Saturday, November 18, 2017

Bioteknologi Pakan Ternak








Jual Aspergillus niger
Telp. 087731375234

Aspergilus niger adalah fungi dari filum ascomycetes yang berfilamen, mempunyai hifa, spora berwarna hitam. Aspergilus niger biasanya diisolasi dari tanah, sisa tumbuhan, atau udara di dalam ruangan. Koloninya berwarna putih pada Supaya Dekstrosa Kentang (PDA) 25 °C dan berubah berubah hitam saat/ketika konidia dibentuk. Kepala konidia dari Aspergillus niger berwarna hitam, bulat, cenderung memisah berubah bagian-bagian yang lebih longgar seiring dengan bertambahnya umur (wkipedia). Jamur Aspergillus niger tak sedikit digunalan sebagai model fermetasi dalam industri makanan, farmasi, produksi pakan ternak dan lain sebagainya.
Manfaat penggunaan Aspergillus niger dalam fermentasi produksi pakan ternak adalah menambah penyerapan fosfor (P), menambah kecernaan protein, menambah penyerapan unsur Ca, Fe dan Zn. Tidakhanya itu Aspergillus niger juga bisa menambah kandungan protein dan menurunkan kadar serat kasar yang terdapat pada limbah agroindustri bagai onggok, kleci, dedak dan sebagainya.

Cara Fermentasi Pakan Ternak Menggunakan_dengan Aspergillus niger :
a). Alat dan bahan :
1)      Ember berkapasitas besar
2)      Jagung 40 kg
3)      Menir kedelai 30 kg
4)      Onggok 15 kg
5)      Kleci 15 kg
6)      Urea 1 kg
7)      100 gram Aspergillus niger
8)      Air hangat 8 liter
b). Petunjuk membikin :
1)      Campurkan semua bahan dan aduk sampai-pada tercampur rata
2)      Apabila telah tercampur rata, masukkan bahan-bahan tersebut kedalam ember besar
3)      Masukkan 8 liter air hangat yang telah disediakan, aduk hinggarata dan biarkan beberapa menit
4)      Sehabis dingin masukkan 100 gram Aspergillus niger dan 1 kg urea
5)      Selanjutnya aduk hinggatercampur rata dan ember ditutup rapat
6)      Simpan ditempat teduh dalamwaktu 3 hari
7)      Fermentasi berakhir dan pakan siap untuk diberikan pada ternak sapi

Dengan fermentasi menggunakan_dengan Aspergillus niger ini, kandungan protein meningkat dari 13,88% berubah 18,08%. Kandungan serat kasar menurun dari 12,35% berubah 9,96%.

Mengolah Nanas Menjadi Nata De Pina






Jual Bibit Nata (Acetobacter xylinum)
Telp. 097731375234


Nanas merupakan salah satu komoditas andalan Indonesia. Nanas merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di berbagai tempat di Indonesia. Bahkan produksinya menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Data BPS menunjukkan produksi nanas Indonesia tahun 2010 sebesar 1.406.445 ton naik menjadi 1.540.626 ton pada tahun 2011 dan mencapai 1.781.899 ton di tahun 2012.  Selain dikonsumsi dalam bentuk segar, nanas telah banyak diolah menjadi produk kemasan diantaranya selai nanas, sirup nanas, dodol nanas, dan lain-lain. Perkebunan nanas, banyak dijumpai di Lampung, Jawa, Kalimantan, dan lain-lain.
Industri pengolahan nanas menghasilkan limbah berupa padatan yaitu kulit atau ampas dan limbah cairan. Limbah dari batang tanaman nanas dapat diproses menghasilkan enzim bromelin. Sedangkan limbah mill juice dari perasan kulit dan tongkol daging nanas dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Selain itu mill juice dari perasan kulit dan tongkol daging nanas juga dapat diolah menjadi nata de pina. Namun, jika tidak bertujuan mengatasi limbah industri pengolahan nanas, proses pembuaatan nata de pina dapat pula menggunakan daging nanas segar sebagai bahan baku utama.
Buah nenas mempunyai kadar air tinggi, tidak terdapat senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri pembentuk nata, dan mengandung nutrien yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bakteri tersebut dan pellikel nata. Buah nenasa yang kandungan karbohidrat sekitar 13% yan terdiri dari beberapa gula tunggal, misalnya glukosa 1,3-2% fruktosa 0,6-2,3%, sangat baik untuk digunakan sebagai bahan pembuat nata . Nata yang dibuat dari sari buah nenas ini disebut nata de pina. Pengolahan nata de pina akan menambah daya simpan sekaligus meningkatkan nilai ekonomis nenas.

