Saturday, July 13, 2019

Meningkatkan Nilai Ekonomis Limbah Industri Tapioka






Jual Bibit Bakteri Acetobacter xylinum
Jual Enzim Alfa Amylase, Gluco Amylase, Selulase, Pectinase, Fruktase
Jual Fumula Biomocaf Untuk Mempercepat Proses Fermentasi Tapioka Dan Pembuatan Mocaf
Jual Aspergillus niger

Telp. 087731375234


Tapioka adalah salah satu produk  berbahan baku singkong unggulan Indonesia. Indonesia merupakan salah satu produsen singkong terbesar di dunia. Potensi inilah yang menjadikan Indonesia mampu menjadi penghasil tepung tapioka yang cukup besar yang mampu memenuhi kebutuhan nasional maupun pengekspor tapioka. Dilihat dari aspek pasarnya, tapioka memiliki pangsa pasar sangat tinggi baik domestik maupun manca negara. Tapioka banyak dibutuhkan untuk aneka produk olahan makanan seperti kue, mie, kerupuk, empek-empek, dan lain-lain. Industri olahan pangan tersebut berkembang cukup pesat di Indonesia sehingga kebutuhannya meningkat dari tahun ke tahun. Industri tapioka telah banyak menyerap tenaga kerja cukup besar dan meningkatkan kesejahteraan pada para petani. Industri tapioka cukup berkembang di daerah Jawa dan Sumatra.
Dalam proses pembuatan tapioka memerlukan air untuk memisahkan pati dari serat. Pati yang larut dalam air harus dipisahkan. Akan tetapi, teknologi yang ada saat ini belum mampu memisahkan seluruh pati yang terlarut dalam air sehingga limbah cair yang dilepaskan ke lingkungan masih mengandung pati. Limbah cair akan mengalami dekomposisi secara alami dan menimbulkan bau yang tidak sedap sehingga dapat mengganggu lingkungan. Bau tersebut dihasilkan pada proses penguraian senyawa mengandung nitrogen, sulfur, dan fosfor dari bahan berprotein. Limbah tapioka banyak mengandung karbohidrat, protein, dan lemak. Hal ini yang menyebabkan nilai BOD menjadi tinggi. Selain itu, limbah tapioka juga mengandung asam sianida  (HCN) yang bersifat racun. Sianida adalah senyawa yang sangat beracun, larut dalam air, dan mudah menguap pada suhu kamar. Kandungan asam sianida (HCN) pada limbah tapioka kurang lebih 0,27 mg/L sedangkan baku mutu limbah cair tapioka adalah 0,3 mg/L. Tingginya asam sianida akan menyebabkan terhambatnya degradasi  limbah cair secara alami oleh mikroorganisme.
Limbah cair tapioka tersebut perlu adanya upaya penanganan yang baik bahkan diupayakan bagaimana dihasilkan produk olahan yang memiliki nilai ekonomis yang dapat mampu meningkatkan pendapatan bagi masyarakat. Bebarapa solusi untuk mengatasi limbah cair industri tapioka diantaranya adalah yaitu untuk memproduksi nata de cassava (nata berbahan baku singkong yang dapat digunakan untuk produk minuman kemasan). Limbah cair pada proses perendaman pati ini dapat dijadikan produk nata melalui proses fermentasi dengan menggunakan bakteri Acetobacer xylinum. Umumnya industri tapioka masih membuang limbah cair ini ke sungai atau selokan. Limbah cair tersebut masih mengandung nutrisi yang tinggi khususnya karbohidrat sehingga masih bisa dimanfaatkan.
Jika limbah cair tapioka tersebut tidak dimanfaatkan dan agar tidak mengganggu lingkungan maka limbah cair tersebut diolah terlebih dahulu sehingga memenuhi baku mutu yang aman jika dibuang ke lingkungan. Salah satu teknologi yang sering digunakan untuk mengolah limbah tapioka menjadi aman untuk dibuang ke lingkungan adalah dengan menggunakan penambahan mikroorganisme yang menguntungkan sehingga mampu mendegradasi limbah organik, seperti senyawa karbon, hidrogen, nitrogen, dan oksigen. Mikroorganisme ini memanfaatkan bahan organik untuk hidup seperti karbohidrat, protein, lemak, dan mineral lainnya yang ada dalam limbah cair tapioka.
Limbah padatan industri tapioka  yaitu berupa ampas singkong atau sering disebut onggok masih memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi bila ditangani secara baik. Onggok singkong kering halus dihargai kisaran Rp.2000-.  Onggok singkong biasanya dimanfaatkan untuk pakan ternak sapi atau kambing atau dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk, atau beberapa industri lain seperti campuran saos, dll. Selain itu, onggok juga dapat dimanfaatkan untuk membuat pelet pakan ikan yaitu dengan dilakukan fermentasi terlebih dahulu dengan menggunakan ragi jenis Aspergillus niger untuk meningkatkan kadar proteinnya dan menurunkan kadar serat. Dengan fermentasi menggunakan Aspergillus niger maka akan meningkatkan kadar protein kurang lebih 7%. Supaya onggok dapat bertahan lama, perlu dilakukan proses pengeringan. Pemanfaatan limbah padat tapioka menjadi produk yang bernilai ekonomis merupakan solusi tepat untuk penanganan limbah.





Monday, July 8, 2019

Kiat Berbisnis Olahan Kedelai








Jual Ragi Tempe Dan Buku Aneka Olahan Kedelai
Telp. 087731375234

Kedelai adalah salah satu komoditas pertanian yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Kedelai merupakan bahan baku berbagai produk olahan makanan diantaranya tahu, tempe, kecap, dan lain-lain. Kebutuhan Kedelai di Indonesi cukup tinggi, akan tetapi produksi nasional belum mencukupi sehingga sebagian besar kebutuhan kedelai nasional masih harus dipasok dari negara lain. Kita harus memacu produksi kedelai lokal supaya tidak bergantung kepada negara lain.
Tempe adalah salah satu makanaan khas Indonesia yang sangat digemari oleh banyak kalangan. Tempe memiliki nilai gizi yang tinggi dan harganya  murah terjangkau oleh masyarakat. Tempe memiliki kadar protein yang tinggi dan rasanya juga nikmat sehingga tempe dapat menjadi menu alternatif untuk mengganti kebutuhan protein berasal dari daging yang harganya lebih mahal. Potensi pasar produk tempe dalam negeri cukup besar dan luas, bahkan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Salah satu faktor penyebab tingginya konsumsi tempe di Indonesia antara lain adalah karena produksi daging dalam negeri yang masih rendah sehingga masih harus mengimpor dari negara lain.
Di Indonesia, selain menggunakan kedelai, tempe juga dapat diproduksi dengan menggunakan bahan baku seperti ampas tahu, jagung, benguk, dan lain-lain. Namun tempe lebih umum dan lebih disukai dari bahan baku kedelai. Tempe dengan menggunakan bahan baku kedelai memiliki cita rasa yang lebih nikmat dan gizi yang tinggi. Di Indonesia, produksi tempe umumnya masih menggunakan bahan baku kedelai transgenik dan sistem pertanian yang masih menggunakan bahan-bahan kimia. Kedelai transgenik lebih disukai oleh para pengrajin tempe karena memiliki ukuran yang lebih besar dan lebih seragam sehingga kualitas tempe yang dihasilkan lebih bagus dan lebih ekonomis dibandingkan kedelai lokal. Produksi bahan baku kedelai dalam negeri yang masih rendah dan kualitasnya juga kurang baik, menyebabkan sebagian besar bahan baku kedelai masih impor dari negara lain. Oleh karena itu, kita perlu meningkatkan produksi kedelai dan meningkatkan kualitas kedelai dengan mengembangkan rekayasa genetika dan sistem pertanian organik sehingga mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dan mampu menembus pasar internasional yang lebih luas.
Industri tempe adalah jenis usaha yang umumnya merupakan industri rumahan dengan investasi tidak terlalu besar dan jumlah karyawan sedikit. Namun, industri tempe telah banyak menjadi sumber penghidupan bagi rakyat kecil dan memenuhi kebutuhan produk pangan bergizi tinggi dan terjangkau bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk nasional yang terus meningkat, menunjukan bahwa potensi pasar produk tempe semakin besar dan merupakan peluang untuk mengembangankan bisnis tempe.
            Untuk memproduksi tempe dibutuhakn alat dan bahan sebagai berikut:

