Tuesday, February 24, 2015

Pemanfaat Agen Mikrobia Dalam Bidang Industri Dan Pertanian



Agrotekno Lab
087731375234
Jual Aneka Mikroba Untuk Riset

Salah satu jenis mikroba yang banyak dimanfaatkan dalam bidang industri dan pertanian adalah mikroba genus Bacillus. Terdapat 22 jenis bakteri genus Bacillus yang elah teridentifikasi diantaranya banyak ditemukan pada makanan. Bacillus merupakan bakteri Gram positif, berbentuk batang, beberapa spesies bersifat aerob obligat dan bersifat anaerobik fakultatif, dan memiliki endospora sebagai struktur bertahan saat kondisi lingkungan tidak mendukung. Bentuk spora (endospora) Bacillus bervariasi bergantung pada spesiesnya. Endospora ada yang lebih kecil dan ada juga yang lebih besar dari pada diameter sel induknya. Pada umumnya sporulasi terjadi bila keadaan medium memburuk, zat-zat yang timbul sebagai pertukaran zat yang terakumulasi dan faktor luar lainnya yang merugikan. Bacillus mempunyai sifat yang lebih menguntungkan daripada mikroorganisme lain karena dapat bertahan hidup dalam waktu yang lama pada kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan untuk pertumbuhannya. Spesies  jenis Bacillus juga berbeda dalam sifat pertumbuhannya. Beberapa bersifat mesofilik misalnya Bacillus subtilis yang lainnya bersifat termofilik fakultatif misalnya Bacillus coagulans atau termofilik pada Bacillus stearothermophilus sering menyebabkan kerusakan pada makanan kaleng. 
Beberapa kelompok bakteri Bacillus menghasilkan metabolit sekunder yang dapat menekan pertumbuhan patogen (Backman et al.,1994). Bacillus telah banyak diaplikasikan pada benih untuk mencegah patogen tular tanah seperti Fusarium oxysporum, Rhizoctonia solani, Botrytis cinera, Phytium sp. dan Sclerotium rolfsii (Baker & Cook, 1974). Bacillus sp. - Berpotensi sebagai pemacu pertumbuhan tanaman - Biokontrol fungi patogen akar Widyawati (2008). 2. Bacillus subtilis - Sebagai agen pengendali hayati - Sebagai PGR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Sulistiani (2009). 3. Bacillus subtilis - Memiliki pengaruh biofungisida terhadap serangan penyakit antraknosa pada cabai merah (Capsicum annuum L.) Kusnadi et al. (2009). 3. Bacillus thuringinensis - Memproduksi bioinsektisida pada media tapioka Salamah (2002). 4. Bacillus thuringinensis - Memproduksi bioinsektisida pada media air kelapa Priatno (1999). 5. Bacillus spp. - Pengahasil α- amilase ekstraseluler Widyasti (2003). 6. Bacillus thermoglucosidasius AF-01 - Memproduksi parsial protease alkali Fuad et al. (2004). 7. Bacillus licheniformis - Sebagai feed suplement terhadap pertumbuhan ikan nila merah Haetami et al. (2008). 8. Bacillus sp. BK 17 - Mampu menghambat jamur patogen Aspergillus sp. yang menginfeksi ikan nila (Oreochromis sp.) Malau (2012). 9 Bacillus sp. BK 17 - Mampu menghambat layu Fussarium pada benih cabe merah (Capsicum annuum L.) Indarwan (2011). 10 Bacillus thuringinensis var aizawa IH-A - Penggunaan Bacillus thuringinensis sebagai bioinsektisida Sjamsuriputra et al. (2002).
 Bacillus Sebagai Agen Pengendali Hayati Pengendalian hayati adalah proses pengurangan kepadatan inokulum atau aktivitas patogen dalam menimbulkan penyakit yang berada dalam keadaan aktif maupun dorman oleh satu atau lebih organisme baik secara aktif maupun dengan manipulasi lingkungan dan inang, dengan menggunakan agens antagonis atau dengan mengintroduksi satu atau lebih organisme antagonis (Baker & Cook, 1974). Proses pengendalian hayati berjalan dengan lambat tetapi dapat berlangsung dalam periode yang cukup panjang, relatif murah dan tidak berbahaya bagi kehidupan. Agens antagonis adalah mikroorganisme yang dapat mempengaruhi kemampuan bertahan atau berpengaruh negatif terhadap aktivitas patogen dalam menimbulkan penyakit. Bahkan, agens antagonis dapat berasal dari strain patogen avirulen yang dapat menghambat perkembangan patogen (Agrios, 1997).
Genus Bacillus digunakan sebagai agen biokontrol secara luas, menghasilkan zat antimikroba berupa bakteriosin. Bakteriosin adalah zat antimikroba polipeptida atau protein yang diproduksi oleh mikroorganisme yang bersifat bakterisida. Bakteriosin membunuh sel targetnya dengan menyisip pada membran target dan mengakibatkan fungsi membran sel menjadi tidak stabil sehingga menyebabkan sel lisis (Compant et al., 2005). Bacillus sp juga diketahui menghasilkan spora dan enzim kitinase yang mampu menghambat pertumbuhan jamur patogen yaitu Aspergillus sp. 2 pada ikan nila (Oreachromis niloticus) secara in vivo maupun in vitro (Malau, 2012). Bacillus juga menghasilkan enzim yang banyak digunakan dalam industri diantaranya Widyasti (2003) melaporkan Bacillus spp. penghasil enzim α-amilase yang banyak digunakan dalam industri untuk menghidrolisis ikatan α-1,4 glikosidik pati, glikogen dan substrat sejenisnya. Fuad et al. (2004) melaporkan Bacillus thermoglucosidasius AF-01 memproduksi parsial portease alkali yang memiliki sifat proteolitik yang cukup tinggi banyak digunakan pada industri detergen dan makananan.