Bahan
-         Nenas
-         Gula pasir
-         Asam cuka
-         Air
-         Cairan bibit atau kultur murni nata (diperoleh dari ampas nenas)
-         Sebagai alternatif bisa ditambahkan amonium phosfat (sumber nitrogen)

Peralatan
-         Timbangan
-         Baskom
-         Kain saring
-         Blender
-         Pisau
-         Talenan
-         Kompor
-         Panci
-         Pengaduk
-         Nampan
-          Timbangan
-         botol sirup untuk pengembangbiakan bibit

Proses Pembuatan Nata De Pina
1.      Buah nenas yang sudah matang dikupas dan diccuci hingga bersih kemudian dibelah dan dipotong kecil-kecil. Potongan-potongan ini dihancurkan dengan blender, selanjutnya disaring dengan kain saring. Hasil saringan didiamkan selama satu jam untuk mengendapkan padatan yang masih ada, kenudian filtrat diambil.
2.      Sari buah nenas yang diperoleh lalu ditimbang gula 100 g/lt sari buah untuk memperoleh sari buah yang manis. Dapat juga ditambahkan amonium phosfat 5 g/lt sari buah. Tingkat keasaman dari sari buah diatur dengan penambahan asam cuka sampai pH 4,5.
3.      Selanjutnya larutan tadi dimasak pada suhu 90oC selam 15-20 menit. Dalam keadaan panas, sari buah dimasukkan kedalam botol steril, kemudian ditutup rapat menggunakan alat penutup botol. Botol yang berisi buah nenas disterilisasikan pada suhu 100 oC selama 30 menit, kemudian dinginkan.
4.      Pembuatan starter. Starter dibuat dari kultur yang terbaik dan murni (tidak terkontaminasi baik jamur atau bakteri lain)
5.      Pembuatan nata de pina
6.      Sari buah nenas diinokulasi dengan bakteri starter pada suhu terbaik 30 oC selama 8 hari. Selama inkubasi, wadah ditutup rapat dengan kertas, dan diikat dengan karet.
7.      Setelah berlangsung selama 8 hari, sari buah nenas akan menggumpal dan membentuk lapisan jel berupa selulosa (nata). Nata kemudian dipotong kecil-kecil ukuran 1 x 1 cm2, selanjutnya ditiriskan dan direndam dalam air bersih selam 2-3 hari untuk menghilangkan asamnya. Selanjutnya potongan tadi direbus selama 30 menit untuk menghilangkan sisa-sisa asam dan aroma yang tidak sedap yang belum hilang dengan perendaman, lalu  ditiriskan.
8.      Untuk menghasilkan nata de pina yang manis dan memperpanjang daya simpannya, potongan nata tersebut direndam dalam larutan gula selama 24 jam supaya gula meresap kedalamnya, kemudian dipanaskan sampai semua gulanya larut.
9.      Selanjutnya potong-potangan nata tersebut dikemas dengan larutan sirup berbagai rasa.


