Tuesday, November 23, 2010

Peluang Bisnis Budidaya Buah Naga

Buah Naga, buah pendatang baru ini namanya sedang naik daun di kalangan masyarakat Indonesia. Warnanya merah mengkilap, pada kulitnya terdapat sirip berwarna hijau, rasanya manis lezat menyegarkan dan berkhasiat bagi kesehatan menjadikan buah ini diminati banyak kalangan. Buah yang cukup unik ini, telah lama dikenal oleh rakyat Tionghoa kuno dan diyakini sebagai buah pembawa berkah. Masyarakat Tionghoa memiliki tradisi meletakkan buah naga diantara patung naga di altar. Oleh karena itu buah ini sering disebut-sebut sebagai buah naga, dalam bahasa Vietnam disebut dengan nama Thang Loy, di Thailand diberi nama Keaw Mang Kheon, di Cina disebut Feuy Long Kwa, di Tawain disebut Shien Mie Kuo, di Meksiko dikenal Pitahaya, Melano (Hawai), Rhino Fruit (Australia), di Inggris disebut Dragon Fruit dan di Indonesia sering pula disebut Bum Naga atau Buah Naga.


Buah berasal dari tanaman jenis kaktus ini awalnya adalah tanaman dari Meksiko dan Amerika Tengah, kemudian dibawa ke kawasan Indocina ( Vietnam ) oleh seorang Perancis sekitar tahun 1870, dari Guyama Amerika Selatan sebagai tanaman hias karena sosoknya yang unik dan bunganya yang cantik dan berwarna putih. Suku Aztek, penduduk asli Amerika Tengah dan Amerika Selatan, sudah lama menjadikan buah naga liar dari hutan menu hidangan. Pada tahun 1980 dibawa ke Okinawa, Jepang. Masuk ke Australia sekitar tahun 1980 berkembang di Queensland dan New South Wales. Buah naga masuk ke Indonesia sekitar tahun 2000 dari Thailand, kemudian dibudidayakan dan menjadi populer. Buah naga yang awalnya sebagai tanaman hias, kini semakin populer sebagai komoditas unggulan karena permintaannya meningkat terus. Tidak hanya pasar lokal, tapi buah ini memiliki prospek yang besar untuk menembus pasar luar negeri. Prospek buah naga di pasar domestik cukup baik karena penggemarnya berangsur-angsur meningkat. Hal tersebut dapat dilihat dengan semakin membanjirnya buah naga di supermarketatau pasar buah, toko, dan swalayan di beberapa kota di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut sekarang telah berkembang sentra produksi buah naga di beberapa daerah antara lain di kabupaten Kulonprogo dan Sleman, Yogyakarta, Malang, Bogor, Jember dan lain-lain.
Kandungan Nutrisi Dan Khasiat Buah Naga
Buah naga, selain rasanya nikmat, diyakini banyak memberikan khasiat bagi kesehatan. Mungkin karena itulah, buah naga banyak diminati sehingga permintaan pasarnya tinggi. Bagi sebagian orang buah naga termasuk buah yang tergolong mewah, karena harganya masih mahal dan juga masih jarang di pasaran. Bentuknya yang unik dengan warna mencolok, mengundang keingina-tahuan orang. Berdasarkan hasil dari berbagai penelitian terhadap buah naga, ditemukan beberapa khasiat bagi kesehatan diantaranya adalah sebagai pembersih darah, penguat ginjal, penyeimbang kadar gula darah, menyehatkan lever, perawatan kecantikan, menguatkan daya kerja otak, meningkatkan ketajaman mata, mengurangi keluhan panas dalam dan sariawan, menstabilkan tekanan darah, mengurangi keluhan keputihan, mengurangi kolesterol, mencegah kanker usus serta mencegah sembelit dan memperlancar feses.
Selain dikonsumsi langsung dalam bentuk segar, buah naga juga dapat digunakan sebagai campuran salad bersama buah lainnya yang ditambahkan saus mayonaise maupun yogurt sehingga citarasa yang terasa lebih nikmat. Buah ini, juga akan terasa lebih nikmat jika dihidangkan sebagai campuran pada sup buah. Selain itu, buah naga juga bisa dijadikan selai, terutama buah naga warna merah disamping rasanya pas, tapi juga memiliki tampilan yang menarik. Buah naga yang diolah menjadi selai terlebih diparut daging buahnya, kemudian direbus dengan ditambahkan gula pasir.
Mengenal Tanaman Buah Naga