Ketahanan Spora Bacillus di Lingkungan Menurut Gaman & Sherrington (1981), spora merupakan “ body “ yang kuat dan keras terbentuk pada beberapa jenis bakteri. Waluyo (2007) ada dua tipe spora yang terbentuk, pertama terbentuk di dalam sel disebut dengan endospora dan di luar sel disebut dengan eksospora. Irianto (2006) resistensi endospora terhadap panas disebabkan oleh kadar air yang dikandungnya dan pembungkus spora yang tebal. Waluyo (2007) endospora masih dapat bertahan pada suhu air mendidih selama 20 jam. Naufalin (1999) mekanisme ketahanan spora terhadap panas adalah senyawa peptidoglikan yang merupakan penyusun korteks dengan struktur ikatan silang dan bersifat elektronegatif, berperan dalam meningkatkan ketahanan spora terhadap panas dengan cara mengontrol kandungan air di dalam protoplas yaitu mempertahankan kadar air yang rendah. Beberapa faktor yang ikut mempengaruhi sifat polimer peptidoglikan juga ikut berperan menurunkan ketahanan spora terhadap panas, misalnya adanya asam dan beberapa kation multivalent. Salamah (2002) melaporkan pembentukan spora Bacillus thuringiensis subsp. Israelensis dimulai pada jam ke-9 dimungkinkan karena kondisi lingkungan yang kurang sesuai bagi sel yaitu pH ekstrim. (Lay, 1994) mikroorganisme memiliki enzim yang berfungsi sempurna pada pH tertentu. Bila terjadi perubahan pH, pertumbuhan dan metabolisme mikroorganisme dapat berhenti. Waluyo (2007) bakteri dalam bentuk spora lebih tahan terhadap kekeringan, panas, asam dan dingin karena dinding spora lebih bersifat impermeabel dan spora mengandung sedikit air. Berdasarkan informasi ketahanan spora terhadap lingkungan diperlukan bahan pembawa untuk mempertahankan viabilitas isolat uji. Formulasi merupakan langkah awal di dalam usaha pengendalian hayati yang dapat diusahakan secara komersial yang mampu menjaga ketahanan spora terhadap lingkungan selama penyimpanan (Jones & Burges, 1998).
 Bahan Pembawa Bahan pembawa merupakan bahan yang dicampurkan dengan organisme dilengkapi dengan bahan tambahan untuk memaksimalkan kemampuan bertahan hidup di penyimpanan disebut dengan formulasi. Adapun fungsi dasar dari formulasi adalah untuk stabilisasi organisme selama produksi, distribusi dan penyimpanan, mengubah aplikasi produk, melindungi agen dari faktor lingkungan yang dapat menurunkan kemampuan bertahan hidupnya serta meningkatkan aktivitas dari agen untuk mengendalikan organisme target. Formulasi terdiri dari dua tipe, yaitu produk berbentuk padatan (tepung dan butiran) serta berbentuk suspensi (berbahan dasar minyak atau air, dan emulsi) (Jones & Burges, 1998).
Enkapsulasi pada bakteri dapat memberikan kondisi yang mampu melindungi mikroba dari pengaruh lingkungan yang tidak menguntungkan, seperti panas dan bahan kimia (Young et al., 1995). Vladamir et al. (2002) enkapsulasi dalam ukuran kecil memiliki beberapa keuntungan, antara lain melindungi suatu senyawa dari penguraian dan mengendalikan pelepasan suatu senyawa aktif. Rizqiati et al. (2008) melaporkan jenis bahan enkapsulasi yang berbeda akan mempengharui viabilitas Lactobasillus plantarum setelah penyimpanan. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai viabilitas Lactobasillus plantarum setelah penyimpanan untuk ketiga kombinasi jenis bahan enkapsulasi tidak berbeda nyata. Pada kultur biomasa diperoleh nilai viabilitas pada penggunaan bahan enkapsulasi susu skim 73,5%, susu skim-gum arab 72,5% dan gum arab 71, 5%.
