Monday, September 2, 2013

Meningkatkan Nilai Tambah Nira Buah Siwalan Menjadi Nata De Siwalan

Agrotekno Sarana Industri
Jual bakteri Acetobacter Xylinum Dan Aneka Mikrobia
085741862879

Siwalan (borassus flabellifer) adalah merupakan jenis tanaman langka sehingga jarang dijumpai. Siwalan (Borassus flabellifer) banyak ditemukan di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Secara taksonomi, Siwalan diklasifikasi: Kingdom : Plantae, Divisio : Magnoliophyta, Klas : Liliopsida, Ordo : Arecales, Family : Arecaceae, Genus : Borassus, Spesies : Borassus flabellifer L. Siwalan merupakan tanaman yang memiliki batang tunggal dengan tinggi 15-30 m dan diameter batang sekitar 50-60 cm.
 
Sebagaimana tanaman palm, siwalan memiliki helaian daun serupa kipas bundar, berdiameter hingga 1,5 m, sisi bawahnya terdapat lapisan lilin yang berwarna putih. Tangkai daun mencapai panjang 1 m, dengan pelepah yang lebar dan hitam di bagian atasnya; sisi tangkai dengan deretan duri yang berujung dua. Daun siwalan banyak digunakan sebagai bahan kerajinan seperti kipas, tikar, topi, aneka keranjang, tenunan untuk pakaian dan media penulisan naskah lontar pada zaman dahulu. Sedangkan kayu dari batang lontar bagian luar bermutu baik, berat, keras dan berwarna kehitaman yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan atau untuk membuat perkakas dan barang kerajinan.

Di Indonesia, siwalan banyak terdapat di sebelah timur pulau Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Di Indonesia, siwalan dikenal pula dengan nama lontar, sedangkan di bebepa negara di Asia Siwalan dikenal dengan nama; palmyra palm, toddy palm, sugar palm, lontar palm, wine plam, dan dalam dalam Bahasa Inggris disebut cambodian palm. Tanaman ini umumnya tumbuh di daerah-daerah tertentu yang memiliki iklim kering dengan curah hujan rata-rata 63-117 hari/tahun. Salah satu daerah di Jawa Tengah yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan tanaman Siwalan adalah Kabupaten Rembang. Kabupaten Rembang memiliki jenis tanah yang cocok untuk tanaman Siwalan yaitu mediteran merah kuning (30%), grumosol/vertisol (30%), regosol (10%), mediteran merah kuning gromosol dan regosol (10%), mediteran kuning merah dan grumosol (6%), andosol (10%), dan andosol merah coklat (4%).

Tanaman ini menghasil buah berbentuk bulat, kulitnya berwarna hitam kecoklatan dan daging buahnya berwarna putih seperti daging kelapa dan berserat tinggi. Daging buah siwalan yang merupakan ensperm biji bersifat lunak rasanya mirip kolang-kaling sering digunakan untuk bahan campuran minuman es dawet seiwalan yang biasa didapati dijual di daerah pesisir Jawa Timur, Paciran, Lamongan. Daging buah yang tua, yang kekuningan dan berserat, dapat dimakan segar ataupun dimasak terlebih dahulu. Buah siwalan memiliki air nira yang yang dapat dikonsumsi sebagai minuman segar yang nikmat, atau diolah menjadi gula merah siwalan sebagaimana gula merah nira kelapa. Menurut Davis and Johnson (1987), nira siwalan mengandung total gula (g/100 cc) = 10,93; Protein (g/100 cc) = 0,35; Nitrogen (g/100 cc) = 0,056; Fosfor (g/100 cc) = 0,14 ; Besi (g/100 cc) = 0,4; Vitamin C (mg/100 cc) = 13,25.

Kandungan nutrisi nira siwalan yang tinggi tersebut ternyata dapat diolah menjadi nata. Dari hasil penilitian yang dilakukan oleh Emil S. seorang peniliti agrotekno, alumni UGM menyebutkan bahwa nata berbahan baku siwalan memiliki karakteristik yang sangat bagus seperti nata de coco-nata berbahan air kelapa. Nata de siwalan memiliki tekstur yang halus, berwarna putih, dan berserat tinggi. Dengan menggunakan bakteri Acetobacter xylinum, nira siwalan berbentuk cair dapat diubah menjadi lembaran serat selulosa yang bersifat kenyal dan dapat digunakan sebagai bahan campuran minuman kemasan. Minuman kemasan nata de siwalan, tidak kalah nikmat jika dibandingkan dengan nata de coco. Hasil temuannya tersebut sangat bermanfaat untuk pengembangan teknologi pangan yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Indonesia. Sebagaimana kita ketahui bahwasanya produk minuman kemasan berbahan dasar nata permintaannya sangat tinggi. Selain untuk memenuhi pasar domestik yang tinggi, minuman kemasan nata juga menjadi produk unggulan berorientasi ekspor.

Produk minuman kemasan nata saat ini lebih banyak didominasi nata de coco atau sari kelapa, meskipun saat ini telah dikembangkan nata de soya, nata de cassava. Tinggi nya permintaan produk nata de coco oleh pabrik minuman kemasan belum terpenuhi, sedangkan jumlah ketersediaan air kelapa sudah mulai bersaing ketat karena telah banyaknya bermunculan produsen nata de coco. Dengan ditemukannya nata de siwalan diharapkan dapat menyubstitusi nata de coco sehingga dapat meningkatkan pasokan komoditas nata yang pada akhirnya dapat memacu meningkatnya produksi minuman kemasan berbasis nata, meningkatkan ekspor dan devisa dan meningkatkan kesejahteraan para petani.


Selamat berwirausaha, Kita Bisa!
Rating: 4.5 out of 5

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►

Total Pageviews

Jual Aneka Media Mikroba Dan Jasa Uji Lab

AGROTEKNO-LAB

AGROTEKNO-LAB
Jual Aneka Jenis Mikrobia Untuk Industri Dan Penelitian

Aspergillus niger

Aspergillus niger
Untuk fermentasi pakan ternak

agrotekno77@gmail.com

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
There was an error in this gadget
There was an error in this gadget
 

Copyright © 2012. MITRA AGROBISNIS DAN AGROINDUSTRI. Telp. 087731375234 - All Rights Reserved Template IdTester by Blog Bamz