Wednesday, October 18, 2017

Peluang Bisnis Nata De Cassava




 Jual Bakteri Acetobacter xylinum (Bibit Nata)
Telp. 087731375234

Nata de cassava adalah nata yang terbuat dari singkong. Nata adalah produk hasil fermentasi mengandung karbohidrat dan nutrisi lainnya oleh bakteri Acetobacter xylinum sehingga terbentuk selulosa menghasilkan bahan berupa jel, kenyal berwarna putih. Nata umumnya dibuat sebagai campuran minuman sirup kemasan. Umumnya orang lebih mengenal nata de coco atau sari kelapa daripada nata dari bahan baku yang lain. Beberapa produk minuman nata yang telah banyak beredar di pasaran adalah wong coco, inaco, garuda food, santan kara, dan berbagai produk nata skala home industri. Permintaan produk nata de coco sangat besar, karena nata de coco merupakan produk dengan pemasaran yang sangat luas baik domestik maupun manca negara. Namun, produsen minuman nata de coco saat ini masih terkonsentrasi di Jawa, dan Sumatera. Sedangkan daerah lain yang juga penghasil kelapa, air kelapa nya masih belum termanfaatkan, bahkan menjadi limbah yang mencemari lingkungan. Khususnya di daerah Jawa, air kelapa sebagai bahan baku nata de coco bersaing cukup ketat antara produsen nata de coco. Oleh karena itu, banyak produsen nata mulai mencari bahan baku alternatif untk membuat nata yang ketersediaannya melimpah, mudah mendapatkannya dan harganya murah. Nata de cassava yang merupakan nata berbahan baku singkong mampu menjawab kekurangan bahan baku air kelapa di daerah Jawa. Di Indonesia, singkong merupakan komoditas pertanian yang melimpah, dan harganya cukup murah. Pengembangan industri nata de cassava akan membantu daya serap komoditas singkong di Indonesia khususnya pada saat panen raya. Pada saat panen raya singkong, harga singkong sangat murah, sehingga para petani seringkali mengeluh.
Bagi yang tertarik berwirausaha nata de cassava penting sekali untuk mempelajari bagaimana teknik produksinya. Secara umum tahapan proses produksi nata de cassava adalah sebagai berikut: pengupasan singkong; pencucian, pemarutan, pengenceran, perendaman, perebusan I, pendinginan, penyaringan, perebusan II, fermentasi, pemanenan, pengolahan. Untuk memproduksi nata de cassava dapat menggunakan formulasi  sebagai berikut: larutan singkong 50 liter, ZA 180 gr, Asam asetat 120 ml, enzim alfa-amylase 2,5 ml, enzim  beta-amylase 1,5 ml. Urutan proses pembutan nata de cassava adalah sebagai berikut:
1.      Pengupasan
Singkong yang telah ditimbang, kemudian dikupas dengan menggunakan pisau. Kemudian singkong yang telah dikupas ditampung dalam ember yang berisi air agar tidak terjadi penambahan asam sianida yang menyebabkan warna singkong menjadi biru dan berasa pahit.
2.      Pencucian
Singkong yang telah dikupas, kemudian dicuci hingga bersih dengan menggunakan air yang mengalir.
3.      Pemarutan
Proses pemarutan dilakukan dengan menggunakan mesin pemarut. Proses pemarutan dengan menggunakan mesin pemarut lebih efesien dan lebih cepat.
4.      Pengenceran Dan Perendaman
Singkong yang telah diparut kemudian diencerkan dengan penambahan air bersih kurang lebih 10 liter per 1 Kg umbi singkong yang telah dikupas.
5.      Perebusan I
Setelah itu, rebus dengan menggunakan panci stainless 50 liter. Tambahkan enzim ╬▒lfa-amilasi sebanyak 5-10 ml. Kemudian lakukan pengadukan sampai merata. Setelah mendidih, larutan diangkat kemudian pada saat proses pendinginan mencapai suhu kurang lebih 60-65˚C ditambahkan enzim beta-amylase sebanyak 5-10 ml, biarkan sampai dingin kurang lebih 8-10  jam.
6.      Penyaringan
Setelah larutan menjadi dingin lakukan penyaringan dan pemerasan/pengepresan dengan menggunakan kain atau menggunakan alat pengepres mekanik. Air larutan tersebut dibiarkan 2-3 hari supaya asam.
7.      Perebusan II
Larutan sebanyak 50 liter yang telah disaring dan dipisahkan ampasnya, kemudian direbus lagi. Kemudian tambahkan asam asetat (jika diperlukan untuk menurunkan pH hingga 3-4). Setelah mendidih tambahkan ZA (ammonium sulfat) sebanyak 200 gram.
8.      Fermentasi
Setelah larutan mendidih, susun nampan yang telah ditutup koran pada rak. Kemudian buka bagian salah satu bagian ujung nampan, tuangkan larutan ke dalam nampan kemudian ditutup kembali dan diikat dengan tali karet ban, disusun di rak sebagaimana dalam proses produksi nata de coco seperti di atas, kemudian diinokulasi dengan penambahan bibit Acetobacter xylinum sebanyak 10 % atau kurang lebih 100-120 ml, kemudian tutup kembali dan biarkan selama kurang lebih 7-9 hari. Pada hari ke-8 atau ke 9 nata de cassava dapat dipanen. Kemudian ditampung dengan menggunakan drum plastik dan direndam dalam air. Lakukan perawatan dengan melakukan penggantian air  setiap 4 hari sekali.


Monday, October 16, 2017

Cara Membuat Frozen Yogurt



Jual Culture Yogurt

Frozen yogurt merupakan jenis yogurt dibekukan dalam suhu rendah sehingga bentuknya mirip dengan ice creame. Untuk membuat  frozen yogurt dibutuhkan mesin es krim atau alat sederhana berupa blender. 