Menurut Master (1997) enkapsulasi dikatakan berhasil jika bahan yang dienkapsulasi memiliki viabilitas sel yang baik dan sifat-sifat fisiologis yang relatif sama dengan sebelum dan sesudah dienkapsulasi. Desmond et al. (2002) penggunaan bahan untuk enkapsulasi perlu dipertimbangkan, karena masingmasing bahan mempunyai karakter yang berbeda dan belum tentu cocok dengan bahan inti yang akan dienkapsulasi. Adapun beberapa komposisi bahan pembawa digunakan yaitu: Talek adalah mineral yang lunak dengan komposisi kimia (Mg3SiO10(OH)2) dan umumnya sebagai mineral sekunder hasil hidrasi batuan yang mengandung magnesium, seperti peridotit, gabro, dan dolomit. Talek dapat ditemukan dalam pasir dan lumpur yang mempunyai ikatan kuat. Talek merupakan jenis tanah mineral yang dominan berasosiasi dengan kaolinit dan gibsit. Stabilitas talek relatif berbeda dengan mineral liat yang lain memiliki struktur halus, licin dan penghantar panas tinggi (Dixon, 1989). Sulistiani (2009) melaporkan pengaruh interaksi jenis formulasi dan lama penyimpanan formulasi spora B. subtilis memberikan hasil yang beragam. Formulasi talek pada penyimpanan ke-6 mencapai panjang optimum pada benih padi jika dibandingkan dengan formulasi lainnya. Hal ini terjadi karena kombinasi perlakuan paling efektif jika menggunakan formulasi talek dengan waktu aplikasi Universitas Sumatera Utara9 pada minggu ke-6 (9,76 cm). Selain jenis formulasi lama penyimpanan juga memberikan pengaruh terhadap viabilitas spora.
Tapioka Pati merupakan karbohidrat yang tersimpan dalam tanaman terutama tanaman berklorofil. Banyaknya kandungan pati pada tanaman tergantung asal pati tersebut. Pati telah lama digunakan sebagai bahan makanan maupun non-food seperti perekat, dalam industri tekstil, polimer atau sebagai bahan tambahan dalam sediaan farmasi. Penggunaan pati dalam bidang farmasi sebagai formula sediaan tablet, baik sebagai bahan pengisi, penghancur maupun sebagai bahan pengikat (Winarno, 1984). Tepung tapioka pada dasarnya merupakan pati dari ketela pohon, dengan komposisi sebagai berikut: kalori (362 kal), karbohidrat (86,9 g), protein (0,5 g), lemak (0,3 g), kalsium (20 mg), fosfor (7 mg), besi (1,6 mg), kalium (11 mg), natrium (1 mg), magnesium (1 mg) dan air (12 g) (Djali & Riswanto, 2001). Wijayanti (2010) melaporkan tepung tapioka berpotensi sebagai campuran bahan pembawa natrium alginat pada pupuk biologis yang dihasilkan melalui enkapsulasi.
Viabilitas Azospirillum brasilense di dalam kapsul Ca-alginat dan di dalam formula bahan pembawa (perbandingan konsentrasi antara natrium alginat dan tepung tapioka) sangat baik. Viabilitas A. brasilense bertahan selama masa simpan. 2.4.4 Kitosan Kitosan tidak larut dalam air, tetapi larut dalam asam lemah encer (misalnya, asam asetat 1% [v/v]). Kitosan memiliki struktur yang mirip dengan selulosa, tetapi gugus hidroksil pada C-2 diganti dengan gugus amino. Senyawa ini dapat diperoleh dari kulit udang dengan cara mendestilasi kitinnya (Timmy et al.,2002) melaporkan kemampuan enkapsulasi sistem penyalutan ganda alginat-kitosan lebih baik bila dibandingkan dengan gelatin. Enkapsulasi ibuprofen dengan penyalut alginat-kitosan menghasilkan kapsul dengan diameter antara 1 dan 2 mm. Enkapsulasi tersebut memiliki nilai efisiensi >86% lebih tinggi jika dibandingkan dengan penyalut gelatin nilai efesiensi 6,67% yang telah dilakukan oleh peneliti lainnya. Konsentrasi kitosan menaikkan massa kapsul akan tetapi, jumlah ibuprofen dan konsentrasi kitosan tidak berpengaruh terhadap efesiensi enkapsulasinya melainkan faktor waktu penyimpanan larutan alginat yang digunakan untuk pembuatan kapsul. 2.4.3 Tepung Jagung Jagung mempunyai nilai gizi yang relatif cukup baik, mengandung protein 10%, lipid 4,4 % dan kandungan pati sekitar 72%. Kandungan asam amino lisin, triptopan, dan isoleusin. Komposisi tepung jagung terdiri dari: kalori (355 kal); karbohidrat (73,7 g); protein (9,2 g); lemak (3,9 g); kalsium (7 mg); fosfor (256 mg); besi (2,4 mg); kalium (287 mg); natrium (35 mg); magnesium (127 mg); vitamin A (510 SI); vitamin B1 (0,38 mg) dan air (12 g) (Mudjisihono & Munarsono, 1993).
Sulistiani (2009) melaporkan viabilitas spora Bacillus subtilis dalam berbagai formulasi dipengaruhi oleh jenis formulasi dan lama penyimpanan. Pengaruh jenis formulasi spora B. subtilis menunjukkan hasil yang berbeda untuk setiap formulasi yang digunakan. Formulasi tepung jagung memiliki nilai 6,92 cfu/g dalam mendukung ketahanan hidup spora B. subtilis selama penyimpanan. Hal ini disebabkan karena tepung jagung memilliki kandungan pati, gula, dan kadar air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bakteri. Namun tidak sebaik formulasi campuran antara tepung jagung, tepung udang, zeolit dan dedak memiliki nilai tertinggi 7,77 cfu/g. Hal ini disebabkan adanya tepung udang yang berasal dari cangkang udang memiliki kandungan protein yang cukup tinggi untuk mendukung viabilitas spora B. subtilis selama penyimpanan.