Buah naga, merupakan tanaman jenis kaktus yang umumnya umumnya tumbuh di daerah tropis dijadikan sebagai tanaman hias karena bentuknya unik dan terdapat buah berwarna merah atau kuning menambah eksotika tanaman ini. Tanaman yang menghasilkan buah berasa manis, nikmat, menyegarkan dan berkhasiat ini ternyata mudah dibudidayakan dan juga termasuk tanaman yang tahan banting. Buah naga yang juga dikenal dengan nama dragon fruit ini menjadi semakin populer dan banyak diminati masyarakat karena diyakini memberikan banyak khasiat bagi kesehatan karena kandungan unsur-unsur kimia pada buah ini. Sebagaimana tanaman kaktus lainnya, buah naga merupakan tanaman yang mampu bertahan pada daerah kering dan harus cukup paparan sinar matahari, karena itu tanaman ini cocok dikembangbiakan di daerah iklim tropis seperti Indonesia.


Di Indonesia, buah naga yang telah dibudidyakan ada 4 jenis antara lain adalah; buah naga daging putih (Hylocereus undatus), buah naga daging merah (Hylocereus polyrhizus), buah naga daging super merah (Hylocereus costaricensis) dan buah naga kulit kuning daging putih (Selenicereus megalanthus). Masing-masing buah naga memiliki karakteristiknya sendiri. Buah naga Hylocereus polyrhizus lebih sering dibudidayakan karena memiliki kelebihan tersendiri yaitu ukuran buah buah lebih besar dan warna daging lebih menarik. Sedangkan buah naga yang jarang dibudidayakan adalah buah naga Selenicereus megalanthus karena ukuran buah yang relatif kecil walaupun rasanya paling manis diantara jenis yang lain.
Adapun klasifikasi buah naga sebagai berikut :
Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
Subdivisi : Angiospermae (berbiji tertutup)
Kelas : Dicotyledonae (berkeping dua)
Ordo : Cactales
Famili : Cactaceae
Subfamili : Hylocereanea
Genus : Hylocereus
Spesies : Hylocereus polyrhizus (daging merah)
Hylocereus undatus (daging putih)
Hylocereus costaricensis (daging merah super)
Selenicereus megalanthus (kulit kuning daging putih)

1. Hylocereus polyrhizus
Buah naga jenis ini memiliki ciri-ciri kulit buahnya berwarna merah dan warna daging buahnya keunguan, rasanya lebih manis dibandingkan Hylocereus undatus dengan kadar kemanisan 13-15 brix. Pada kulit buah terdapat sirip atau jumbai berwarna hijau. Pada tanaman jenis Hylocereus Polyrhizus batang memiliki warna hijau tua dan tampak lebih tebal, duri pada batang dan cabang lebih rapat. Tanaman buah naga jenis ini lebih sering berbunga, namun tingkat keberhasil menjadi buah tidak sebesar Hylocereus undatus. Dan, buahnya lebih kecil, oleh karena itu pada saat bunga sedang mekar perlu dilakukan perkawinan dengan bunga buah naga daging putih.

2. Hylocereus undatus
Hylocereus undatus memiliki ciri kulitnya berwarna merah, namun dagingnya berwarna putih dan rasanya manis sedikit masam. Sehingga nampak kontras antara warna kulit dan daging buahnya. Di dalam daging buah jenis ini terdapat biji-biji hitam. Dibandingkan dengan yang lain, buah naga jenis lain paling rendah kemanisannya dengan derajat kemanisan 10-13 briks. Karena dagingnya memiliki warna putih, Hylocereus undatus juga dikenal dengan sebutan white pitaya. Buah naga jenis ini juga memiliki sirip atau jumbai berwarna hijau pada kulit buahnya. White pitaya memiliki berat rata-rata 400-500 gr, bahkan ada yang mencapai 800gr.