a. Bahan Pembuatan Tempe:
1. Kedelai Putih 10 Kg
2. Bibit tempe/Ragi Tempe 10gr
3. Air bersih

b. Alat-alat Pembuatan Tempe:
1. Panci
2. Kompor
3. Tampah 2 buah
4. Ember Plastik
5. Plastik Pembungkus
6. Kertas dan daun pisang

c. Proses Pembuatan Tempe Kedelai :
1. Sortasi kedelai dari bahan-bahan yang tidak berguna seperti daun, batang, pasir dan lain-lain.
2.Rendam kedelai 5-8 jam, dan buang airnya.
3.Rebus kedelai hingga mendidih, buang airnya.
4. diremas-remas untuk menghilangkan kulitnya dan agar kedelai terbelah, namun tidak hancur., sambil dicuci dengan air yang mengalir untuk menghilangkan lendirnya. Proses ini dapat dilakuakan dengan menggunakan mesin atau secara manual.
5. Kedelai yang telah dicuci bersih tersebut, kemudian dikukus hingga tanak.
6. Tiriskan, setelah dingin lakukan inokulasi dengan ragi tempe (Rhyzopus oryzae), aduk hingga rata.
7. Pengemasan dengan menggunakan plastik, atau daun pisang. Jika menggunakan kemasan plastik, berikan rongga udara dengan mencoblosi  permukaan kemasan plastik secara merata dengan menggunakan batang bambu ukuran o, 1 cm yang diruncingkan
8. Pemeraman dengan menggunakan rak selama kurang lebih 2 hari.
9. Pemanenan

Friday, July 5, 2019

Peluang Bisnsi Budidaya Ubi Ungu








Jual Formula Bio-Mocaf
telp. 087731375234


Ubi ungu adalah merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Ubi ungu memiliki warna ungu dan rasa yang cukup manis dan rasanya juga banyak disukai oleh penggemarnya. Ubi ungu banyak diolah menjadi berbagai makanan camilan, hidangan ubi rebus, dan diolah jadi tepung ubi ungu yang bias jadi bahan untuk pembuatan kue dan lain-lain.
Cara Budidaya Ubi Ungu
Ubi ungu dapat tumbuh dengan baik pada daerah kering maupun basah, memiliki suhu udara antara 21-27 derajat celcius dan mendapatkan sinar matahari sekitar 11-12 jam salam sehari. Tanah yang baik untuk menanam ubi ungu yaitu tanah yang memiliki derajat keasaman atau pH sekitar 5,5-7,5.
1. Persiapan Bibit Ubi Ungu
Perbanyakan bibit ubi ungu dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu dengan cara generatif melali umbi dan cara vegetatif melalui stek batang. Cara pembibitan secara generatif yaitu pilihlah bibit yang memiliki kualitas baik dan sehat, setelah umbi diperoleh umbi dibiarkan pada tempat yang lembab hingga tunas keluar. Setelah tunas keluar, tunas dipotong dan siap dibesarkan. Namun cara ini jarang dilakukan untuk budidaya skala besar, namun dalam skala kecil saja.
Cara pembibitan secara vegetatif yaitu pilih tanaman ubi jalar yang telah berumur 2 bulan lebih yang beruas pendek. Batang yang akan dijadikan bibit di potong sepanjang 15-25 cm dan minimal batang yang akan dipotong tersebut memiliki 2 ruas batang, daunnya di buang agar mengurangi penguapan. Setelah itu, ikat bibit stek tersebut dan letakkan pada tempat teduh selama seminggu. Disarankan perbanyakan ubi jalar melalui cara ini hanya dilakukan pada 3-5 generasi penanaman karena cara ini dapat menurunkan kualitas tanaman umbi.



2. Persiapan Lahan Tanam Ubi Ungu
Lahan yang akan digunakan untuk budidaya ubi ungu diolah terlebih dahulu. Buang gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang ada di sekitar lahan. Kemudian, lakukan penggemburan tanah dengan cara dicangkuli atau dibajak. Setelah itu, buatlah bedengan dengan ukuran tinggi sekitar 30-40cm, lebar 60c-100cm dengan panjang disesuaikan dengan lahan, beri jarak antar bedengan sekitar 40c-60cm. Kemudian lakukan pemupukan dasar dengan pupuk kompos atau pupuk kandang yang telah matang dengan dosis sekitar 20 ton per hektar lahan.

3. Cara Menanam Tanaman Ubi Ungu
Setelah semuanya siap, segera lakukan penanaman. Benamkan 2/3 bagian batang bibit stek batang ke dalam tanah bedengan. Dalam satu bedengan dibuat 2 baris tanaman bibit dengan jarak antar 1 barus sekitar 30 cm dan jarak antar baris sekitar 40 cm.

4. Perawatan Tanaman Ubi Ungu
Pada awal tanam, lakukan penyiraman secara rutin untuk menjaga kelembaban tanahnya yaitu setiap pagi dan sore. Jika tanaman sudah mulai tumbuh optimal penyiraman dapat dihentikan karena tanaman ubi termasuk tanaman yang tahan terhadap kekeringan. Setelah 2-3 minggu penanaman, lakukan pemeriksaan. Jika ada tanaman ubi ungu yang mati atau tidak tumbuh optimal segera lakukan penyulaman dengan menggantinya dengan bibit yang baru agar bibit tetap tumbuh serempak.

Setelah satu bulan tanam, lakukan pembongkaran pada tanah di sisi kanan dan kiri tanaman dengan jarak 10 cm, tujuannya agar akar tanaman tidak menjalar kemana-mana. Bersamaan dengan ini lakukan pula penyiangan pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya disekitar tanaman ubi ungu. Kemudian, setelah 6-8 minggu lakukan penutupan kembali tanah yang dibongkar dan lakukan juga perapihan pada akar tang keluar agar ubi tumbuh tidak terlalu besar.

