Sunday, June 30, 2013

Prospek Bisnis Tempe Dan Teknik Membuat Ragi Tempe

Agrotekno Sarana Industri
085741862879
Jual Ragi Tempe Bisa Kirim Paket



Potensi Bisnis Tempe

Tempe adalah salah satu produk makanan yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia, bahkan sudah menjadi menu hidangan masakan yang populer di berbagai negara di dunia. Di Indonesia, tempe sudah menjadi kebutuhan pokok karena menjadi sumber pemenuhan gizi yang murah terjangkau. Selain cita rasa-nya yang nikmat, tempe memiliki kandungan gizi yang tinggi terutama kadar proteinnya sehingga tempe dapat menjadi menu alternatif untuk mengganti kebutuhan protein berasal dari daging yang harganya lebih mahal. Potensi pasar produk tempe dalam negeri cukup besar dan luas, bahkan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Salah satu faktor penyebab tingginya konsumsi tempe di Indonesia antara lain adalah karena produksi daging dalam negeri yang masih rendah sehingga masih harus mengimpor dari negara lain. Permintaan produk tempe mengalami kenaikan yang cukup signifikan terutama pada hari besar nasional seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal, dan hari-hari besar lainnya.

Di Indonesia, selain menggunakan kedelai, tempe juga dapat diproduksi dengan menggunakan bahan baku seperti ampas tahu, jagung, benguk, dan lain-lain. Namun tempe lebih umum dan lebih disukai dari bahan baku kedelai. Tempe dengan menggunakan bahan baku kedelai memiliki cita rasa yang lebih nikmat dan gizi yang tinggi. Di Indonesia, produksi tempe umumnya masih menggunakan bahan baku kedelai transgenik dan sistem pertanian yang masih menggunakan bahan-bahan kimia. Kedelai transgenik lebih disukai oleh para pengrajin tempe karena memiliki ukuran yang lebih besar dan lebih seragam sehingga kualitas tempe yang dihasilkan lebih bagus dan lebih ekonomis dibandingkan kedelai lokal. Produksi bahan baku kedelai dalam negeri yang masih rendah dan kualitasnya juga kurang baik, menyebabkan sebagian besar bahan baku kedelai masih impor dari negara lain. Oleh karena itu, kita perlu meningkatkan produksi kedelai dan meningkatkan kualitas kedelai dengan mengembangkan rekayasa genetika dan sistem pertanian organik sehingga mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dan mampu menembus pasar internasional yang lebih luas.

Industri tempe adalah jenis usaha yang umumnya merupakan industri rumahan dengan investasi tidak terlalu besar dan jumlah karyawan sedikit. Namun, industri tempe telah banyak menjadi sumber penghidupan bagi rakyat kecil dan memenuhi kebutuhan produk pangan bergizi tinggi dan terjangkau bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk nasional yang terus meningkat, menunjukan bahwa potensi pasar produk tempe semakin besar dan merupakan peluang untuk mengembangankan bisnis tempe.


Teknik Pengembangbiakan Ragi Tempe

Proses pembuatan tempe membutuhkan jamur jenis Rhizopus oligosporus, Rhizopus oryzae, Rhizopus stolonifer (kapang roti), atau Rhizopus arrhizus. Jamur tersebut biasa dikenal dengan nama ragi tempe, laru, atau usar. Untuk memenuhi kebutuhan ragi tempe umumnya para pengusaha tempe membeli di toko karena umumnya para pengrajin tempe tidak mau repot membuat ragi tempe sendiri, tapi tidak ada salahnya jika membuat ragi tempe sendiri.

Untuk membuat ragi tempe dibutuhkan alat dan bahan sebagai berikut:

a. Bahan yang dibutuhkan:

1. Beras 300 gram.

2. Tepung tempe 4 gram.

3. Tepung beras yang telah disangrai 1,5 kg

b. Alat yang dibutuhkan:

1) Panci atau dandang

2) Tampah

3) Pengaduk

4) Plastik lembaran

5) Alat penumbuk

6) Ayakan / saringan

7) Penggorengan

8) Kantong plastik

c. Cara Pembuatan

1) Cuci beras hingga bersih, masak sampai menjadi nasi.

2) Nasi yang telah menjadi dingin ditaburi tepung tempe kemudian diaduk hingga rata.

3) Nasi yang telah dicampur tepung tempe tersebut kemudian diletakkan di atas tampah dan atasnya ditutup lastik atau daun pisang.

4) Simpan dalam ruang pemeraman hingga seluruh nasi ditumbuhi jamur.

5) Nasi yang telah ditumbuhi jamur tersebut kemudian dijemur sampai kering. Setelah kering, tumbuk sampai halus, kemudian ayak sehingga dihasilkan ragi tempe.

6) Campurkan ragi tempe tersebut dengan tepung beras yang telah disangrai dengan perbandingan 1: 10.



Rating: 4.5 out of 5

1 comments:

Reno Rasiwara

Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai prospek bisnis tempe dan teknik membuat tempe di indonesia.Benar benar sangat bermamfaat dalam menambah wawasan kita menjadi mengetaui lebih jauh mengenai indonesia.Saya juga mempunyai artikel yang sejenis mengenai indonesia yang bisa anda kunjungi di Indonesia Gunadarma

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►

Total Pageviews

Jual Aneka Media Mikroba Dan Jasa Uji Lab

AGROTEKNO-LAB

AGROTEKNO-LAB
Jual Aneka Jenis Mikrobia Untuk Industri Dan Penelitian

Aspergillus niger

Aspergillus niger
Untuk fermentasi pakan ternak

agrotekno77@gmail.com

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
There was an error in this gadget
There was an error in this gadget
 

Copyright © 2012. MITRA AGROBISNIS DAN AGROINDUSTRI. Telp. 087731375234 - All Rights Reserved Template IdTester by Blog Bamz