Cara membuat frozen yogurt adalah sebagai berikut:
1)      Campurkan 1 gelas air, 2 gelas plain yogurt (yogurt tawar), dan 1 ons  strowberi beku ke dalam blender. Nyalakan blender pada kecepatan tinggi hingga halus. Jenis buah dapat dipilih sesuai yang kita kehendaki atau dapat digantikan dengan menggunakan essence atau ditambahkan pemanis (gula pasir).
2)      Tambahkan 2 cangkir plain yogurt, 1 cangkir stroberi beku, dan 1 cangkir sirup strowberi ke dalam blender. Nyalakan kembali blender pada kecepatan tinggi sampai semua bahan halus dan tercampur rata.
3)      Jika dikhendaki, tambahkan air untuk mengencerkan campuran. Aduk perlahan, setelah tercampur secara bertahap tambahkan beberapa potong es batu sampai blender menjadi penuh atau sudah mencapai kekentalan yang diinginkan.
4)      Sajikan frozen yogurt langsung dari blender, atau Anda bisa memasukkannya ke dalam wadah kedap udara dan simpan di dalam freezer terlebih dahulu.


Sukses Budidaya Gaharu Dan Teknik Inokulasi








Jual Inokulan Gaharu (Fusarium solani)
Telp. 087731375234


                Gaharu adalah komoditas pertania yang memiliki nilai jual sangat tinggi. Tidak heran, saat ini banyak orang tertarik untuk melakukan budidaya tanaman gaharu. Tanaman gaharu secara umum mampu tumbuh dengan  baik di Indonesia. Di Indonesia petani gaharu banyak terdapat di daerah Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan lain-lain. Budidaya gaharu relatif mudah, hanya saja perlu mengetahui teknik inokulasi yaitu menyuntikan bibit cendawan / fungi yang dapat menginfeksi tanaman gaharu sehingga mengahasilkan gubal gaharu. Gubal gaharu inilah yang nilainya mahal. Untuk budidaya gaharu, berikut ini adalah langkah-langkahnya:
1. Pemilihan Bibit bibit pohon gaharu
Langkah awal dalam usaha budidaya tanaman gaharu adalah pemilihan bibit gaharu yang berkualitas. Pemilihan bibit yang berkualitas sangat penting karena akan mempengaruhi terhadap hasil budidaya kita. Untuk memilih bibit pohon gaharu yang berkualitas perhatikan hal-hal berikut: Pastikan bibit sehat atau tidak terserang hama, bibit memiliki diameter minimal 1 cm dan tinggi minimal 20 – 30 cm.

Ada beberapa jenis pohon gaharu yang tumbuh di Indonesia, diantaranya:
Aquilaria Beccariana Van Tiegh, jenis gaharu ini tumbuh secara alami di daerah Sumatera dan Kalimantan. Selain itu juga tumbuh di Semenanjung Malaya. Nama lain dari tumbuhan ini di dunia antara lain, Aquilaria cumingiana var. parviflora Airy Shaw, Aquilaria grandifolia Domke, dan Gyrinopsis grandifolia (Domke) Quisumb. Sementara itu di Indonesia terdapat beberapa nama daerah seperti, Mengkaras, Gaharu, dan Gumbil Nyabak. Oleh IUCN Red List, spesies ini dikategorikan sebagai Rentan (Vulnerable).
Aquilaria cumingian (Decne.) Ridl. Jenis gaharu ini tumbuh di pulau Morotai dan Halmahera, Maluku, serta di Filipina. Nama lain di dunia untuk pohon gaharu jenis ini adalah Aquilaria pubescens H. Hallier, Decaisnella cumingiana Kuntze, Gyrinopsis cumingiana Decne., Gyrinopsis cumingiana var. pubescens Elmer, Gyrinopsis decemcostata H. Hallier, dan Gyrinopsis pubifolia Quisumb. Oleh IUCN Red List, spesies ini dikategorikan sebagai Rentan (Vulnerable).
Aquilaria filaria (Oken) Merr. Di Indonesia Gaharu jenis ini tumbuh di Morotai, Seram,  Ambon, Nusa Tenggara, Papua. Selain itu juga tumbuh di Papua Nugini, dan Filipina. Nama lainnya adalah Aquilaria acuminata (Merr.) Quisumb., Aquilaria tomentosa Gilg, Gyrinopsis acuminata Merr., dan Pittosporum filarium Oken. Di Maluku disebut dengan pohon Las sedangkan di Papua dinamai pohon Age.
Aquilaria hirta Ridl. Di Indonesia jenis gaharu ini tumbuh di daerah Sumatera dan Semenanjung Malaya. Nama lainnya adalah Aquilaria moszkowskii Gilg.  Aquilaria malaccensis Benth. Jenis gaharu ini banyak tumbuh di Sumatera, Simalue, dan Kalimantan, Filipina (Luzon), India (Assam), Bangladesh, Myanmar, dan Malaysia (Semenanjung Malaya, Sabah, dan Serawak). Di Indonesia terdapat beberapa nama daerah untuk jenis gaharu ini seperti ahir, karas, gaharu, garu, halim, kereh, mengkaras dan seringak. Oleh IUCN Red List, spesies ini dikategorikan sebagai Rentan (Vulnerable).
Aquilaria microcarpa Baill. Pohon gaharu ini banyak tumbuh di Sumatera, Bangka, Belitung, dan Kalimantan, Malaysia (Semenanjung Malaya, Sabah, dan Serawak). Beberapa nama ilmiah tumbuhan ini diantaranya Aquilaria borneensis Van Tiegh. ex Gilg, Aquilariella borneensis Van Tiegh., dan Aquilariella microcarpa Van Tiegh. Nama daerah untuk di Indonesia adalah ntaba, tangkaras, engkaras, karas, dan garu tulang. Oleh IUCN Red List, spesies ini dikategorikan sebagai Rentan (Vulnerable).
Selain jenis di atas masih terdapat beberapa spesies lain yang tumbuh di dunia seperti: A. apiculata (Mindanao, Filipina), A. baillonii (Kamboja, Laos, dan Vietnam), A. banaense (Vietnam), A. brachyantha (Luzon, Filipina), A. citrinicarpa (Mindanau, Filipina), A. crassna (Kamboja, Laos, dan Vietnam), A. khasiana (India), A. parvifolia (Luzon, Filipina), A. rostrata (Malaysia), A. rugosa (Vietnam), A. sinensis (China), A. subintegra (Thailand), A. urdanetensis (Mindanau, Filipina), dan A. yunnanensis (China).
Kesemua jenis gaharu tersebut, oleh CITES dimasukkan dalam daftar Appendix II. Ini berarti perdagangan intenasional semua bagian tumbuhan ini diatur dengan ketat termasuk pemberlakuan kuota di masing-masing negara.