5. Masa Panen Ubi Ungu
Pemanenan ubi ungu dapat dilakukan setelah tanaman berumur 3,5-4 bulan tanam. Dalam satui hektar laha dapat dihasilkan umbi sebanyak 25-40 ton. Demikian artikel pembahasan tentang”6 Panduan Lengkap Cara Budidaya Ubi Ungu Bagi Pemula Agar Cepat Panen“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya. Sampai Jumpa.


Cara pembuatan tepung ubi ungu adalah sebagai berikut :
1.    Sortasi (pisahkan) ubi ungu  yang busuk  atau  terkena serangan hama boleng.
2.    Ubi dicuci, dikupas, diiris tipis-tipis kurang lebih 0,3 ml atau disawut secara manual atau menggunakan alat slicing manual atau dengan mesin.
3.    Irisan ubi kemudian dijemur atau dikeringkan menggunakan alat pengering pada suhu 40 – 60 oC hingga kering (kadar air sekitar 7-11 %),
4.    Untuk menghasilkan tepung ubi ungu dengan tekstur dan aroma yang lebih baik dan daya tahan lebih lama, dapat dilakukan sebelum proses pengeringan irisan ubi ungu (chips) yaitu perendaman dengan menggunakan bakteri asam laktat selama kurang lebih 2-3 hari.
5.    Kemudian digiling dengan menggunakan mesin penepung, kemudian dikemas dengan kantong plastik kemudian press dengan alat sealer.
6.    Penyimpanan tepung ubi jalar dapat dilakukan hingga ±6 bulan. Rendemen tepung ubi jalar sebesar 20-30%





Peluang Bisnis Kecap Ampas Tahu







Jual Ragi kecap / Aspergillus oryzae 
Telp. 087731375234
          Ampas tahu adalah merupakan hasil samping dari proses pembuatan tahu. Ampas tahu umumnya belum termanfaatkan untuk diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi. Ampas tahu umumnya dimanfaatkan untuk pakan ternak yaitu sapi, kambing atau unggas dan sebagian diolah menjadi tempe gembus. Di Indonesia industri tahu sangat banyak sehingga ampas tahu yang dihasilkan pun berlimpah. Alangkah baiknya jika ampas tahu diolah menjadi produk yang nilai tambahnya lebih tinggi sehingga lebih mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di bawah ini bagaimana cara mengolah ampas tahu menjadi kecap.
Bahan-bahan
·         Ampas tahu
·         Garam
·         Laru tempe
·         Bumbu-bumbu
·         Tapioka
Langkah-langkah
1.   Rendam ampas tahu selama 12 jam. Press atau tekan ampas tahu agar kandungan air keluar. Setelah itu kukus selama 60 menit lalu dinginkan di atas tampah sampai suam-suam kuku.
2.   Taburi ampas dengan ragi kecap (Aspergillus oryzae atau Aspergillus sojae), 1gr untuk 1kg ampas. Aduk-aduk hingga merata. Hamparkan ampas di atas tampah setebal 2cm, lalu tutup dengan daun pisang. Pastikan jauh dari bahaya serangga dan tidak terkena cara matahari langsung selama 4-5 hari.
3.   Potong tempe gembus dengan ukuran 0.5×0.5×0.5 cm. Lalu jemur hingga kadar air di bawah 12%.
4.   Siapkan 200gr garam yang ditambahkan sambil diaduk hingga volumenya menjadi 1 liter.
5.   Butiran tempe yang sudah kering masukkan ke larutan garam. Tiap 1kg butiran tempe kering membutuhkan 3 liter larutan garam. Lakukan selama 10-15 minggu pada siang hari dengan penutup wadah yang terbuka.
6.   Hasil fermentasi tadi disaring, lalu ampas diperas. Cairan kental hasil penyaringan disatukan (kecap mentah). Tambahkan air, tiap 1 liter kecap mentah tambah dengan 1 liter air.
7.   Haluskan keluwak dan lengkuas. Haluskan pula gula merah. Serta memarkan serai.
8.   Pindahkan cairan kecap ke panci, lalu tambahkan keluwak dan lengkuas, serai, daun salam. Panaskan kecap hingga mendidih lalu saring dengan kain saring. Tambahkan gula merah dan aduk hingga merata. Setiap 1 liter kecap ditambah 750gr gula merah. Lalu saring kembali.
9.   Jika kecap sudah dingin, tambahkan tepung tapioka. Setiap 1 liter kecap ditambah dengan 20gr tapioka, lalu aduk hingga merata. Panaskan kembali hingga mendidih sambil diaduk-aduk.
10.         Tambahkan natrium benzoate sebanyak 1 gr setiap 1 liter kecap. Setelah dingin, kamu bisa mengemas dalam botol.

Selamat Berwirausaha…!!!




Tuesday, July 2, 2019

Budidaya Semut Rang Rang Penghasil Kroto











Salah satu bisnis yang sedang diminati saat ini adalah budidaya semut rang rang. Semut rang rang menghasilkan kroto yang biasa digunakan sebagai pakan burung. Kroto semakin banyak diminati sebagai pakan yang berkualitas dan bernilai gizi tinggi yang sangat diperlukan untuk menghasilkan burung maupun ikan dengan kualitas terbaik. Kroto menjadi produk pakan yang memiliki nilai jual tinggi berkisar Rp.250.000 per Kg.
Awalnya kroto diburu di alam bebas dengan mengambilnya dari sarang semut rangrang. Sarang semut rangrang ini bisa ditemukan di hutan ataupun perkebunan yang selalu bertengger diantara rerimbunan pepohonan. Semakin tingginya permintaan kroto, maka keberadaan kroto di alam bebas semakin sulit ditemukan. Maka jangan heran apabila kroto dijual dengan harga yang sangat tinggi dibanding pakan lainnya. Karena kelangkaan inilah yang menjadi dasar untuk membudidayakan kroto.

1. Kehidupan (Habitat) Semut Rangrang
Semut rangrang adalah hewan yang tidak sulit untuk ditemukan karena hidup secara berkelompok atau berkoloni. Satu koloni semut rangrang bisa mencapai setengah juta ekor.