Sumber : http://repository.usu.ac.id/

Agrotekno Culture Collection
A

Absidia corymbifera FNCC
Aspergillus terreus FNCC
Acetobacter aceti FNCC
Atopobium vaginae ATCC BAA-55
Acetobacter xylinum FNCC
Aspergillus versicolor FNCC
Achomobachter xylosoxidans subsp. Xylosoxidans ATCC 27061
Aspergillus wentii FNCC
Acinetobacter baumanni ATCC 19606
Aureobasidium pullulans FNCC
Acinetobacter baumanni ATCC BAA-747
B
Acinetobacter Iwoffii ATCC 17925
Bacillus amyloliquefaciens FNCC
Acinetobacter sp. ATCC 49137
Bacillus amylolyticus FNCC
Acinetobacter sp. ATCC 49139
Bacillus badius ATCC 14574
Acinetobacter sp. ATCC 49466
Bacillus cereus ATCC 11778
Acinetobacter sp. ATCC 9957
Bacillus cereus ATCC 14579
Actinomyces odontolyticus ATCC 17929
Bacillus cereus FNCC
Actinomyces viscosus ATCC 15987
Bacillus coagulans FNCC
Actinomyces viscosus ATCC 43146
Bacillus circulans ATCC 61
Aerococcus viridans ATCC 11563
Bacillus licheniformis ATCC 12759
Aerococcus viridans ATCC 700406
Bacillus macerans Schardinger FNCC
Aeromonas caviae ATCC 15468
Bacillus megaterium  ATCC 14581
Aeromonas hydrophila ATCC 35654
Bacillus megaterium FNCC
Aeromonas hydrophila ATCC 49140
Bacillus polymyxa FNCC
Aeromonas hydrophila ATCC 7965
Bacillus pumilus ATCC BAA-1434
Aeromonas hydrophila ATCC 7966
Bacillus stearothermophilus ATCC 10149
Aeromonas salmonicida ATCC 33658
Bacillus stearothermophillus FNCC
Aeromonas veronii biogroup sobria ATCC 9071
Bacillus subtilis ATCC 6633
Aggregatibacter aphrophilus ATCC 33389
Bacillus subtilis FNCC
Agrobacterium tumefaciens FNCC
Bacteroides fragilis ATCC 23745
Alcaligenes faecalis ATCC 35655
Bacteroides fragilis ATCC 25285
Alcaligenes faecalis subsp. Faecalis ATCC 8750
Bacteroides ovatus ATCC 8483
Alcaligenes xylosoxydans subsp. denitrificans FNCC
Bacteroides ovatus ATCC BAA-1296
Alternaria alternata FNCC
Bacteroides ovatus ATCC BAA-1304
Alternaria alternata TX 8025
Bacteroides thetaiotaomicron ATCC 29741
Aneurinibacillus aneurinolyticus ATCC 11376
Bacteroides uniformis ATCC 8492
Arcanobacterium pyogenes ATCC 19411
Bacteroides ureolyticus ATCC 33387
Arcanobacterium pyogenes ATCC 49698
Bacteroides vulgatus ATCC 8482
Aspergillus awamori FNCC
Bifidobacterium breve ATCC 15700
Aspergillus brasiliensis ATCC 16404
Bordetella brochiseptica ATCC 10580
Aspergillus brasiliensis ATCC 9642
Bordetella brochiseptica ATCC 4617
Aspergillus candidus FNCC
Bordetella pertussis ATCC 12742
Aspergillus flavipes FNCC
Bordetella pertussis ATCC 9340
Aspergillus flavus FNCC
Brevibacterium flavum FNCC
Aspergillus fumigatus FNCC
Brevibacterium lipolyticum FNCC
Aspergillus fumigatus KM 8001
Brevibscillus agri ATCC 51663
Aspergillus japonicus FNCC
Brevibscillus laterosporus ATCC 64
Aspergillus niger FNCC
Brevundimonas diminuta ATCC 11568
Aspergillus niveus FNCC
Brevundimonas diminuta ATCC 19146
Aspergillus ochraceus FNCC
Brochothrix thermosphacta ATCC 11509
Aspergillus orzaye ATCC 10124
Burkholderia cepacia ATCC 17765
Aspergillus oryzae FNCC
Burkholderia cepacia ATCC 25416
Aspergillus parasiticus FNCC
Burkholderia cepacia ATCC 25608
Aspergillus punicius FNCC
C
Aspergillus restrictus FNCC
Campylobacter coli ATCC 33559
Aspergillus sojae FNCC
Campylobacter coli ATCC 43478
Aspergillus tamarii FNCC
Campylobacter jejuni  ATCC 29428
Campylobacter jejuni subsp. Jejuni ATCC 33291
Clostridium histolyticum ATCC 19401
Campylobacter jejuni subsp. Jejuni ATCC 33292
Clostridium novyi ATCC 7659
Candida albicans ATCC 10231
Clostridium novyi Type A ATCC 19402
Candida albicans ATCC 14053
Clostridium septicum ATCC 12464
Candida albicans ATCC 2091
Clostridium sordellii ATCC 9714
Candida albicans ATCC 36232
Clostridium sporogenes ATCC 11437
Candida albicans ATCC 60193
Clostridium sporogenes ATCC 19404
Candida albicans ATCC 66027
Clostridium sporogenes ATCC 3584
Candida albicans ATCC 90028
Clostridium tertium ATCC 19405
Candida curvata FNCC
Corynebacterium diphtheriae ATCC 13812
Candida dubliniensis ATCC MYA-577
Corynebacterium glutanicum FNCC
Candida geochares ATCC 36852
Corynebacterium hoagii FNCC
Candida glabrata ATCC 15126
Corynebacterium jeikeium ATCC 43734
Candida glabrata ATCC 2001
Corynebacterium minutissimum ATCC 23348
Candida glabrata ATCC 66032
Corynebacterium pseudodiphhtheriticum ATCC 10700
Candida glabrata ATCC MYA-2950
Corynebacterium pseudodiphhtheriticum ATCC 10701
Candida guiliermondii ATCC 6260
Corynebacterium renale ATCC 19412
Candida kefyr ATCC 204093
Corynebacterium renale ATCC BAA-1785
Candida kefyr ATCC 2512
Corynebacterium striatum ATCC BAA-1293
Candida kefyr ATCC 66028
Corynebacterium urealyticum ATCC 43044
Candida kefyr FNCC
Corynebacterium xerosis ATCC 373
Candida krusei ATCC 14243
Cronobacter muytjensii ATCC 51329