2. Persiapan Lahan
Untuk mendapatkan hasil budidaya yang maksimal sebaiknya pohon gaharu ditanam pada tanah yang memiliki kandungan hara yang cukup. Secara umum, tanaman gaharu dapat tumbuh beradaptasi pada jenis tanah apa pun.  
Langkah awal dalam persiapan lahan adalah buatlah lubang tanam dengan ukuran kurang lebih 30 x 30 x 30 dan jarak antar lubang sekitar 3 x 3 m. Jika kondisi tanah asam atau memiliki PH <5 1="" 3-5kg="" atau="" berikan="" berilah="" dengan="" diamkan="" dolomit.="" dosis="" kandang="" kapur="" kemudian="" lubang="" minggu.="" o:p="" pada="" pertanian="" pupuk="" sekitar="" selama="" tanam.="" tanam="">
3. Penanaman
Setelah persiapan lahan selesai, langkah selanjutnya adalah penanaman pohon gaharu. Pohon Gaharu merupakan pohon yang kurang tahan terhadap panas, sebaiknya tanam bibit gaharu pada waktu pertengahan musim hujan. Setelah penanaman selesai pasanglah sebuah bilah kayu tepat di samping bibit gaharu yang berfungsi sebagai penyangga dan ikat pohon gaharu dengan bilah tersebut agar pohon gaharu tumbuh lurus dan tidak roboh terkena angin.
4. Pemberian Naungan
Pohon gaharu kurang tahan terhadap cahaya matahari terlalu banyak. Untuk menjaga agar pohon gaharu tidak terkena sinar matahari langsung serta mengurangi penguapan sebaiknya pohon diberi naungan yang dibuat dari jerami atau daun yang lebar.
5. Perawatan Tanaman
Perawatan tanaman gaharu meliputi penyiangan dan pengendalian penyakit. Kendalikan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dengan penyiangan secara rutin kurang lebih 3 bulan sekali. Hama yang sering menyerang tanaman gaharu adalah ulat (Lepidoptera sp) yang memakan daun gaharu. Untuk pengendaliannya dapat dilakukan dengan penyemprotan pestisida.

6. Inokulasi
Inokulasi adalah tahapan terpenting dari budidaya gaharu, karena pada tahapan ini proses terbentuk nya gubal gaharu. Inokulasi adalah proses penyuntikan bibit cendawan / fungi pada batang gaharu. Jenis fungi yang telah umum digunakan adalah Fusirium solani dan Fusarium moniliforme. Cara melakukan inokulasi adalah dengan mengebor batang gaharu kemudian menyuntikan bibit cendawan ke dalam lubang bor tersebut. Untuk menyuntikan cendawan kita bisa memanggil ahli penyuntikan dengan bayaran tergantung kesepakatan. Inokulasi dapat dilakukan ketika gaharu telah berumur 5-6 tahun.