Dalam satu koloni tersebut terdapat beberapa sarang. Yang mana tiap sarangnya dihuni oleh 4.000 hingga 5.000 ekor semut, namun ini tergantung dari ukuran sarangnya. Wilayah kekuasaan semut rangrang bisa mencapai setengah hektar atau 1000 m2. Dengan wilayahnya ini menjadikan semut rangrang merupakan hewan territorial yang sangat mempertahankan daerah kekuasaannya. Jadi apabila ada serangga maupun manusia yang mengganggu daerahnya maka bisa diserbu atau menjadi santapan bagi koloni mereka.
Sarang semut rangrang dibangun dari kumpulan dedaunan yang dianyam sedemikian rupa. Sehingga tak heran semut rangrang dijuluki juga semut penganyam. Adapun pohon yang paling suka dihinggapi semut rangrang adalah pohon yang memiliki daun yang lebar dan juga lentur atau daun yang kecil tapi rimbun. Di lingkungannya, semut rangrang merupakan hewan yang berbahaya karena ia berperan sebagai predator. Namun, di tempat seperti kebun jeruk atau buah-buahan keberadaan semut rangrang sangat berguna utuk mengendalikan hama.
2. Perkembangbiakan Semut Rangrang
Semut rangrang berkembangbiak dengan cara bertelur. Jadi apabila ada semut rangrang betina bertelur maka seluruh koloni akan bersama-sama menjada telur tersebut. Jaring putih yang terdapat pada telur mereka manfaatkan untuk membangun sarang. Sehingga dengan sarang tersebut dapat digunakan untuk menumbuhkan telur yang berkembang menjadi larva, pupa dan akhirnya imago. Semut akan cenderung menghindar dari berbagai ganggun untuk menumbuhkan telur dan membuat sarang. Sehingga sering kita melihat banyak sarang semut di temukan di tajuk pohon tertinggi. Namun, saat musim panas semut akan berpindah ke tempat yang lebih teduh dan jauh dari sinar matahari. Sama seperti lebah, dalam satu koloni semut terdiri dari ratu semut, semut pejantan, semut pekerja dan prajurit. Keempat jenis ini punya peran yang berbeda yakni: Ratu semut yang berperan sebagai penghasil telur dan sekali bertelur bisa mencapai ribuan butir. Ukuran badan ratu semut bisa 10 kali lebih besar dari semut biasa. Dan ratu semut biasanya hanya berdiam diri di sarangnya saja.
Semut pejantan berperan untuk mengawini sang satu semut saja. Dan ukurannya lebih kecil dari ratu semut. Namun sayangnya umur semut pejantan lebih singkat yakni ketika mengawini ratu semut maka langsung mati. Adapun semut pekerja berperan membantu semut muda yang dihasilkan dari ratu semut. Dan bisanya semut pekerja adalah semut betina yang mandul. Ukurannya hanya berkisar 5-6 mm. Beda halnya dengan semut prajurit yang berperan untuk menjaga telur dan melindungi koloni dari berbagai gangguan dan mengatur makanan semut dalam satu musim. Semut prajurit memiliki jumlah yang sangat banyak dalam satu koloni. Dan mimiliki ukuran 8-10 mm dengan rahang dan kaki yang sangat kuat serta di sepasang kepalnya terdapat antena.

3. Makanan Semut Rangrang
Makanan semut rangrang hampir sama dengan serangga kecil lainnya yakni protein dan sari gula. Kebutuhan nutrisi yang mereka peroleh didapat dari nektar dan simbiosis mutualisme dengan serangga lain semisal kutu-kutuan. Jadi semut rangrang mendapatkan nutrisi dari kutu daun dan kutu daun mendapatkan perlindungan dari berbagai predator yang ingin memangsanya.

Nah, sebaliknya apabila serangga tersebut tak bisa menghasilkan sari madu lagi maka semut rangrang akan berbalik memangsanya. Semut rangrang akan memperoleh nutrisi dari daun, bunga dan serangga lain seperti kutu, lebah dan cicak. Namun terkadang hewan ini juga memakan sisa bangkai dari hewan besar semisal ayam. Hal yang cukup mengerikan adalah semut rangrang bisa saja memangsa hewan yang ukurannya beratus kali lipat dari tubuhnya dengan cara menyerang dan melumpuhkan mangsa secara berkoloni.
4. Budidaya Semut Rangrang
Sebagaimana telah kita singgung diatas bahwa semut rangrang banyak dibudidayakan sejalan dengan berkembangnya hobi seseorang terhadap burung dan memancing. Jadi campuran antara telur dan larva bisa dijadikan sebagai pakan yang bernilai gizi tinggi untuk burung dan ikan atau istilahnya kroto. Berbagai metode dalam beternak kroto telah berkembang cukup pesat di tahun belakangan ini. Karena dalam membudidayakan kroto tidak hanya di sarang atau dedaunan. Namun juga dapat dilakukan di rumah dengan model yang berbeda. Diantaranya dapat menggunakan media toples, bamboo ataupun plastik container. Dengan modal yang terbilang cukup besar yaitu sekitar 30 juta namun setelah berjalan 18 bulan maka nantinya akan bisa menghasilkan keuntungan bersih 54 juta atau hampir dua kali lipat dari modal.
5.  Cara Mudah Ternak Kroto Dengan Paralon
Diatas telah kami jelasi cukup lebar mengenai semut rangrang yang merupakan penghasil kroto terbaik. Di bab ini kamu coba jabarkan bagaimana cara mudah dalam beternak kroto agar menghasilkan kualitas terbaik. Sebenarnya ada 3 langkah yang harus dipahami bagi pembudidaya ternak kroto. Pertama tahap persiapan ternak kroto lalu pemberian pakan dan terkahir pemanenan. Jadi bagi seorang pemula ketiga langkah ini harus dijalani secara berurut dan sabar agar menghasilkan kualitas kroto yang baik.

5.1 Tahap Persiapan Bibit Untuk Ternak Kroto
Tahap persiapan ini dimulai dari pengadaan bibit hingga terciptanya kandang yang telah diletakkan tabung atau media lain. Namun dalam hal ini kami tuntun dengan menggunakan tabung sebagai media budidayanya.

A. Penyediaan Bibit Alami Kroto
Bibit kroto yang terbaik adalah hasil tangkapan di alam atau dapat juga membelinya dari petani yang sudah berpengalaman minimal 3 tahun dalam pembudidayaan tersebut. Namun kami tetap mendahulukan untuk mencari bibit di alam agar memang hasilnya nanti lebih bagus dan menjanjikan. Namun apabila juga tidak ditemukan Anda bisa beli dari pembudidaya kroto yang biasa dijual dalam kemasan toples dengan harga yang cukup mahal yakni 150 ribu – 200 ribu rupiah.

B. Pembuatan Kandang untuk Ternak Kroto
Media yang kami gunakan dalam hal ini adalah paralon atau pipa pvc. Alasan utama penggunaan paralon adalah lebih praktis, simple, flesibel dan sangat mudah perawatannya. Adapun kelebihan dari penggunaan paralon adalah sebagai berikut: Paralon sudah berbentuk tabung hanya tinggal memotongnya saja dengan ukuran tertentu. Dan kemudian bisa langsung diterapkan di rak dengan rapi. Paralon bisa digunakan dalam waktu yang cukup lama yakni 5-10 tahun. Dengan kedua sisi yang terbuka maka akan merangsang pertumbuhan semut rangrang dengan cepat. Dengan bentuknya seperti tabung jadi apabila letak di rak posisinya sangat menguntungkan. Lebih mudah saat pemanenan dan dapat mengurangi angka kematian semut dan juga sangat mudah dibersihkan.
Dari penjelasan diatas kami telah menampilkan kelebihan penggunaan paralon dalam hal ternak kroto. Kali ini kami akan mengajarkan tentang cara membuat kandang yangbagus dan benar. Pertama buatlah dengan model bersusun 2 tingkat. Rak dalam hal ini bisa dibuat menggunakan bambu, besi atau kayu sejenis. Namun ingat ukuran disesuaikan dengan tempat atau lokasinya. Kedua diatas rak kaki letakkan semacam wadah plastik bisa mangkuk atau potongan plastik. Dan isi setiap wadah tadi dengan cairan bisa air juga oli. Hal ini bertujuan agar semut rangrang tidak keluar dari medianya. Jangan sampai bagian rak bersentuhan dengan dinding atau benda lain semisalnya. Gunakan paralon dengan diameter 4 atau 5 inci lalu potong dengan panjang sekitar 50 cm atau bisa disesuaikan dengan lebar rak. Setelah itu susunlah paralon tersebut dengan rapi dan masukkan dedaunan agar semut rangrang merangsang untuk membuat sarang.
Langkah terakhir adalah tabor bibit koloni semut rangrang di kandang tersebut. Namun yang perlu diingat adalah penempatan kandang harus berada jauh dari berbagai gangguan semisal ayam atau serangga besar lainnya. Karena dalam hal pembudidayaan ini semut butuh ketenangan. Dan alangkah lebih baiknya ditempatkan diruangan tertutup.