3. Hylocereus costaricensis
Hylocereus costaricensis memiliki kulit buah berwarna merah seperti Hylocereus polyrhizus, namun daging buahnya lebih merah. Oleh karena itu, buah naga jenis ini disebut buah naga super merah. Rasanya manis dengan derajat kemanisan 13-15 briks dan berat rata-rata berkisar 400-500gr. Tanaman ini memiliki batang dan cabang berwarna hijau kebiruan dan tebal. Red Pitaya ini amat menyukai daerah panas berketinggian rendah hingga sedang.

4. Selenicereus megalanthus
Buah naga jenis ini memiliki tampilan berbeda dengan yang lain karena kulit buahnya berwarna kuning tanpa sirip, namun pada kulitnya masih tampak tonjolan-tonjolan. Dibandingkan dengan genus Hylocereus, buah naga jenis ini secara tampilan kalah menarik. Namun keunggulan dari buah naga jenis ini adalah memiliki rasa lebih manis dengan derajad briks 15-18 briks.

Teknik Budidaya Buah Naga

1. Pemilihan Lahan
Tanaman buah naga tumbuh dengan baik pada lahan dengan ketinggian 20 – 350 m diatas permukaan laut, tanah gembur berporous, kaya bahan organik dan banyak mengandung unsur hara. Selain itu, tanaman ini, akan tumbuh dengan baik dan hasil buah yang optimal pada media tanah dengan derajad keasaman pH 5–7. Tanaman buah naga termasuk tanaman tropis dengan curah hujan yang ideal untuk pertumbuhan buah naga sekitar 60 mm/bln atau 720 mm/tahun. Pada curah hujan 600-1.300 mm/tahun tanaman ini juga masih bisa tumbuh. Tanaman ini tidak membutuhkan air dalam jumlah yang banyak. Selain faktor tersebut, kesuburan tanah juga berperan penting dalam pertumbuhan.
2. Pengolahan Tanah
Perakaran buah naga memerlukan tanah yang gembur karena perakarannya merayap dipermukaan tanah. Tanah yang terlalu keras atau liat menyebabkan akar tidak bisa tumbuh baik. Lahan yang akan digunakan terlebih dahulu dibersihkan dari gulma dan rerumputan untuk menghindari penyakit, kemudian dicangkul agar tanah menjadi gembur dan tanah dibolak-balik, dan dibuat bedengan. Setelah itu dibuat lubang-lubang tanam sesuai dengan cara tanamnya apakah menggunakan system panjatan tunggal atau olomi kelompok. Media tanam untuk panjatan tunggal menggunakan campuran tanah galian diberi pasir sekitar 5 kg, bubuk bata merah 5 kg, pupuk kandang kering 10 kg dan olomite 300 g kemudian dicampur sampai merata.

3. Sistem Pengairan
Sistem pengairan pada lahan disesuaikan dengan kondisi lahan, sistem cara tanamnya, dan pengadaan sumber air yang ada disekitar lahan. Bisa menggunakan cara pengairan tradisional yaitu sistem leb yaitu menggunakan parit sedalam 20 cm atau Pengairan dengan system pipa plastic.

4. Pengadaan Bibit
Pengadaan bibit merupakan faktor penting dalam proses budidaya. Bibit yang berkualitas dan memenuhi syarat akan menghasilkan tanaman yang subur dan hasil panen yang maksimal dengan mutu buah yang memuaskan. Pengembangbiakan bibit buah naga dapat dilakukan dengan cara generatif dan vegetatif. Pengembangbiakan bibit secara generatif adalah dengan mengguakan biji yang berasal dari buah.
Pengembangbiakan bibit secara vegetatif adalah cara yang lebih sering dilakukan karena lebih praktis dan lebih cepat. Pengembangbiakan cara vegetatif adalah dengan menggunakan setek cabang atau batang.

