur dan akan menyebabkan kebusukan.
Nata lembaran dipotong-potong dengan bentuk dadu, serut, atau bubble dapat menggunakan mesin pemotong jika kapasitas besar, atau dengan menggunakan pisau atau gunting untuk skala home industri.
Jika akan disajikan atau dikemas sebagai minuman sirup nata de coco,  nata potongan tersebut direbus 2-3 kali, air rebusan dibuang hingga bau menjadi netral. Nata potongan tersebut siap disajikan bersama sirup atau sebagai produk olahan lainnya.

Tuesday, October 9, 2018

Mencegah Bahaya Kontaminasi Logam Berat Pada Produk Pangan





Menerima Jasa Uji Lab
087731375234

Produk pangan adalah produk yang sangat dibutuhkan oleh manusia yang bersumber dari komoditas pertanian, peternakan, perikanan. Produk pangan berupa produk olahan dalam kemasan atau produk segar merupakan produk yang memiliki karakteristik mudah rusak karena terkontaminasi mikroba, pengaruh tekanan atau suhu, atau bahan material yang berbahaya seperti potongan logam, tanah, batu atau logam berat yang sangat beracun seperti Hg, Pb, Cd, dan lain-lain. Kontaminasi dapat menimbulkan kerusakan produk pangan menjadi basi atau menghasilkan toksin berbahasa seperti aflaktoksin. Kontaminasi logam berat seperti Hg (mercury) bisa menimbulkan kematian dalam waktu yang cepat apabila melebihi batas yang dibolehkan. Kontaminasi bahan logam berat bisa terjadi melalui berbagai sumber selama proses produksi atau terbawa bersama bahan baku atau bahan pembantu produk olahan pangan. Logam berat merupakan logam non-esensial yang tidak dibutuhkan oleh tubuh manusia, sehingga apabila terkonsumsi oleh manusia melebih batas akan menimbulkan keracunan.
Merkuri merupakan salah satu logam berat yang paling berbahaya. Merkuri dengan nomor atom 80 dikenal juga sebagai “air raksa”, mempunyai simbol kimia Hg, yang merupakan singkatan dari bahasa Yunani “Hydrargyricum” yang berarti cairan perak.  Merkuri (Hg) merupakan salah satu dari jenis logam berat yang memiliki efek toksik paling berbahaya bersama dengan timbal (Pb) dan kadmium (Cd). Cd, Pb, dan Hg dikenal sebagai the big three heavy metal (= tiga logam berat paling berbahaya) dengan tingkat toksisitas tertinggi pada kesehatan manusia. Merkuri dianggap sebagai logam berbahaya karena sebagai ion atau dalam bentuk senyawa tertentu mudah diserap ke dalam tubuh. Di dalam tubuh, merkuri dapat menghambat fungsi dari berbagai enzim bahkan dapat menimbulkan kerusakan sel.
Kehadiran logam berat Hg di lingkungan dapat terjadi melalui aktivitas gunung berapi, pelapukan batuan, dan sebagai akibat dari aktivitas manusia. Namun, pencemaran merkuri di perairan laut lebih banyak disebabkan oleh faktor manusia dibanding faktor alami. Kehadiran merkuri dapat terjadi secara alami tetapi kadarnya sangat kecil. Mayoritas merkuri yang ada di lingkungan berasal dari kegiatan antropogenik, seperti kegiatan: pertambangan, pembakaran bahan bakar fosil, pabrik pengolahan kertas, emisi smelter, dsb. Contoh pertambangan yang menghasilkan limbah mercury adalah penambangan emas, lalu kemudian dibuang ke lingkungan. Dalam proses pemurnian emas dengan proses pemanasan, apabila wadah yang digunakan merupakan wadah terbuka, maka uap merkuri dapat menguap ke atmosfer. Pada saat hujan turun, kemungkinan air hujan terkontaminasi merkuri akan sulit dihindari.
Mercury dapat berada dalam 3 bentuk, yaitu: metal (logam), senyawa-senyawa anorganik, dan senyawa organik. Merkuri dan turunannya sangat beracun, sehingga kehadirannya di lingkungan perairan dapat sangat merugikan. Pengaruh pencemaran merkuri terhadap ekologi bersifat jangka panjang, yaitu meliputi kerusakan struktur komunitas, gen, jaringan makanan, tingkah laku, dan fisiologi hewan air. Di lingkungan, merkuri yang terdapat dalam limbah di perairan umum diubah oleh aktifitas mikro organisme menjadi komponen methyl merkuri (senyawa organik) oleh mikroorganisme. Methyl merkuri memiliki daya racun tinggi, sukar terurai dibandingkan zat asalnya dan memiliki daya ikat yang tinggi pada jaringan tubuh, terutama pada biota perairan. Oleh karena itu, konsentrasi merkuri biasanya ditemukan lebih tinggi pada biota perairan dibandingan hewan darat. Masuknya methyl mercury ke tubuh ikan atau biota perairan lainnya dapat terjadi melalui proses penyerapan air melalui insang dan proses rantai makanan, kemudian terakumulasi melalui proses bioakumulasi dan biomagnifikasi dalam jaringan tubuhnya.
Manusia dapat terpapar oleh merkuri melalui proses penghidupan uap merkuri secara langsung maupun melalui proses rantai makanan jika memakan asupan seperti ikan dan biota perairan yang sudah tercemar merkuri, produk olahan pangan, kosmetik dan lain-lain. Paparan merkuri dalam tubuh manusia dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius, meskipun hanya dalam konsentrasi yang rendah. Keracunan oleh merkuri non-organik dapat mengakibatkan terganggunya fungsi ginjal dan hati. Merkuri organik dari jenis methyl mercury dapat memasuki plasenta dan merusak janin pada wanita hamil sehingga menyebabkan cacat bawaan, kerusakan DNA dan kromosom, mengganggu saluran darah ke otak serta menyebabkan kerusakan otak.

Posting Lama ►

Total Pageviews

Jual Aneka Media Mikroba Dan Jasa Uji Lab

AGROTEKNO-LAB

AGROTEKNO-LAB
Jual Aneka Jenis Mikrobia Untuk Industri Dan Penelitian

Aspergillus niger

Aspergillus niger
Untuk fermentasi pakan ternak

agrotekno77@gmail.com

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
 

Copyright © 2012. MITRA AGROBISNIS DAN AGROINDUSTRI. Telp. 087731375234 - All Rights Reserved Template IdTester by Blog Bamz