C. Penaburan Bibit untuk Ternak Kroto
Apabila penempatan pipa dan pembuatan kandang telah selesai dilakukan maka selanjutnya adalah menaburkan bibit semut rangrang ke dalam paralon. Pengunaan paralon dalam hal ini sangat praktis karena ketika panen dan hendak dijual akan lebih mudah penerapannya. Jadi media paralon cukup diletakkan saja diatas rak yang telah disusun rapi. Dalam hal ini semut rangrang dijual dengan bentuk tople atau botol plastik, Jadi cukup buka tutup toples dan letakkan di tumpukan paralon lalu beri air gula di dalamnya. Maka dengan sendirinya semut rangrang akan berkeliaran dan akhirnya masuk ke dalam tumpukan paralon untuk bersarang. Tunggu hingga semut rangrang merasa betah tinggal di area kandang. Setalah itu hanya tinggal melakukan perawatan secara rutin agar menghasilkan kroto yang maksimal.
5.2 Tahap Pemberian Pakan Untuk Ternak Kroto
Pakan kroto adalah sejenis serangga seperti misalnya cicak, belalang, jangkrik, ulat atau hewan kecil lainyya. Namun bisa juga diberi makanan lainnya seperti ayam rebusan, tulang-tulangan yang telah dipecah-pecah. Dalam hal protein bisa berikan air gula agar asupan karbohidratnya terpenuhi. Atau bisa juga dari kutu daun seperti aohid. Akan tetapi hal ini akan sulit karena butuh pencarian kutu  pahid lagi.
Bisa menggukan media yang datar seperti piring plastik. Dan letakkan makanan dan protein tersebut diatasnya. Misalnya cecak, belatung atau daging rebusan ayam. Peletakan rak ini di bagian samping rak. Ingat lumpuhkan terlebih dahulu apabila memberi pakan semisal jangkrik yang gampang sekali untuk kabur. Sebagai sumber karbohidrat dalam hal ini adalah gula maka bisa diletakkan di dalam mangkuk. Campurkan 2-3 sendok gula dengan 200 ml air. Umumnya larutan tersebut akan habis dalam waktu 2-3 hari.
5.3 Tahap Pemanenan Untuk Ternak Kroto
Kroto baru bisa dipanen setelah berusia 15-20 hari. Karena telur ke larva  mempunyai daur hidup 15-20 hari. Ingat pemanena dapat dilakukan apabila sarang telah penuh dengann telur atau kroto yang berwarna putih. Sebagai awalan biarkan saja dahulu perkembangbiakan semut bertambanyak banyak. Setidaknya tunggu saja selama 6 bulan hingga benar-benar populasinya banyak. Setalh itu bisa dilakukan pemanenan 2 kali setiap bulannya. Atau bisa juga dilakukan pemanenan setiap hari dengan memperbanyak jumlah sarang dan waktu panennya.

Tahapan pemanenan kroto adalah sebagai berikut:
Sediakan saja wadan melengkung semacam ember atau baskom. Lalu letakkan saringan dari kawat yang ukuran jaringnya kira-kira bisa menghambat semut masuk ke dalam baskom.
Pakai sarung tangan untuk menghidari gigitan semut.  Tumpahkan media ternak dalam hal ini paralon ke dalam baskom yang telah diberi saringan. Nah, kroto akan jatuh dengan sendirinya sedangkan semut akan tersaring. Bersihkan kembali media paralon dan letakkan kembali hingga menghasilkan kroto selanjutnya.
6. Budidaya Kroto Dengan Toples
Apabila di bagian atas kami menjelaskan ternak kroto dengan media paralon. Kali ini kita jelaskan dengan menggunakan media toples. Hal yang pertama dilakukan adalah buatlah media sarang untuk koloni semut agar mau bertelur. Dalam hal ini kami gunakan toples. Namun, toples tersebut di bagian bawahnya lubangi dengan diameter 5-7 cm. Setelah itu tutup kembali lubang tadi dengan lakban. Kedua adalah apabila sudah mendapatkan bibit semut rangrang maka masukkan saja sarang tersebut ke dalam toples lalu tutup dengan rapat. Pastikan dalam satu koloni tersebut terdapat jenis semut rangrang yang lengkap. Sebagaimana telah kami jelaskan diawal. Yakni dalam satu koloni terdapat ratu semut, prajurit, semut pejantan dan semut pekerja. Hal ini bertujuan agar semut dapat bertelur dengan sempurna.
Ketiga adalah dengan menyedaiakan nampak plastik yang datar dan isilah nampan tersebut dengan air. Berrtujuan untuk agars emut tidak kabur ataupun pindah lokasi. Tapi ingat nampan tersebut diisi dengan air hingga setengah dari tinggi nampan lalu letakkan batu di tengah permukaan nampan.

Keempat adalah letakkan bibit semur rangrang yang berada di dalam toples untuk kemudian ditempatkan diatas batu bata tadi dengan posisi terbalik. Yakni posisi yang berlubang berada di atas batu bata. Apabila posisi benar-benar tegak lakban dapat dilepas dan semut dengan bebas mencari makan. Berbeda halnya jika Anda beli bibit semut rangrang dari peternak atau pembudidaya. Karena umumnya penjual tersebut dalam satu toples sudah dilengkah semur rangrang yang terdiri dari berbagai anggota. Jadi Anda cukup meletakkan saja di atas batu bata yang tekah disediakan di langkah ketiga.

Cara Pemberian Makan Ternak Kroto Dengan Toples



Apabila cara ternak kroto telah benar maka Anda cukup melatakkan larutan gula ditambah sedikit madu kedalam gelas dan ditempatkan di samping toplea agar semut rangrang mudah menjangkaunya. Dalam kurun waktu 5-6 bulan kroto sudah siap untuk dipanen dengan 2 periode panen tiap bulannya. Dalam satu koloni semut rangrang bisa menghasilkan kroto seberat 100 gram. Anda cukup dengan mengumpulkan 10 toples kroto maka sudah bisa menghasilkan 1 kg kroto dan hitunglah berapa keuntungan yang didapat. Dengan per kilonya Rp. 250.000.