Candida krusei ATCC 34135
Cryptococcus albidus ATCC 66030
Candida krusei FNCC
Cryptococcus albidus var. Albidus ATCC 10666
Candida lipolytica FNCC
Cryptococcus albidus var. Albidus ATCC 34140
Candida lusitaniae ATCC 34449
Cryptococcus curvatus FNCC
Candida lusitaniae ATCC 42720
Cryptococcus humicolus ATCC 9949
Candida lusitaniae ATCC 66035
Cryptococcus laurentii ATCC 18803
Candida norvegensis FNCC
Cryptococcus laurentii ATCC 66036
Candida parapsilosis ATCC 22019
Cryptococcus laurentii ATCC 76483
Candida parapsilosis ATCC 34136
Cryptococcus neoformans ATCC 14116
Candida parapsilosis ATCC 90018
Cryptococcus neoformans ATCC 204092
Candida tropicalis ATCC 1369
Cryptococcus neoformans ATCC 32045
Candida tropicalis ATCC 201380
Cryptococcus neoformans ATCC 34877
Candida tropicalis ATCC 66029
Cryptococcus neoformans ATCC 56991
Candida tropicalis ATCC 750
Cryptococcus neoformans ATCC 66031
Candida tropicalis FNCC
Cryptococcus neoformans ATCC 76484
Candida utilis ATCC 9950
Cryptococcus uniguttulatus ATCC 66033
Candida utilis FNCC
Curtobacterium pusillum ATCC 19096
Candida wicherhamii FNCC
Curvularia lunata FNCC
Cellulosimicrobium cellulans ATCC 27402
Curvularia sp. KM 8023
Chlamydomucor oryzae FNCC
D
Citrobacter braakii ATCC 10625
Debaryomyces hansenii FNCC
Citrobacter diversus KM 11012
Debaryomyces polymorphus FNCC
Citrobacter freundii ATCC 8090
E
Cladosporium cladosporioides FNCC
Edwardsiella tarda ATCC 15947
Clostridium acetobutylicum FNCC
Eggerthella lenta ATCC 43055
Clostridium barati ATCC 27638
Eikenella corrodens ATCC 23834
Clostridium difficile ATCC 43255
Eikenella corrodens ATCC BAA-1152
Clostridium difficile ATCC 700057
Elizabethkingia meningoseptica ATCC 13253
Clostridium difficile ATCC 9689
Enterobacter aerogenes ATCC 13048
Clostridium difficile ATCC BAA-1870
Enterobacter aerogenes ATCC 35028
Enterobacter aerogenes ATCC 35029
Fusarium longipes FNCC
Enterobacter aerogenes ATCC 49071
Fusarium moniliforme FNCC
Enterobacter cloacae ATCC 13047
Fusarium semitectum FNCC
Enterobacter cloacae ATCC 23355
Fusarium solani FNCC
Enterobacter cloacae ATCC 35030
Fusobacterium mortiferum ATCC 25557
Enterobacter gergoviae ATCC 33028
Fusobacterium mortiferum ATCC 9817
Enterobacter hormaechei ATCC 700323
Fusobacterium necrophorum ATCC 25286
Enterococcus avium ATCC 14025
Fusobacterium nucleatumum ATCC 10953
Enterococcus casseliflavus ATCC 700327
Fusobacterium nucleatumum subsp. Nucleatum ATCC 25586
Enterococcus durans ATCC 11576
Fusobacterium oxysporum ATCC 48112
Enterococcus durans ATCC 49135
G
Enterococcus durans ATCC 49479
Gardnerella vaginalis ATCC 14018
Enterococcus durans ATCC 6056
Gardnerella vaginalis ATCC 49145
Enterococcus faecalis ATCC 19433
Gemella morbillorum ATCC 27824
Enterococcus faecalis ATCC 29212
Geobacillus stearothermophilus ATCC 10149
Enterococcus faecalis ATCC 49149
Geobacillus stearothermophilus ATCC 12978
Enterococcus faecalis ATCC 49452
Geobacillus stearothermophilus ATCC 12980
Enterococcus faecalis ATCC 51299
Geobacillus stearothermophilus ATCC 7953
Enterococcus faecalis ATCC 7080
Geomyces pannorum FNCC
Enterococcus faecalis ATCC 35667
Geotrichum candidum ATCC 34614
Enterococcus faecalis ATCC 51559
Geotrichum candidum ATCC 10663
Enterococcus faecalis ATCC 700221
Geotrichum candidum ATCC 28576
Enterococcus gallinarum ATCC 700425
Geotricum candidum FNCC
Enterococcus hirae ATCC 8043
Gordona rubropertinctus FNCC
Enterococcus raffinosus ATCC 49464
Gordona terrae FNCC
Enterococcus saccharolyticus ATCC 43076
H
Epidermophyton floccosum ATCC 52066
Haemophilus aphrophilus ATCC 19415
Erysipelothrix rhusiopathiae ATCC 19414
Haemophilus haemoglobinophilus ATCC 19416
Escherichia coli ATCC 10536
Haemophilus haemolyticus ATCC 33390
Escherichia coli ATCC 11229
Haemophilus influenzae ATCC 33930
Escherichia coli ATCC 11775
Haemophilus influenzae ATCC 35056
Escherichia coli ATCC 12014
Haemophilus influenzae ATCC 35540
Escherichia coli ATCC 13706
Haemophilus influenzae ATCC 49144
Escherichia coli ATCC 25992
Haemophilus influenzae ATCC 49247
Escherichia coli ATCC 29194
Haemophilus influenzae ATCC 49766
Escherichia coli ATCC 35218
Haemophilus influenzae ATCC 19418
Escherichia coli ATCC 35421
Haemophilus influenzae NCTC 8468
Escherichia coli ATCC 4157
Haemophilus influenzae Type a ATCC 9006
Escherichia coli ATCC 51446
Haemophilus influenzae Type b ATCC 10211
Escherichia coli ATCC 51755
Haemophilus influenzae Type b ATCC 33533
Escherichia coli ATCC 8739
Haemophilus influenzae Type c ATCC 9007
Esherichia coli FNCC
Haemophilus parahaemolyticus ATCC 10014
Eurotium amstelodami FNCC
Haemophilus parainfluenzae ATCC 7901
Eurotium chevalieri FNCC
Haemophilus paraphrophilus ATCC 49146
Eurotium rubrum FNCC