5. Pembuatan Tiang Panjatan
Buah naga termasuk tanaman merambat sehingga membutuhkan penopang/panjatan untuk menopang tanaman sehingga dapat tumbuh tegak ke atas. Ada beberapa tipe dan bahan tiang panjatan, disesuaikan dengan dana yang akan diinvestasikan. Tiang bisa terbuat dari batang kayu atau beton yang terbuat dari semen. Tiang panjatan yang digunakan harus kuat dan mampu bertahan selama umur produktif buah naga yaitu 15-20 tahun..

6. Penanaman
Penanaman bibit lahan tanam yang harus diperhatikan adalah kedalaman yang terlalu dalam malah akan menghambat pertumbuhannya. Kedalaman penanaman adalah 20% dari panjang bibit sekitar 10-15 cm.

7. Pemeliharaan Tanaman

Perawatan buah naga, meliputi penyulaman, pengikatan dan pengaturan letak, pengairan, pemupukan, pembumbunan, pemangkasan, serta penyeleksian bunga dan calon buah. Penyulaman adalah merupakan tindakan untuk mengganti tanaman yang mati disebabkan oleh tercabutnya bibit buah naga dari media tanam, busuk pangkal batang dan lain-lain. Pemupukan adalah salah satu faktor penting dalam budidaya buah naga. Pemupukan bertujuan untuk meningkatkan unsur hara pada media tanam, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan subur dan hasil panen yang maksimal. Kekurangan unsure hara menyebabkan tanaman menjadi kerdil/kurang subur atau tidak berbuah. Pada dasarnya tanaman buah naga, dapat tumbuh dengan dengan baik dan berbuah hanya dengan pemberian pupuk kandang.


Hama Dan Penyakit Tanaman

1. Tungau
Tungau (Tetranychus sp.) menyerang kulit cabang sehingga jaringn klorofil pada permukaan kulit cabang berubah warna menjadi coklat.

2. Kutu putih atau mealybug
Kutu jenis ini menyerang tanamann buah naga sehingga permukaan kulit cabang berselaput kehitaman atau tampak kotor.

3. Kutu batok
Kutu batok (Aspidiotus sp.) menyebabkan cangbang tanaman buah naga berubah warna dari hijau menjai kunign akibat cairan tanaman dihisap. Pengendaliannya dengan menggunakan insektisida sistemik (Kanon) tujuh hari sekali.

4. Kutu sisik
Keberadaan kutu sisik (Pseudococcus sp.) pada tanaman dapat diperhatikan mulalui percabangan tanaman yang tidak terkena sinar matahari langsung.

5. Bekicot
Hama bekicot sangat merugikan karena tunas tanaman menjadi rusak digerogoti. Bahkan terkadang tunas tersebut membusuk. Mengendalikan hama ini dengan sanitasi kebun. Kebersihan kebun harus diperhatikan, terutama keberadaan gulma harus disingkirkan. Gulma di kebun menjadi sarang hama ini untuk berkembang biak.

6. Semut
Keberadaan semut pada saat tanaman buah naga mulai muncul kuntum bunga mengakibatkan kulit buah menjadi bintik-bintik berwarna coklat. Jika serangan parah maka pentil buah akan menjadi kerdil dan mudah rontok. Namun, hal ini sangat sedikit dan jarang terjadi.

7. Busuk pangkal batang
Tanaman buah naga seringkali mengalami busuk pangkal batang yang bisa menyebabkan kematian terhadap tanaman ini. Pangkal batang yang mengalami pembusukan akan berwarna kecoklatan dan menjadi lembek dan biasanya terdapat bercak putih. Pembusukan umumnya disebabkan oleh kelembaban tanah yang terlalu tinggi sehingga merangsang pertumbuhan jamur.