Tuesday, June 25, 2019

Cara Beternak Kambing





Jual Aspergillus niger untuk fermentasi pakan ternak
Telp. 087731375234


Kambing adalah salah satu hewan ternak yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Daging kambing banyak diminati karena aroma khas daging kambing sangat disukai oleh penggemarnya. Di Indonesia kuliner sate kambing, tongseng kambing, dan lain-lain, sangat populer di Indonesia. Selain itu, daging kambing juga telah banyak dikalengkan menjadi  produk kemasan yang menarik, tahan lama, dan dipasarkan luas. Oleh karena itulah permintaan daging kaming terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun, saat ini peternakan kambing di Indonesia belum mampu memenuhi permintaan yang ada. Hal ini disebabkan  budidaya kambing di Indonesia secara umum belum dilakukan secara intensif, sehingga kapasitas produksinya masih rendah. Hal ini menjadi peluang yang menarik untuk mengusakan budidaya kambing. Di Indonesia, jenis kambing yang sudah umum dibudidayakan di antaranya adalah kambing Jawa, kambing Gibas, PE (peranakan etawa).  Langkah-langkah dalam budidaya kambing adalah sebagai berikut:
1. Pembuatan Kandang
Untuk beternak kambing hal pertama yang harus di perhatikan adalah kualitas  kandang. Ukurannya harus sesuai dengan jumlah kambing yang akan kita pelihara. Kandang harus memudahkan kita melakukan pengawasan terhadap kambing yang ada pada kandang, memudahkan kita dalam pemberian pakan dan aman serta kuat bagi si kambing. Sirkulasi udara yang cukup, dan pencahayaan matahari yang cukup (tidak terlalu panas dan tidak terlalu lembab). Kandang cukup kokoh dan biayanya layak terjangkau sehingga mampu bertahan lama. Kandang yang akan dibuat hendaknya minimal berjarak 10 meter dari rumah agar menghindari bau yang tidak sedap  yang dapat mengganggu kesehatan.
Pada umumnya tipe kandang yang baik bagi ternak kambing adalah yang berbentuk panggung. Kandang panggung memiliki kolong untuk menampung kotorandi bagian bawah kandang, berfungsi menghindari kebecekan serta kontak langsung dengan tanah yang bisa jadi tercemar penyakit. Lantai kandang di tinggikan antara 1 – 2 meter, bak untuk pakan dapat di tempelkan pada dinding kandang dengan ketinggiannya sebahu kambing.Dasar kolong kandang bagian pinggir di gali sedalam ±20 cm dan 30-50 cm pada bagian tengah serta di buatkan saluran yang menuju bak penampung kotoran yang selanjutnya dapat di proses untuk menjadi pupuk kandang.
Ukuran kandang: jika ingin memelihara kambing terpisah, bisa dengan ukuran 1,5 x 1,5 meter untuk 1 ekor kambing dewasa, jika kambing masih kecil tapi sudah di sapih bisa muat 2 ekor kambing. Sedangkan bagi kambing yang baru di lahirkan, kandang ini cukup utuk 2 ekor kambing kecil beserta induknya.Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan kandang agar kambing tidak mudah terserang penyakit. Jika kandang sudah pernah digunakan oleh kambing yang terserang penyakit, lebih baik kandang di desinfektan terlebih dulu. Tapi kalo kambingnya sehat cukup di cuci menggunakan air bersih saja. Kandang dan lingkungan disekitarnya juga tidak boleh lembab dan juga bebas dari genangan air, agar tidak di jadikan sarang nyamuk atau hewan sejenis lain yang dapat menggigit dan menghisap darah si kambing.
2. Pemilihan bibit yang bagus
Kambing Jawa cirinya adalah badannya kecil dan relatif pendek, telinganya juga pendek dan tegak, baik jantan maupun betinanya memiliki sepasang tanduk, lehernya yang pendek dan punggung meninggi, warna bulu bervariasi, ada yang tunggal hitam, coklat, merah atau belang hitam putih dan rasa kambing ini juga enak, banyak yang menyukainya. Jenis kambing ini lebih mudah perawatannya karena lebih tahan terhadap penyakit dan memiliki presentase perkembangbiakan yang bagus.
Sedangkan kambing Etawa ukuran tubuhnya lebih tinggi dan lebih besar serta telinganya memanjang ke bawah sepanjang 15 – 30 cm. Bagian hidung ke atas melengkung dan warna bulunya bervariasi antara coklat, putih dan hitam adalah yang paling sering dijumpai. Bagi kambing jantan memiliki bulu tebal dan agak panjang di daerah pundak dan di bawah leher, sedangkan kambing betinanya di bagian bawah ekor. Kambing ini bisa menghasilkan susu yang banyak, sehingga sering di gunakan juga sebagai penghasil susu. Tapi, kambing ini juga sangat cocok untuk di jadikan sebagai kambing penghasil daging.
Setelah mengenal jenis kambing yang akan di pelihara barulah memilih bibit yang berkualitas dan di butuhkan ketelitian, tentunya kita tidak ingin salah memilih kambing yang terkena penyakit dan bahkan bisa menular. Usia kambing yang di jadikan bibit harus sudah mencapai 4 bulan, karena pada saat itu kambing sudah berkonsentrasi pada pembentukan daging dan lebih mudah untuk di gemukkan.
Pilihlah yang bulunya mengkilap, matanya bening, tidak cacat, kakinya lurus kokoh dan tumitnya terlihat tinggi. Mulut dan hidung bersih tidak berlendir, sebagai tanda kambing tidak penyakitan, anusnya pun bersih. Garis pinggang dan garis punggung tulang belakang lurus, tidak melengkukng ke bawah. Usia ideal penggemukkan adalah sekitar 8 – 12 bulan. Ukuran badannya juga normal tidak kurus maupun terlalu gemuk / kelebihan. Sebaiknya juga pilih yang bentuk ekornya melebar bukan yang berbentuk seperti cambuk. Menurut para peternak, kambing yang memiliki ekor berbentuk cambuk pembentukan dagingya tidak terlalu maksimal / terlalu lamban. Sedangkan kambing yang memiliki bentuk ekor melebar lebih maksimal dalam pembentukan daging, yaitu sekitar 3 bulan.
3. Pemilihan pakan yang mencukupi kebutuhan gizi
Pakan adalah hal yang terpenting untuk menunjang proses penggemukan kambing, yaitu suatu aktivitas pemeliharaan kambing yang sebelumnya dalam kondisi kurus selanjutnya di tingkatkan berat badannya melalui proses pembesaran daging yang memakan waktu sekitar 3 – 5 bulan lamanya.Makanan kambing biasanya berupa hijau – hijauan segar, seperti: rumput, daun lamtoro, daun turi, daun singkong yang berprotein cukup tinggi, daun nangka dan daun pepaya. Tapi sebelum memberikan daun – daunan hijau pada kambing sebaiknya di lakukan penjemuran atau di layukan terlebih dahulu, sekitar 2 – 3 jam di bawah terik matahari yang bertujuan untuk menetralkan kemungkinan racun berbahaya yang ada di dalam daun – daunan hiaju tersebut.
Jika kambing sampai keracunan, si kambing bisa mabok, sakit dan bahkan mengalami kematian. Selain itu, kambing juga bisa diberi jerami (dari tanaman jagung, kedelai, padi, tebu atau yang lainnya), kulit umbi – umbian (seperti kulit singkong, ubi jalar dan yang lainnya), kulit kacang – kacangan (bisa kacang tanah ataupun kulit kopi), serta sayur – sayuran sisa dari pasar.
Kambing juga membutuhkan makanan padat atau konsentrat yang berguna untuk mempercepat penggemukan. Bisa di beli di toko pakan ternak atau di ganti menggunakan bekatul, ampas tahu dan ketela pohon yang sudah di cacah dengan perbandingan 40% : 40% : 20% . Kombinasi bahan tersebut harus mencapai 3 kg, karena sebanyak itulah yang harus di konsumsi 1 ekor kambing per harinya.
Kambing di beri makan 2 kali sehari, jam 8 pagi dan jam 4 sore. Pakan hijau – hijauan tidak di anjurkan di berikan bersamaan dengan pakan konsentrat, karena kandungan nutrisinya berbeda. Di sarankan, sebaiknya pakan konsentrat di berikan saat kambing sudah banyak mengkonsumsi hijau – hijauan, tapi belum juga terlihat kenyang. Jangan lupa juga untuk memberi minum dengan air bersih sekitar pukul 3 sore. Minuman yang paling bagus adalah air cucian beras yang sudah di campur dengan sedikit bekatul atau dedak.
Selain di berikan rumput, daun hijau dan juga makanan konsentrat. Kambing masih membutuhkan pakan pelengkap dengnan kandungan gizi ternak yang belum terdapat pada 3 jenis makanan sebelumnya. Pemberian pakan pelengkap ini bertujuan untuk lebih mengoptimalkan lagi pertumbuhan, kesehatan dan produksi ternak. Kambing dapat di berikan suplemen makanan yang mengandung asam amino esensial pembentuk sel dan organ tubuh, mengandung vitamin lengkap yang berguna untuk daya tahan tubuh dari serangan penyakit, serta mineral – mineral pelengkap (N, P, K, Ca, Mg, Cl dll) sebagai penyusun tulang dan darah, juga memperlancar proses metabolisme dalam tubuh. Bisa menggunakan suplemen merek Viterna yang bisa di larutkan bersamaan air atau pakan ternak yang akan di berikan.
4. Pemeliharaan kesehatan
Setelah kebutuhan pakan yang lengkap dan bergizi sudah tercukupi, selanjutnya adalah pemeliharaan atau perawatan si kambing. Tindakan pertama yang bisa kita lakukan adalah melakukan pencegahan terhadap penyakit yang bisa menyerang kambing peliharaan kita, seperti menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitarnya. Menurut pengalaman menjaga kebersihan kandang, memberi makanan sehat dan perawatan yang baik bisa menghilangkan bau pada kandang dan tubuh si kambing.
Lahan yang digunakan untuk memelihara atau yang di jadikan kandang harus bebas dari penyakit menular. Kambing yang di duga bulunya membawa penyakit sebaiknya di mandikan terlebih dahulu dan di gosok dengan larutan sabun karbol, Neguvon, Bacticol Pour, Triatex atau Granade 5% dengan konsentrat 4,5 gram untuk 3 liter air. Untuk membasmi kutu pada kambing, dapat di mandikan dengan larutan Asuntol dengan konsentrasi 3 – 6 gram untuk di larutkan pada 3 liter air.
Perlunya di lakukan vaksinasi secara rutin yang bertujuan untuk mencegah terjangkit penyakit yang di sebabkan oleh virus. Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang kambing adalah: penyakit Parasit (cacingan, kudis, kutu), penyakit Bakterial (antraks, busuk kuku, cacar mulut), penyakit Virus, penyakit lain seperti keracunan sianida, kembung perut dan keguguran. Jika tidak segera di atasi bahkan bisa menyebabkan kematian.Maka perlunya pengamatan atau pemantauan pada ternak, jadi saat terdapat gejala penyakit tersebut terlihat pada kambing peliharaan kita, kita bisa segera tahu dan memastikan jenis penyakitnya serta cara pengobatannya sehingga mencegah penyakit tersebut menular ke kambing yang lainnya.
5. Cara reproduksi atau waktu kawin
Setelah semua persiapan, perawatan dan pemeliharaan baik dan benar yang sudah kita lakukan, hari demi hari si kambing akan tumbuh besar dan cukup dewasa untuk di kawinkan. Biasanya kambing potong yang berumur 8 – 10 bulan sudah siap untuk di kawinkan, tanda – tandanya adalah: kegelisahan, alat kelamin kambing menjadi kemerahan dan bengkak, ekor yang di gerak – gerakkan, dan juga berkurangnya nafsu makan.
Setelah di kawinkan kambing akan mengandung selama 5 – 6 bulan, lalu penanganan pada proses kelahiran juga di butuhkan. Kita perlu perhatikan tanda – tanda dari kambing potong yang ingin melahirkan, biasanya kambing akan menggaruk – garuk lantai kandang dan terlihat gelisah. Dalam hal ini, kita juga harus turut serta dalam proses kelahiran untuk menghindari hal- hal yang tidak di inginkan. Dengan pengelolaan yang baik kambing dapat melahirkan setiap 7 bulan sekali dan sekali melahirkan dapat menghasilkan 1 – 4 ekor anak kambing. Setelah 1 bulan semenjak sang induk kambing melahirkan maka induk kambing sudah bisa kita kawinkan kembali dengan kambing pejantan.
Setelah proses kelahiran, anak kambing yang baru lahir tersebut juga perlu perawatan yang baik dan benar. Memastikan sang anak mendapat susu dari si induk, agar si anak memperoleh asupan susu yang tepat dari sang induk karena terkadang si induk enggan menyusui anaknya, ini bisa menyebabkan anak kambing kekurangan gizi. Jika keadaannya seperti itu, kita bisa memberi si anak kambing susu buatan. Biasanya penyapihan anak kambing bisa di lakukan setelah usianya mencapai 3 – 4 bulan, setelah itu anakan kambing ini dapat di jual sebagai bakalan bibit. Sedangkan setelah umur 10 bulan ke atas barulah kambing dapat di panen untuk di ambil dagingnya.
Beternak kambing ini relatif mudah untuk di lakukan. Sebenarnya kalau pemilihan bibitnya benar sehingga mendapatkan bibit yang bagus dan sehat, serta kebersihan kandang yang kita selalu jaga maka tidak perlu khawatir akan penyakit yang mengancam. Memang di butuhkan ketekunan dan kesabaran dalam beternak kambing, karena waktu yang di butuhkan sampai dengan masa panen cukup lama. Namun, hasilnya cukup lumayan kalau dilakukan secara intensif dalam jumlah cukup banyak.