Haemophilus paraphrophilus ATCC 49917
Exiguobacterium aurantiacum ATCC 49676
I
Exophiala jeanselmei ATCC 10224
Issatchenkia orientalis ATCC 6258
F
K
Finegoldia magna ATCC 29328
Klebsiella pneumoniae C6
Fluoribacter bozemanae ATCC 33217
Klebsiella oxytoca ATCC 13182
Fluoribacter dumoffii ATCC 33279
Klebsiella oxytoca ATCC 43086
Fonsecaesa pedrosoi ATCC 28174
Klebsiella oxytoca ATCC 49131
Klebsiella oxytoca ATCC 700324
Listeria monocytogenes ATCC 7644
Klebsiella oxytoca ATCC 8724
Listeria monocytogenes ATCC 7646
Klebsiella pneumoniae subsp. Pneumoniae ATCC 10031
Listeria monocytogenes ATCC BAA-751
Klebsiella pneumoniae subsp. Pneumoniae ATCC 13882
Lysinibacillus sphaericus ATCC 4525
Klebsiella pneumoniae subsp. Pneumoniae ATCC 13883
M
Klebsiella pneumoniae subsp. Pneumoniae ATCC 27736
Malassezia furfur ATCC 14521
Klebsiella pneumoniae subsp. Pneumoniae ATCC 33495
Malassezia furfur ST 8036
Klebsiella pneumoniae subsp. Pneumoniae ATCC 35657
Microbacterium liquefaciens ATCC BAA-1819
Klebsiella pneumoniae subsp. Pneumoniae ATCC 700603
Microbacterium paraoxydans ATCC BAA-1818
Klebsiella pneumoniae subsp. Pneumoniae ATCC 9997
Microbacterium testaceum ATCC 15829
Klebsiella pneumoniae subsp. Pneumoniae ATCC BAA 1705
Micrococcus luteus ATCC 10240
Klebsiella pneumoniae subsp. Pneumoniae ATCC BAA 1706
Micrococcus luteus ATCC 4698
Kloeckera apiculata var. Apis ATCC 32857
Micrococcus luteus ATCC 49732
Kloeckera japonica ATCC 58370
Micrococcus lylae ATCC 27566
Kluyveromyces lactis FNCC
Micrococcus sp. ATCC 700405
Kluyveromyces marxianus FNCC
Microsporum canis ATCC 11621
Kluyveromyces thermotolerans FNCC
Monascus purpureus FNCC
Kockovaella thailandica FNCC
Moraxella catarrhalis ATCC 23246
Kocuria kristiane ATCC BAA-752
Moraxella catarrhalis ATCC 25238
Kocuria rhizophila ATCC 533
Moraxella catarrhalis ATCC 25240
Kocuria rhizophila ATCC 9341
Moraxella catarrhalis ATCC 49143
Kocuria rosea ATCC 186
Moraxella catarrhalis ATCC 8176
L
Moraxella osloensis ATCC 10973
Lactobacillus acidophilus ATCC 314
Moraxella osloensis ATCC 19976
Lactobacillus acidophilus ATCC 4356
Morganella morganii FNCC
Lactobacillus acidophillus FNCC
Morganella morganii subsp. morganii ATCC 25830
Lactobacillus brevis ATCC 8287
Mucor plumbeus FNCC
Lactobacillus brevis FNCC
Mucor racemosus FNCC
Lactobacillus bulgaricus FNCC
Myroides odoratus ATCC 4651
Lactobacillus casei ATCC 393
N
Lactobacillus casei FNCC
Neisseria gonorrhoeae ATCC 19424
Lactobacillus delbrueckii subsp. lactis ATCC 12315
Neisseria gonorrhoeae ATCC 31426
Lactobacillus delbrueckii subsp. delbrueckii FNCC
Neisseria gonorrhoeae ATCC 35541
Lactobacillus fermentum FNCC
Neisseria gonorrhoeae ATCC 43070
Lactobacillus gasseri ATCC 19992
Neisseria gonorrhoeae ATCC 49226
Lactobacillus paracasei subsp. paracasei ATCC BAA-52
Neisseria gonorrhoeae ATCC 49926
Lactobacillus plantarum ATCC 8014
Neisseria gonorrhoeae ATCC 49981
Lactobacillus plantarum FNCC
Neisseria gonorrhoeae ATCC 43069
Lactobacillus rhamnosus (Lactobacillus casei subsp. rhamnosus) FNCC
Neisseria lactamica ATCC 23970
Lactobacillus murinus FNCC
Neisseria lactamica ATCC 23971
Lactococcus lactis subsp. lactis FNCC
Neisseria lactamica ATCC 49142
Leclercia adecarboxylata ATCC 23216
Neisseria meningtidis serogroup C ATCC 13102
Leclercia adecarboxylata ATCC 700325
Neisseria meningtidis serogroup A ATCC 13077
Legionella pneumophila ATCC 33823
Neisseria meningtidis serogroup B ATCC 13090
Legionella pneumophila ATCC 33152
Neisseria meningtidis serogroup Y ATCC 35561
Leuconostoc mesenteroides ATCC 8293
Neisseria mucosa ATCC 19695
Leuconostoc mesenteroides subsp. mesenteroides FNCC
Neisseria perflava ATCC 14799
Lipomyces starkeyi FNCC
Neisseria sicca ATCC 29256
Listeria grayi ATCC 25401
Neisseria sicca ATCC 9913
Listeria innocua ATCC 33090
Neurospora sitophila FNCC
Listeria innocua VC 32293
Nigrospora oryzae FNCC
Nitrobacter winogradskyi FNCC
Propionibacterium acidiproprionici ATCC 25562
Nitrosomonas europaea FNCC
Propionibacterium acnes ATCC 11827
Nocardia asteroides CL 11014
Propionibacterium acnes ATCC 6919
Nocardia asteroides FNCC
Propionibacterium propionicus FNCC
Nocardia brasiliensis ATCC 19296
Proteus hauseri ATCC 13315
Nocardia brasiliensis ATCC 19297
Proteus mirabilis ATCC 12453
Nocardia erythropolis FNCC
Proteus mirabilis ATCC 25933
Nocardia farcinica ATCC 3308
Proteus mirabilis ATCC 29245
Nocardia farcinica FNCC
Proteus mirabilis ATCC 29906
O
Proteus mirabilis ATCC 35659
Ochrobactrum anthropi ATCC 49187
Proteus mirabilis ATCC 43071
Ochrobactrum anthropi ATCC 49687
Proteus mirabilis ATCC 7002
Ochrobactrum anthropi ATCC BAA-749
Proteus vulgaris ATCC 49132
Oligella ureolytica ATCC 43534
Proteus vulgaris ATCC 6380