Tahapan-tahapan dalam penginokulasian gaharu, bahan dan alat yang dibutuhkan adalah:
1)      Bor kayu dengan ukuran minimal 10 mm, sesuai dengan diameter batang semakin besar diameternya maka ukuran bor semakin besar, ukuran bor yang biasa digunakan berukuran 13 mm.
2)      Genset kapasitas 450 watt atau 900 watt dan alat bor listrik.
3)      Spidol permanent sebagai penanda titik bor.
4)      Alat ukur meteran untuk mengukur keliling batang dan jarak titik bor satu dengan lainnya.
5)      Pinset dan suntikan sesuai ukuran bor.
6)      Alkohol 70 % untuk sterilkan alat dan lubang hasil bor kayu.
7)      Masker, gunting serta kapas.
8)      Lilin lunak, plester atau lakban, untuk menutup lubang bor.
9)      Sarung tangan karet dan Inokulan Gaharu.

Proses pengerjaannya dengan mengikuti prosedur dibawah ini:
1)      Ukur titik pengeboran awal 1 meter dari permukaan tanah. Beri tanda dengan spidol. Kemudian buat lagi titik pengeboran diatasnya dengan mengeser kearah horizontal sejauh 15 cm dan vertical 15 cm. dengan cara yang sama buatlah titik berikutnya hingga setelah dihubungkan membentuk garis spiral.
2)      Ukur lingkaran batang untuk mendapatkan diameter batang. Misalkan lingkaran batang 60 cm, hitung diameternya dengan rumus : Keliling Lingkaran = diameter x 3,14. contoh 60 cm = diameter x 3,14 berarti diameter batang = 60 cm : 3,14 = 19,11 cm.
3)      Buat lubang sedalam 1/3 diameter batang pada titik pengeboran yang sudah ditanda dengan spidol. Contoh : Kedalaman lubang bor = diameter batang x 1/3 = 19,11 x 1/3 = 6,4 cm.
4)      Bersihkan lubang bor dengan kapas yang sudah dibilas dengan alcohol.
5)      Masukkan inokulan dengan pinset kedalam suntikan yang ujungnya sudah dipotong, kemudian masukkan inokulan kedalam lubang sampai penuh.
6)      Tutup lubang yang telah terisi penuh inokulan dengan lilin agar tak ada kontaminan dari mikroba yang lain. Untuk mencegah air merembes permukaan lilin ditutup kembali dengan plester atau lakban.
7)      Cek keberhasilan penyuntikan setelah 3 bulan, caranya buka plester dan lilin kemudian kupas sedikit kulit batang, jika batang tampak berwarna coklat kehitam hitaman berarti penyuntikan berhasil. Tutup kembali lubang dengan lilin dan plester.