Peluang Bisnis Nata De Soya







Jual Bibit Bakteri Nata (Acetobacter xylinum)
Telp. 087731375234



Limbah cair produk olahan kedelai difermentasi dengan menggunakan bakteri Acetobacter xylinum sehingga dihasilkan produk nata de soya. Pemanfaatan air limbah industri tahu-tempe sebagai produk pangan memberikan manfaat yang besar bagi pengusaha industri tahu-tempe, baik nilai ekonomis maupun manfaat dalam upaya penanganan limbah. Pengolahan limbah cair tahu-tempe menjadi nata de soya merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah pencemaran. Oleh karena itu, pengembangan usaha nata de soya perlu digalakan guna mengatasi pencemaran lingkungan di wilayah pemukiman sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Limbah cair industri tahu dan tempe mengandung protein dan karbohidrat yang cukup tinggi, kandungan protein dan karbohidrat dalam limbah cair tahu dan tempe tersebut dapat menjadi media hidup yang sangat baik bagi bakteri Acetobacter xylinum. Bakteri ini mengubah karbohidrat dan protein dalam limbah cair tahu-tempe menjadi serat selulosa dengan tekstur yang kenyal. Limbah air tahu (whey tahu) dan limbah cair tempe selain mengandung protein juga mengandung vitamin B terlarut dalam air, lestin dan oligosakarida. Berdasarkan kandungan unsur kimiawinya.
Limbah cair tahu-tempe menjadi salah satu aliterernatif bahan baku untuk pembuatan produk nata. Nata berbahan baku limbah kedelai memiliki karakteristik produk yang secara kenampakan sedikit kekuningan, cita rasa yang khas kedelai, kenyal namun lebih mudah putus dibandingkan dengan nata de coco lebih ulet, dan kandungan seratnya cukup tinggi.