Oligella urethralis ATCC 17960
Proteus vulgaris ATCC 8427
P
Prototheca wickerhamii ATCC 16529
Paenibacillus gordonae ATCC 29948
Providencia alcalifaciens ATCC 51902
Paenibacillus macerans ATCC 8509
Providencia stuartii ATCC 33672
Paenibacillus polymyxa ATCC 43865
Providencia stuartii ATCC 49809
Paenibacillus polymyxa ATCC 7070
Provotella melaninogenica ATCC 25845
Paenibacillus polymyxa ATCC 842
Pseudomonas aeruginosa ATCC 10145
Parabacteroides distasonis ATCC 8503
Pseudomonas aeruginosa ATCC 15442
Parabacteroides distasonis ATCC BAA-1295
Pseudomonas aeruginosa ATCC 17934
Parvimonas micra ATCC 33270
Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853
Pasteurella aerogenes ATCC 27883
Pseudomonas aeruginosa ATCC 35032
Pasteurella multocida subsp. multocida ATCC 43137
Pseudomonas aeruginosa ATCC 35422
Pediococcus acidilactici FNCC
Pseudomonas aeruginosa ATCC 9027
Pediococcus halophilus FNCC
Pseudomonas aeruginosa ATCC 9721
Pediococcus pentosaceus ATCC 33314
Pseudomonas aeruginosa ATCC BAA-1744
Pediococcus pentosaceus FNCC
Pseudomonas aeruginosa FNCC
Penicillium brasilianum FNCC
Pseudomonas cepacia FNCC
Penicillium cammembertii FNCC
Pseudomonas fluorescens ATCC 13525
Penicillium candidum FNCC
Pseudomonas fluorescens FNCC
Penicillium chrysogenum ATCC 10106
Pseudomonas putida ATCC 49128
Penicillium citrinum FNCC
Pseudomonas putida FNCC
Penicillium crustosum FNCC
Pseudomonas stutzeri ATCC 17588
Penicillium funiculosum FNCC
R
Penicillium glabrum FNCC
Ralstonia pickettii ATCC 49129
Penicillium oxalicum FNCC
Rhizomucor miehei FNCC
Penicillium pinophilum FNCC
Rhizomucor pusillus FNCC
Penicillium purpurogenum FNCC
Rhizopus microsporus FNCC
Penicillium roqueforti FNCC
Rhizopus oligosporus FNCC
Peptoniphilus asaccharolyticus ATCC 29743
Rhizopus oryzae FNCC
Peptostreptococcus anaerobius ATCC 27337
Rhizopus stolonifer ATCC 14037
Phialophora verrucosa ATCC 28181
Rhodococcus equi ATCC 6939
Pichia burtonii FNCC
Rhodococcus equi FNCC
Pichia guilliermondii FNCC
Rhodococcus erythropolis FNCC
Pichia ohmeri FNCC
Rhodococcus fascians FNCC
Plesiomonas shigelloides ATCC 14029
Rhodococcus rhodochrous FNCC
Plesiomonas shigelloides ATCC 51903
Rhodosporidium toruloides FNCC
Porphyromonas gingivalis ATCC 33277
Rhodotorula glutinis ATCC 32765
Porphyromonas levii ATCC 29147
Rhodotorula glutinis FNCC
S
Sphingobacterium multivorum ATCC 35656
Saccharomyces bayanus FNCC
Sphingobacterium spiritivorum ATCC 33861
Saccharomyces caribergensis FNCC
Sphingomonas paucimobilis FNCC
Saccharomyces cerevisiae ATCC 4098
Sporidiobolus salmonicolor ATCC MYA-4550
Saccharomyces cerevisiae ATCC 9763
Sporothrix schenckii ATCC 10212
Saccharomyces cerevisiae FNCC
Staphylococcus aureus ATCC 29737
Saccharomyces diastaticus FNCC
Staphylococcus aureus ATCC 35548
Saccharomyces kluyvery FNCC
Staphylococcus aureus ATCC 9144
Saccharomyces pastorianus FNCC
Staphylococcus aureus ATCC BAA-1026
Saccharomyces uvarum FNCC
Staphylococcus aureus ATCC BAA-1708
Saccharomycopsis fibuligera FNCC
Staphylococcus aureus FNCC
Salmonella choleraesuis subsp. choleraesuis FNCC
Staphylococcus aureus subsp. aureus ATCC 35661
Salmonella enterica serovar Typhimurium ATCC 13311
Staphylococcus aureus subsp. aureus ATCC 12600
Salmonella enterica subsp. enterica serovar Anatum ATCC 9270
Staphylococcus aureus subsp. aureus ATCC 25178
Salmonella enterica subsp. enterica serovar Choleraesuis ATCC 10708
Staphylococcus aureus subsp. aureus ATCC 25904
Salmonella enterica subsp. enterica serovar Enteritidis ATCC 13076
Staphylococcus aureus subsp. aureus ATCC 33592
Salmonella enterica subsp. enterica serovar Montevideo ATCC 8387
Staphylococcus aureus subsp. aureus ATCC 49444
Salmonella enterica subsp. enterica serovar Newport ATCC 6962
Staphylococcus aureus subsp. aureus ATCC 49476
Salmonella enterica subsp. enterica serovar Paratyphi A ATCC 11511
Staphylococcus aureus subsp. aureus ATCC 51153
Salmonella enterica subsp. enterica serovar Paratyphi B ATCC 8759
Staphylococcus aureus subsp. aureus ATCC 6538P
Salmonella enterica subsp. enterica serovar Typhi ATCC 6539
Staphylococcus aureus subsp. aureus ATCC 6538
Salmonella enterica subsp. enterica serovar Typhimurium ATCC 14028
Staphylococcus aureus subsp. aureus ATCC BAA-976
Salmonella enterica sv Poona NCTC 4840
Staphylococcus aureus subsp. aureus ATCC BAA-977
Salmonella FNCC
Staphylococcus aureus subsp. aureus ATCC 25923
Salmonella sp. Not Typhi group D BF-SD
Staphylococcus aureus subsp. aureus ATCC 29213
Salmonella sp. Serovar Abony NCTC 6017
Staphylococcus aureus subsp. aureus ATCC 29247
Salmonella tranoroa NCTC 10252
Staphylococcus aureus subsp. aureus ATCC 33591
Salmonella typhimurium FNCC
Staphylococcus aureus subsp. aureus ATCC 33862