Setelah kurang lebih 7 bulan dari penyuntikan ambil sample dengan mengebor lubang baru 5 cm diatas lubang sebelumnya, jika serbuk hasil bor sudah hitam atau wangi atau sesuai dengan ciri-ciri yang diinginkan maka pohon sudah dapat dipanen jika belum sesuai tutup kembali lubang dengan lilin. Tanda hasil mulai maksimal jika daun gaharu sudah mengering 50 % hal ini biasanya terjadi pada 1,5 tahun sampai 2 tahun setelah penyuntikan tergantung dari besarnya diameter batang, semakin besar diameter batang maka proses mengeringnya daun semakin lama.
Pada pelaksanaan penginokulasian terhadap pohon gaharu ini, harus diperhatikan umur dan diameter batangnya. Batas minimal suatu pohon dapat di inokulasi ditandai dengan pohon yang mulai berbunga. Biasanya umur tanaman tersebut sekitar 4 – 5 tahun atau diameter batang sudah mencapai 8 – 10 cm.
Berikut diulas teknik inokulasi menggunakan inokulan padat dan cair.
a. Inokulasi Dengan Inokulan Padat
1)      Buat lubang pada batang kayu gaharu dengan menggunakan bor.
2)      Diameter lubang bor sekitar 0,8 – 13 mm. Kedalaman optimal pemboran ini perlu disesuaikan dengan ukuran diameter batang, biasanya sekitar 5 cm. Setiap batang dibuatkan banyak lubang dengan jarak antar lubang bor sekitar 20 cm.
3)      Bersihkan tangan pelaku inokulasi dengan air hingga bersih dan dibilas dengan alcohol sebelum pelaksanaan inokulasi.
4)      Masukkan inokulasi padat ke setiap lubang. Jumlah inokulan disesuaikan dengan kedalaman lubang. Sebagai patokan, pemasukan ini dilakukan hingga lubang terisi penuh dengan inokulan. Agar pemasukan menjadi mudah, gunakan potongan kayu atau bamboo yang ukurannya sesuai dengan ukuran diameter lubang.
5)      Tutup setiap lubang yang sudah diberi inokulan untuk mnghindari masuknya air ke dalam lubang. Penutupan lubang ini dilakukan dengan pasak kayu gaharu. Penutupan pun dapat dilakukan dengan “lilin malam”
b. Inokulasi Dengan Inokulan Cair
1)      Lakukan pengeboran pada pangkal batang pohon dengan posisi miring kebawah. Kedalaman pemboran disesuaikan dengan diameter batang pohon, biasanya 1/3 diameter batang. Sementara mata bor yang digunakan berukuran sama dengan selang infus sekitar 0,5 cm. Selang infuse tersebut biasanya sudah disediakan produsen inokulan pada saat pembelian inokulan. Namun, bila belum tersedia, selang infuse dapat disediakan sendiri oleh petani.
2)      Masukkan selang infus yang ada pada botol inokulan cair kedalam lubang.
3)      Atur besarnya aliran inokulan cair tersebut. Hentikan aliran infuse bila cairan inokulan sudah keluar dari lubang.
4)      Tutup bagian tepi disekitar selang infuse dengan menggunakan “lilin malam”.
5)      Ulangi pengaturan aliran masuknya cairan infuse kedalam lubang setiap 1–2 hari, tergantung keadaan cairan dalam lubang. Pengaturan aliran dilakukan bila lubang sudah tidak terdapat lagi cairan inokulasi.
6)      Laksanakan penginokulasian ini hingga inokulan cair didalam botol infuse tersebut habis. Penginokulasian diulang kembali dengan botol inokulasi baru, bila belum ada tanda tanda kematian fisik dan fisiologis.

7. Pemeliharaan dan Pemupukan
Pemupukan perlu dilakukan terutama di lahan yang kesuburannya rendah. Pemberian pupuk dapat dilakukan dua kali dalam setahun, dengan ukuran 5 kg pupuk per-pohon. Pembersihan areal penanaman juga perlu dilakukan guna menghindari tumbuhnya gulma (tumbuhan pengganggu) khususnya pada musim hujan atau 4 kali dalam setahun.

8. Panen dan Pasca Panen
Produksi gubal gaharu akan terbentuk setelah perlakuan berjalan 3 bulan. Hal ini dimulai dengan berubahnya warna kayu sekitar penyuntikan menjadi cokelat dan bertekstur keras serta berbau wangi. Pemanenan dapat dilakukan mulai dari 1 tahun setelah penginokulasian dengan cara menebang pohon. Kualitas gubal gaharu yang dihasilkan berbanding lurus dengan tingkat kesuburan pohon dan lamanya penginokulasian. Semakin lama penginokulasian maka semakin tinggi kualitas gubal gaharu yang dihasilkan. Potongan-potongan gubal gaharu dibersihkan dari bagian kayu yang tidak terbentuk menjadi gubal. Pembersihan kayu putih dari gubal memerlukan tenaga kerja yang memiliki keterampilan khusus, sehingga tidak menurunkan kelas gubal akibat kurang terampilnya tenaga kerja. Kemudian dilakukan penyortiran berdasarkan kelasnya (Super, AB, BC, C1 dan C2). Untuk mengurangi kadar air, potongan gubal gaharu dikeringkan dengan cara menjemur di bawah sinar matahari. Untuk gaharu kelas kemedangan selain dapat dipasarkan langsung dapat pula di distilasi untuk diambil minyaknya.