 Prospek Pasar Nata De Soya
 Nata de soya memiliki tekstur yang cukup baik, tidak kalah dengan nata de coco. Kadar seratnya yang cukup tinggi dan memiliki cita rasa yang nikmat sebagai bahan baku minuman instan sehingga nata de soya mampu bersaing dengan nata de coco. Sebagaimana kita ketahui bahwa pasar nata de coco sebagai produk pangan yaitu minuman kemasan dan aneka produk olahan lainnya sangat tinggi baik pasar domestik maupun pasar luar negeri. Permintaan bahan nata oleh pabrik minuman kemasan sangat tinggi per hari mencapai ratusan ton bahan mentah nata berupa lembaran atau potongan. Kebutuhan produk nata yang sangat tinggi tersebut, menjadi peluang bisnis bagi para petani nata untuk bermitra dengan perusahaan besar yang ada di tanah air. Selain sebagai produk pangan, di negara maju seperti Jepang, saat ini nata telah dikembangkan sebagai produk non-pangan yaitu bahan baku elektronik dan komposit baja ringan.
Melihat potensinya yang sangat besar tersebut Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk mengolah aneka limbah pangan menjadi produk nata. Saat ini, di pasaran sudah familier produk nata dari bahan air kelapa (nata de coco), limbah cair olahan kedelai (nata de soya), umbi singkong atau limbah cair pengolahan industri singkong (nata de cassava). Masing-masing produk nata dari bahan baku baku yang berbeda tersebut memiliki aroma khas, tekstur dan tampilan yang sedikit berbeda. Namun, secara umumnya memiliki prospek pasar yang sama besar, meskipun saat ini produk nata de coco lebih familier dan permintaanya paling tinggi.

 Proses Produksi Nata De Soya
Limbah cair industri tahu-tempe yang telah didiamkan kurang lebih 2-3 hari (agar pH turun 3-4 sehingga asam), disaring dengan kain kasa agar kotoran-kotoran dan partikel kasar dapat dipisahkan, kemudian direbus dengan panci dengan tungku berbahan bakar kayu, setelah mendidih ditambahkan ZA 80 gram, gula pasir 100 gram, asam cuka 120 ml untuk media 50 liter limbah cair tahu atau tempe, diaduk-aduk kurang lebih 10-15 menit kemudian dituangkan kedalam nampan yang sudah disiapkan dengan penutup koran yang telah diikat dengan karet ban. Susun nampan yang telah diisi media larutan tersebut pada rak. Nampan dapat disusun bertingkat 5-10 nampan dengan bersilangan. Setalah dingin kurang lebih 5-7 jam, media larutan dalam nampan tersebut diinokulasi dengan menggunakan bakteri Acetobacter xylnum kurang lebih 10% dari media larutan dalam nampan. Proses fermentasi akan berlangsung 8 – 10 hari. Lakukan pemanenan. Tampung nata de soya hasil panen dalam drum plastik yang diisi dengan air. Penyimpanan akan dapat bertahan lama apabila selalu diganti dengan air.


Friday, June 21, 2019

Cara Produksi Kecap Kedelai






Jual Aspergillus oryzae, Aspergillus sojae
Telp. 087731375234



Kecap merupakan bumbu masakan penambah cita rasa yang sangat digemari banyak kalangan.  Kecap dapat diolah dari berbagai macam jenis bahan, antara lain adalah; kedelai hitam, kedelai kuning, kacang benguk, air kelapa dan lain-lain. Namun, kecap dengan bahan baku kedelai hitam memiliki cita rasa yang lebih nikmat dan tampilan lebih menarik. Proses pembuatan kecap melibatkan pemanfaatan bioteknologi, dengan memanfaatkan kapang Aspergillus oryzae, Aspergillus sojae, Aspergillus wenti, Rhizophus olygosporus. Proses pembuatan kecap cukup lama, proses fermentasi dengan kapan kurang lebih berlangsung 2-3 hari, sedangkan proses fermentasi selanjutnya dalam larutan garam 25% kurang lebih 3-6 bulanan. Proses fermentasi yang cukup lama bertujuan untuk menghasilkan cita rasa yang nikmat dan aroma yang lebih menarik.
Produk kecap memiliki pangsa pasar dan permintaan yang sangat besar baik dalam negeri maupun luar negeri. Di Indonesia terdapat banyak produk kecap dengan berbagai cita rasa dan kemasan yang diproduksi oleh produsen besar atau home industri. Produk kecap di Indonesia masih didominasi oleh produsen besar. Cita rasa, harga, dan kemasan sangat mempengaruhi dalam persaingan produk kecap. Oleh karena itu produsen kecap harus memiliki inovasi untuk menghasil cita rasa kecap yang disukai konsumen, tampilan yang menarik serta harga yang bersaing. Produsen besar atau produsen skala home industri memiliki peluang yang sama untuk menghasilkan produk kecap yang disukai konsumen, karena proses pembuatan kecap mudah dan tidak memerlukan teknologi yang terlalu tinggi, hanya saja diperlukan inovasi yang terus menerus.
                Bagi yang tertarik untuk berwirausaha produk kecap maka penting sekali mengetahui cara membuat kecap yang nikmat, dan analisa kelayakan usaha baik asperk pasar dan ekonominya. Berikuti ini adalah Proses pembuatan kecap adala sebagai berikut:
        sortasi kedelai
        perendaman kedelai 3-5 jam
        perebusan atau pengukusana
        penirisan
        inokulasi dengan Kapang
        fermentasi 2-3 hari
        Fermentasi dengan larutan garam 25% selama 3 bulanan
        Pemasakan dengan bumbu-bumbu yang dihaluskan (garam, bawang putih, lengkuas, salam, sereh, dll) dan tambahkan gula merah dengan kualitas baik, diaduk hingga mengental.
        penyaringan dan pengemasan.

Demikian proses pembuatan kecap manis secara sederhana, semoga bermanfaat.


Posting Lama ►

Total Pageviews

Jual Aneka Media Mikroba Dan Jasa Uji Lab

AGROTEKNO-LAB

AGROTEKNO-LAB
Jual Aneka Jenis Mikrobia Untuk Industri Dan Penelitian

Aspergillus niger

Aspergillus niger
Untuk fermentasi pakan ternak

agrotekno77@gmail.com

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
 

Copyright © 2012. MITRA AGROBISNIS DAN AGROINDUSTRI. Telp. 087731375234 - All Rights Reserved Template IdTester by Blog Bamz