Schizosaccharomyces pombe FNCC
Staphylococcus aureus subsp. aureus ATCC 43300
Scopulariopsis acremonium ATCC 58636
Staphylococcus epidermis ATCC 12228
Serovar typhimurium FNCC
Staphylococcus epidermis ATCC 14990
Serratia liquefaciens ATCC 27592
Staphylococcus epidermis ATCC 29887
Serratia marcescens ATCC 13880
Staphylococcus epidermis ATCC 49134
Serratia marcescens ATCC 14756
Staphylococcus epidermis ATCC 49461
Serratia marcescens ATCC 8100
Staphylococcus epidermis ATCC 700296
Serratia odorifera ATCC 33077
Staphylococcus epidermis FNCC
Shewanella putrefaciens ATCC 49138
Staphylococcus haemolyticus ATCC 29970
Shewanella putrefaciens ATCC 8071
Staphylococcus hominis ATCC 27844
Shigella sonei group D ATCC 11060
Staphylococcus lentus ATCC 700403
Shigella sonei group D ATCC 25931
Staphylococcus lugdunensis ATCC 700328
Shigella sonei group D ATCC 9290
Staphylococcus rafinolactis FNCC
Shigella boydii serovar 1 group C ATCC 9207
Staphylococcus saprophyticus ATCC 15305
Shigella dysenteriae group A ATCC 13313
Staphylococcus saprophyticus ATCC 35552
Shigella flexneri serovar 2b group B ATCC 12022
Staphylococcus saprophyticus ATCC 43867
Staphylococcus saprophyticus ATCC 49453
Streptococcus pneumoniae ATCC 6303
Staphylococcus saprophyticus ATCC 49907
Streptococcus pneumoniae ATCC 6305
Staphylococcus saprophyticus ATCC BAA-750
Streptococcus pneumoniae CL 811
Staphylococcus sciuri subsp. sciuri ATCC 29060
Streptococcus pyogenes ATCC 19615
Staphylococcus sciuri subsp. sciuri ATCC 29061
Streptococcus pyogenes group A ATCC 12384
Staphylococcus simulans ATCC 27851
Streptococcus pyogenes group A ATCC 21547
Staphylococcus thermophillus FNCC
Streptococcus salivarius serotype II ATCC 13419
Staphylococcus xylosus ATCC 29967
Streptococcus sanguinis Type 1 ATCC 10556
Staphylococcus xylosus ATCC 29971
Streptococcus sp. Gp D ATCC 9854
Staphylococcus xylosus ATCC 35663
Streptococcus sp. group B ATCC 12401
Staphylococcus xylosus ATCC 49148
Streptococcus sp. group D ATCC 27284
Staphylococcus xylosus ATCC 700404
Streptococcus sp. Type 2 group F ATCC 12392
Stenotrophomonas maltophilia ATCC 13637
Streptococcus thermophilus ATCC 19258
Stenotrophomonas maltophilia ATCC 17666
Streptococcus uberis ATCC 700407
Stenotrophomonas maltophilia ATCC 49130
Streptococcus uberis ATCC 9927
Stenotrophomonas maltophilia ATCC 51331
Streptomyces albus ATCC 17900
Streptococcus agalactiae group B ATCC 12386
Streptomyces griseus subsp. griseus ATCC 10137
Streptococcus agalactiae group B ATCC 13813
T
Streptococcus agalactiae group B CL 810
Tatlockia micdadei ATCC 33204
Streptomyces ambofaciens FNCC
Trichophyton equinum ATCC 12544
Streptococcus bovis ATCC 33317
Trichophyton mentagrophytes ATCC 9533
Streptococcus criceti ATCC 19642
Trichophyton robrum ATCC 28188
Streptococcus dysgalactiae subsp. equisimilis group G ATCC 12394
Trichophyton tonsurans ATCC 28942
Streptococcus dysgalactiae subsp. equisimilis ATCC 35666
Trichophyton verrucosum ATCC 42898
Streptococcus dysgalactiae subsp. equisimilis ATCC 9542
Trichophyton cultaneum ATCC 28592
Streptococcus dysgalactiae subsp. equisimilis group C ATCC 43079
Trichophyton mucoides ATCC 204094
Streptococcus equi subsp. zooepidemicus group C ATCC 700400
V
Streptococcus gallolyticus ATCC 49147
Veillonella parvula ATCC 10790
Streptococcus gallolyticus ATCC 9809
Veillonella parvula ATCC 17745
Streptococcus gallolyticus subsp. gallolyticus ATCC 49475
Vibrio cholerae serotype Inaba ATCC 9459
Streptococcus mutans ATCC 25175
Vibrio parahaemolyticus ATCC 17802
Streptococcus mutans ATCC 35668
Vibrio vulnificus ATCC 27562
Streptococcus oralis ATCC 35037
Virgibacillus pantothenticus ATCC 14576
Streptococcus oralis ATCC 9811
Y
Streptococcus pasteurianus ATCC 49133
Yarrowia lipolytica ATCC 9773
Streptococcus pneumoniae ATCC 27336
Yersinia enterocolitica ATCC 23715
Streptococcus pneumoniae ATCC 49136
Yersinia enterocolitica subsp. enterocolitica ATCC 9610
Streptococcus pneumoniae ATCC 49150
Yersinia kristensenii ATCC 33639
Streptococcus pneumoniae ATCC 49619
Z
Streptococcus pneumoniae ATCC 6301
Zygosaccharomyces bailii ATCC MYA-4549

Rating: 4.5 out of 5

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►

Total Pageviews

Jual Aneka Media Mikroba Dan Jasa Uji Lab

AGROTEKNO-LAB

AGROTEKNO-LAB
Jual Aneka Jenis Mikrobia Untuk Industri Dan Penelitian

Aspergillus niger

Aspergillus niger
Untuk fermentasi pakan ternak

agrotekno77@gmail.com

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
There was an error in this gadget
There was an error in this gadget
 

Copyright © 2012. MITRA AGROBISNIS DAN AGROINDUSTRI. Telp. 087731375234 - All Rights Reserved Template IdTester by Blog Bamz