8. Busuk bakteri
Penyakit busuk bakteri disebabkan oleh jamur Pseudomonas sp. Gejala yang tampak dari serangan jamur ini adalah tanaman tampak layu, kusam, dan terdapat lender putih kekuningan di batang yang berwarna coklat atau batang pokok.

Analisis Kelayakan Ekonomi
Biaya Investasi
No Jenis Biaya Jumlah
1 Sewa lahan 1 ha, 10 tahun per tahun Rp. 2.500.000,- Rp. 25.000.000,-
2 Tiang beton penyangga, 1600 tiang x Rp. 16.000,- Rp. 25.600.000,-
3. Instalasi air; sumur suntik, pipa saluran air Rp. 5.000.000,-
4. Alat Penyemprot Rp. 500.000,-
5 Pembelian bibit 6400 x Rp.10.000,- Rp.6.400.000,-
Total Biaya Investasi Rp. 62.500.000,-




b. Biaya Operasional selama 2 tahun pertama
No Jenis Biaya Jumlah
1 Pupuk organik 64.000 kg x Rp. 200,- Rp. 9.600.000,-
2 Dolomite 35.000 kg Rp. 3500.000,-
3 Pupuk unorganik Rp.1.400.000,-
4 Pestisida Rp.600.000,-
5 Pasir 1 rit Rp. 250.000,-
6 Tali pengikat Rp. 1.500.000,-
7 Tenaga kerja 3 x Rp.500.000,- x 24 bulan Rp. 108.000.000,-
Total Biaya operasional Rp. 124.850.000,-

Total Kebutuhan Modal = Biaya Investasi + Biaya Operasional = Rp. 177.750.000,-
a. Penjualan Panen Tahun Pertama = Rp. 256.000.000,-
b. Penjualan Panen Tahun Kedua = Rp.409.600.000,-
Total Penerimaan = Rp. 665.600.000,-
Laba Sebelum Pajak Periode 2 tahun
Laba sebelum pajak = Total penerimaan - Biaya Operasional – Penyusutan Alat- Penggunaan Sewa Lahan – Penyusutan umur produktif
Penyusutan alat (5%) per tahun = Rp. 1.555.000,-
Sewa lahan 2 tahun = Rp.5.000.000,-
Laba sebelum pajak = (Rp. 665.600.000,-) – (Rp. 124.850.000,-) – (Rp. 1.555.000,-) – (Rp.5.000.000,-) - (Rp.320.000,-)
= Rp.533.875.000,-

Analisis
1. Break Event Point ( BEP )
BEP dalam volume produksi : Rp. 124.850.000,- / Rp. 20.000,00/ kg = 6.243 kg. (Jadi Titik Balik Modal tercapai jika produksi buah naga mencapai 6.243 kg)
2. B/C Ratio (Perbandingan antara penerimaan dan biaya )
B/C = Rp. 665.600.000,- / Rp. 124.850.000,- = 5,33. (Artinya, setiap penambahan biaya sebesar Rp.1,- memperoleh penerimaan Rp.5,33 )

Kesimpulan:
Berdasarkan hasil perhitungan B/C maka dapat disimpulkan bahwa Bisnis Budidaya Buah Naga feasible atau layak dijalankan karena B/C > 1. Dengan demikian dapat disimpulkan budidaya buah naga menguntungkan dan menjadi alternatif untuk berinvestasi.
Rating: 4.5 out of 5

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru

Total Pageviews

Jual Aneka Media Mikroba Dan Jasa Uji Lab

AGROTEKNO-LAB

AGROTEKNO-LAB
Jual Aneka Jenis Mikrobia Untuk Industri Dan Penelitian

Aspergillus niger

Aspergillus niger
Untuk fermentasi pakan ternak

agrotekno77@gmail.com

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
There was an error in this gadget
There was an error in this gadget
 

Copyright © 2012. MITRA AGROBISNIS DAN AGROINDUSTRI. Telp. 087731375234 - All Rights Reserved Template IdTester by Blog Bamz