Monday, October 9, 2017

Penyakit Virus Pada Ayam






Ayam adalah hewan ternak yang rentan dengan serangan penyakit. Di antara berbagai jenis penyakit menular yang banyak mengancam hewan ternak disebabkan oleh virus. Penyakit yang disebabkan oleh virus merupakan jenis penyakit yang sangat ditakuti oleh para peternak. Virus lebih lembut dari bakteri, karena jasad renik ini bisa tembus dari saringan bakteri. Virus tidak bisa dilihat dengan mikroskop biasa. Untuk melihatnya secara jelas diperlukan foto dengan mempergunakan mikroskop elektron.
Penyakit virus mudah sekali menular. Baik secara kontak langsung maupun lewat perantara benda-benda lain. Misalnya udara, air minum, makanan, dan alat-alat peternakan yang tercemar. Di antara berbagai jenis penyakit akibat virus yang sering merugikan peternakan ayam antara lain adalah tetelo alias ND (New Cattle Desease), cacar unggas alias Fowl Pox, leukosis, lumpuh marek alias marek’s disease, gumboro alias infectious bursal disease, salesma ayam alias infectious laryngotracheitis, dan kini flu burung, dll. Berikut akan dijelaskan beberapa penyakit yang diakibatkan oleh virus.
1. Tetelo adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dari golongan Paramixovirus. Keganasannya tergantung dari strain atau tipenya. Penyakit ini menyerang alat pernafasan, susunan dan jaringan syaraf, serta alat-alat reproduksi telur. Yang ganas cepat sekali menular, dan seringkali menimbulkan kematian secara mendadak.
2. Cacar unggas adalah penyakit bercak-bercak kulit yang disebabkan oleh virus Borreliota avium. Menyerang rongga mulut, hulu tenggorokan, daerah sekitar mata, jengger dan pial. Selain secara kontak langsung, penyakit ini bisa meluar lewat perantaraan nyamuk dan lalat.

3. Leukosis adalah penyakit tumor menular yang bersifat menahun. Penyebabnya adalah virus leukosis. Gejala dimulai dengan timbulnya pertumbuhan abnormal pada sel-sel darah putih. Tumor yang menyerang jaringan syaraf akan menimbulkan kelumpuhan pada leher, sayap dan kaki. Yang menyerang mata akan membuat bentuk mata tidak normal, rabun atau buta sama sekali. Yang menyerang organ bagian dalam (hati, ginjal, limpa dan ovarium) akan membuat ayam berjalan tegak seperti itik, dan penyakitnya disebut big liver disease. Akibatnya hati akan membengkak 3 sampai 4 kali normal, kotorannya encer, tubuh kurus, jengger dan pial pucat berkerut.
4. Lumpuh marek adalah penyakit lumpuh yang disebabkan oleh virus herpes. Menyerang anak ayam berumur 1-5 bulan. Gejalanya ditandai kejang lumpuh dengan kaki satu ke depan dan kaki lainnya kebelakang. Selain itu juga menimbulkan pembesaran yang mencolok pada syaraf dan timbulnya tumor pada organ dalam, kulit dan otot.
5. Gumboro adalah penyakit yang menyerang bursa fabricii (kelenjar bulat terletak di atas kloaka), penyebabnya adalah virus gumbaro. Anak ayam umur 1-12 hari yang terkena penyakit ini tidak begitu nampak tanda-tandanya. Tapi anak ayam umur 3-6 minggu akan menunjukkan gejala yang khas. Anak ayam tampak lesu, mengantuk, bulu mengkerut, bulu sekitar dubur kotor, mencret keputih-putihan, dan duduk dengan sikap membungkuk. Suka mematuki duburnya sendiri, sehingga menimbulkan luka dan pendarahan. Ayam yang mati bangkainya cepat sekali membusuk.

6. Salesma ayam adalah penyakit yang disebabkan virus avium. Menyerang saluran pernafasan. Gejalanya sesat nafas, batuk-batuk, mata dan hidung meradang berair, dan sulit bernafas karena adanya lendir berdarah dalam rongga mulut. Bila benafas kepala ditegakkan, dan waktu mengeluarkan nafas kepala ditundukkan dengan mata terpejam. Penyakit ini bersifat akut. Obat yang efektif untuk menyembuhkan penyakit virus sampai saat ini belum ada. Tapi pengobatan dengan antibiotika atau kombinasi dengan obat-obatan lain tetap diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi dengan penyakit yang lain. Dan karena tak adanya obat yang mampu menyembuhkan penyakit virus, alangkah bijaksananya sebelum penyakit berbahaya ini terjadi, peternak melakukan tindak pencegahan. Caranya antara lain adalah melakukan tata laksana pemeliharaan yang baik, melaksanakan vaksinasi pada saat yang tepat, dan hindarkan terjadinya stress pada ternak.
Posting Lama ►

Total Pageviews

Jual Aneka Media Mikroba Dan Jasa Uji Lab

AGROTEKNO-LAB

AGROTEKNO-LAB
Jual Aneka Jenis Mikrobia Untuk Industri Dan Penelitian

Aspergillus niger

Aspergillus niger
Untuk fermentasi pakan ternak

agrotekno77@gmail.com

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
There was an error in this gadget
There was an error in this gadget
 

Copyright © 2012. MITRA AGROBISNIS DAN AGROINDUSTRI. Telp. 087731375234 - All Rights Reserved Template IdTester by Blog Bamz